Jangan kebalik dan Jangan salah fokus, bahwa tugas pokokmu adalah mendidik anakmu menjadi Sholeh/ah, sedangkan hafal Qur'an adalah bonus mu
Mendidik anak sholeh/ah adalah harga mati bagi orang tua, sebab itulah tujuan Allah Ta'alla menjadi kan mu sosok orang tua bagi anak2 mu. Sedangkan bonus, hanya sekedar tambahan dari proses perjuangan kita mendidik anak. Ya, namanya bonus, ada yang mendapatkan sempurna, ada yang cuma sedikit, bahkan ada yang tak mendapatkan apapun
Jika bonus tak kita dapatkan, tidak usah kecewa atau pun merasa gagal mendidik anak ...apalagi minder sama orang tua lainnya, yang barangkali mereka punya anak yang mampu hafal Qur'an
Apabila kita telah mampu mendidik anak kita menjadikan anak kita sholeh/ah sejatinya kita telah sukses menjadi orang tua. Mendidik anak sholeh/ah adalah pekerjaan terberat bagi orang tua saat ini, sebab terkadang indikatornya seringkali tak mampu kita lihat dan tak mampu disaksikan oleh banyak orang, bahwa anak kita adalah anak yang sholeh/ah
Tp lain hal nya dengan anak yang hafal Qur'an 30 juz misalnya, orang tua begitu bangga nya dan orang lain pun akan kagum dengan anak kita, kenapa ? Karena bisa dilihat hasilnya. Indikatornya jelas. Selain itu menghafal Al Qur'an pun bisa ditarget dengan waktu yang singkat, apalagi kalau hanya yang penting hafal
Akhirnya orang tua dan pesantren sebagai bagian dari proses pembinaan karakter anak kehilangan orientasinya, banyak2 hafalan menjadi target utama. Biar bisa dikatakan menjadi orang tua yang sukses, begitu pula pesantren biar dikatakan ponpes yang sukses mengkader para penghafal qur'an
Sedikit cerita, ada perbincangan singkat diantara sy dengan seorang bapak. Bapak ini mengabarkan tentang sekolah Tahfih yang bagus "Ustadz, sekolah Tahfizh di sana itu tadz bagus" Kemudian sy bertanya : "Memangnya kenapa pak, kok dikatakan bagus ?" Bapak itu menjawab : Iya tadz, sebab lulusannya hafalan Qur'annya banyak, bisa sampai 20 juz lho
JANGAN MENGHILANGKAN YANG POKOK, terus MENGEJAR BONUS NYA
Siapa sih yang tidak bangga punya anak sholeh/ah sekaligus hafal Qur'an ? Tentu orang tua sangat bangga, tp ingat tidak setiap anak mampu berjuang menggapai cita2 nya menjadi seorang penghafal Qur'an
Kemandirian, kedewasaan, peduli, siap menerima beban tanggung jawab, empati, tidak mudah mengeluh, berbagi dll adalah bagian dari karakter anak sholeh/ah yang harus kita tanamkan sejak dini, melalui proses pendidikan tentang kehidupan
Jangan sampai kita kehilangan waktu dan salah menempatkan anak di tempat pendidikan yang tak mendidik karakter anak kita
Ingat, mereka akan hidup tidak sebagaimana jaman kita hidup saat ini
Wallahu 'alam bishowab
______________________
MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)
YUK BANTU SHARE, Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamiin


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu