Apa yang kita cari sih di dunia ini ?
Jika pertanyaan
diatas di sampaikan pada kita selaku orang tua, saya yakin kita belum tentu
kita mampu menjawabnya dengan tepat. Sebab banyak pula dari kita yang tak
mengerti arti hidup yang sesungguhnya. Seakan2 hidup hanya sekedar bangun tidur
sampai tidur kembali. Hidup tanpa tujuan, akhirnya hidup menjadi hampa dan
hanya mengejar dunia semata. Naudzubillahi min dzalik
Begitu pula dengan kehidupan kita bersama anak2 kita saat ini, kita mau mencari apa ? Harta dunia yang hanya fana, Gelar akademik, jabatan yang hanya sesaat atau apa ? Mari kita renungkan bersama2, sejatinya KEBERSAMAAN KITA BERSAMA ANAK2 KITA SAAT INI apa sih yang ingin kita raih ?
Bagi orang tua yang tak punya prinsip2 Islam yang benar dan jauh dari nilai2 Islam, keberadaan anak ada pada 2 kondisi :
- 1. ANAK DIANGGAP SEBAGAI BEBAN ORANG TUA,
sehingga orang tua merasa repot dan terbebani dengan anak.
- 2. ANAK SEBAGAI ALAT bagi orang tua agar
mampu meneruskan harapan, cita2 dan keinginan orang tua yang belum di raihnya.
Walaupun orang tua seringkali berargumentasi bahwa semua itu demi masa depan
anak2 nya.
Seringkali ke 2 hal diatas menjadi bagian dari pemahaman para orang tua saat ini. Kalau tidak dianggap sebagai “beban”, maka anak akan “diperalat” orang tua. Akhirnya Allah Ta’alla menjauhkan diri dan keluarga kita dari hidup yang penuh berkah.
Maka jika hari ini, dengan hadirnya anak kok kehidupan kita terkesan jauh dari keberkaha, bisa jadi “anggapan anak jadi beban” atau “memperalat anak” masih menjadi bagian dari hidup kita tanpa kita sadari.
Sebagai orang tua muslim/ah tentu kita harus punya landasan yang benar ketika Allah Ta’alla mengamanahkan/menitipkan anak pada kita, yakni HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK
HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK itulah tujuan yang harus kita raih dalam mendidik anak. Sehingga tidak hanya sekedar memberi makan, pakaian, mendidik/menyekolahkan anak saja. Setiap orang tua harus cermat dan hati2 dalam mendidik anak2 kita, agar kita mampu menggapai hidup yang penuh berkah. Apa artinya sukses di dunia jika hidup kita tak berkah.
HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK ....Ya, tema ini saya sampaikan pada catatan saya kali ini, pasalnya banyak para orang tua (mungkin kita salah satunya ...) tak mempedulikan pentingnya hidup berkah bersama anak.
Menggapai hidup
berkah bersama anak itu tidak jauh beda dengan mendidik anak sholeh/ah. Kalau
mendidik anak sholeh/ah, setiap orang tua mampu mendidik anaknya. Setiap orang
tua pun sejatinya mampu menggapai hidup berkah bersama anak.
Kenapa ? Sebab standart HIDUP BERKAH yang membuat bukan seorang presiden atau seorang yang paling kaya di dunia ini, tapi Allah Ta’alla. Karena Allah Ta’alla yang membuat standartnya, maka sudah pasti setiap manusia mampu untuk meraihnya. Tidak memandang kaya/miskin, pintar/bodoh, kaum bangsawan/jelata, punya jabatan/tidak.
Untuk itu, setiap orang tua, tanpa kecuali harus mampu menggapai HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK. Jika tak mampu meraihnya, kemungkinan ada yang salah dari prinsip/pemahanan kita terhadap keberadaan anak ditengah2 kita. Kemungkinan nya hanya ada 2 yakni “anggapan anak jadi beban” atau “memperalat anak”
Salah satu gambaran reil hidup yang tak berkah yakni MENDIDIK ANAK2 KITA MENUJU LEVEL ANAK PINTAR, tapi orang tua menggunakan dana pinjaman bank (riba). Mendidik anak pintar, tapi menggunakan dana riba. Pintar nya belum pasti .....Suksesnya juga belum tentu .....Tapi dosa dan hilangnya keberkahan bersama anak SUDAH PASTI
Ya, mendidik anak dengan dana2 riba seringkali ditempuh oleh kebanyakkan orang tua saat ini. Hanya ingin anaknya bisa sukses dan lebih lebat dari dirinya, biar anak kita bisa setara dengan anak teman2 kita yang lain. Biar kita bisa dikatakan sebagai orang tua yang sukses mendidik anak.
Orang tua tidak peduli lagi dengan dosa riba, hanya untuk mendidik anak menjadi level anak pintar (.....baca CATATAN 42 : ORANG TUA HARUS BIJAK DALAM MENDIDIK ANAK, MENJADI ANAK PINTAR )
Maka orang tua yang sudah terjebak mendidik anak dengan dana2 riba, BIASANYA AKAN SANGAT SULIT UNTUK SEKEDAR MENYADARI KESALAHANNYA, apalagi yang mampu bertaubat dan menjauhinya, kecuali yang dirahmati Allah Ta’alla
Salah satu indikasi bahwa hidup kita tidak berkah bersama dengan anak dan lebih condong pada dunia, yakni ketika kita mendidik anak dengan dana2 riba. Naudzubiullahi min dzalik
Wallahu 'alam bishowab
______________________


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu