Dalam panggung kehidupan terkadang banyak keluarga yang mendapat titipan istimewa : "Anak - anak Berkebutuhan khusus dan cacat mental"
Tak perlu minder dan menutup diri, Alloh titipkan kepada keluarga karena Alloh memahami keluarga itu mampu
Tersenyumlah, Karena Alloh mengerti kemana menempatkan mereka
Sabarlah karena
mereka kelak menjadi penduduk syurga
Tak ada hisab bagi mereka, Tak ada pengadilan untuk mereka
Karena sesungguhnya Alloh mengganti penderitaan mereka didunia dengan bayaran kontan syurga
Itulah Pendapat Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim sebagaimana diterangkan dalam fatwa Islam no 113452
Salam takzim bagi
yang mendapatkan titipan Ar Rahman " Anak - Anak Istimewa "
Oemar Mita, Lc
Catatan ke 3 saya kali ini sengaja saya awali dari Nukilan di dinding Facebook Ustadz Oemar Mita, Lc sebagai bagian pencerahan pada kita bersama selaku orang tua ABK dan umumnya pada masyarakat secara umum. Sesungguhnya memiliki ABK adalah bagian dari “kemulian” kita sebagai orang tua, sebab kita dititipi anak-anak surga yang ditakdirkan Allah Ta’alla hadir di dunia. Tentu sebagai seorang anak yang terlahir di dunia, sudah sepantasnyalah mereka harus memiliki orang tua yang melahirkannya sebagaimana fitrah anak-anak pada umumnya.
Dan ternyata takdir Allah Ta’alla menghendaki kitalah yang diamanahi menjadi orang tua mereka di dunia dan menjadi bagian dari lembaran hidup kita. Sebagai orang tua normal tentu menginginkan memiliki anak yang sehat, ceria dan pintar. Tetapi Allah Ta’alla telah memilih kita untuk menjadi orang tua ABK dan anak kita pun juga tak punya pilihan sebagaimana kita. Itulah bagian dari Takdir yang telah Allah Ta’alla tetapkan pada diri kita.
Maka jangan merasa minder, kecil hati, sedih, menyesal atas kehadiran ABK ditengah kehidupan kita saat ini. Ingatlah mereka adalah Anak dan saudara Surga. Luar biasa yang telah Allah tetapkan, mereka di ciptakan, kemudian diturunkan dan dititipkan di dunia pada orang tua pilihan, setelah mereka mati Allah Ta’alla menempatkannya ke dalam surga, tanpa hisab dan tanpa pertanggungjawaban, sebab selama hidupnya tak merasakan nikmatnya dunia.
Tapi lain hal nya dengan kita selama ini, yang telah merasakan nikmatnya dunia dan segala keindahannya, tentu hisab dan pertanggungjawaban menanti kita di akhirat kelak, apakah kita termasuk penghuni surga atau penghuni neraka. Padahal hidup di dunia itu hanya sekejap dibandingkan kehidupan akhirat nanti.
Maka, jangan sedih dan menyesal punya anak yang ditakdirkan Allah Ta’alla menjadi bagian ABK. Berbahagialah jika ternyata di rumah kita saat ini ada anak dan saudara surga yang senantiasa bersama-sama dengan kita di dunia dan dia akhirat kelak Insya Allah.......
Wallahu a’lam bishowab
Solo, 27 Pebruari 2019
Salam Untuk Para Orang Tua Hebat
Nashrullah Jumadi


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu