CATATAN 120 : BAGI SETIAP ANAK YANG TERPENTING YAKNI "MENDAPATKAN PENGASUHAN YANG BAIK" DAN TIDAK TERLALU PENTING SIAPA YANG MEMBERI (Oleh : Nashrullah Jumadi)


Setiap anak yang dilahirkan di dunia oleh Allah Ta'ala punya Hak dan kebutuhan dasar yang sama satu dengan lainnya, tidak memandang itu anak pejabat, buruh, pedagang, karyawan, petani dll. Perlakuan yang sama ini bagian dari Keadilan Allah Ta'ala pada setiap hambaNya. 


Kemudian Allah Ta'ala mengamanahkan utk memenuhi Hak dan kebutuhan dasar anak pada setiap orang tua agar setiap anak yang terlahir didunia ini bisa mendapat hak dan kebutuhan dasarmya dengan baik.


Salah satu Hak dan kebutuhan dasar anak yakni HAK UNTUK MENDAPATKAN PENGASUHAN YANG BAIK, khususnya anak2 yang masih usia dini (0 s/d 14 Tahun). Sedangkan yang paling berkewajiban memberikan Hak pengasuhan anak adalah orang tua anak sendiri 


Lalu bagaimana jika orang tua tidak memberi pengasuhan pada anak ? Maka, anak tetap akan mendapatkan pengasuhan sekalipun itu dari orang lain, entah itu kakek/neneknya, paman/tantenya, pengasuh, pembantu atau lainnya.


Allah Ta'ala tidak akan membiarkan anak terlunta2 dan tak terdidik dengan baik, pasti Anak akan ketemu jalan pengasuhannya sekalipun bukan oleh orang tuanya sendiri. Sebab yang dibutuhkan anak yakni HAK PENGASUHAN YANG BAIK dan tidak penting bagi anak siapa yang memberi pengasuhnya.


Jika orang tua tidak mampu karena fisik/finasial atau karena orang tua membuang anak, maka anak tetap akan mendapatkan jatah pengasuhan yang Allah tetapkan. 


Tinggal persoalanya sejauh mana orang tua tidak memberikan hak pengasuhan itu pada anak, sebab dikarenakan  tak mampu atau karena mengabaikan amanah ? Tentu semua ini akan membawa pada TRAUMA PENGASUHAN sendiri bagi anak. 


Anak yang ditinggal orang tua karena meninggal (takdir Allah Ta'ala) tentu lebih mudah mengatasi Trauma anak dari pada anak yang terbuang/diabaikan orang tuanya. 


Jika anak mengalami kondisi ini, tentu anak akan tetap mampu menjadi pribadi yang baik, hebat dan sukses sepanjang memenuhi syarat yakni Pengasuhannya baik dan tepat kepada siapa pengasuhan itu diberikan serta bagaimana sistem pengasuhan dijalankan.

 

Sebab anak semata2 hanya tinggal menjalani saja, jika Allah Ta'ala berkehendak orang tua meninggal, anak harus bisa ikhlas dan  ridho serta harus kuat menjalani hidup. Begitu pula jika anak diabaikan orang tua karena tak diurus/dibuang, anak hanya pasrah menerima jalan yang harus dijalani 


Maka, kondisi anak sebagaimana yang saya sampaikan diatas adalah anak2 yang sangat berpotensi sukses dan menjadi anak hebat jika berada di lingkungan yang tepat yakni lingkungan yang mampu memberikan pengasuhan yang baik dan ditangan pengasuhan yang hebat serta sistem pengasuhan yang bagus


Sebab anak2 seperti ini tidak perlu belajar sabar, menjadi kuat, pengorbanan, kerja keras dll, sejatinya mereka telah ditempa Allah Ta'ala dengan perjalanan hidup tidak sebagaimana anak pada umumnya.


Jika kita kembali belajar bagaimana perjalanan Rasulullah Shollahu a'alaihi wa salam, maka kita dapati pelajaran bagi proses pendidikan anak2 kita saat ini. Muhammad kecil pada akhirnya mampu menjadi orang hebat melebihi anak yang terlahir normal sebagaimana anak pada umumnya 


MENERIMA SANTRIWATI BARU 
SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

Ada beberapa hal yang paling mendasar yang bisa kita jadikan pelajaran yakni :

🟨  ANAK HARUS DIPAHAMKAN TENTANG JADI DIRINYA dan ORANG TUANYA (Latar belakangnya) dengan benar (Kamu siapa dan orang tua mu siapa dan harus bisa menjadi dirinya sendiri) melalui pedekatan personal yang dirasa nyaman oleh anak, santai dan tak terikat formalitas kadang jauh lebih pas utk anak (bukan klasikal dan formalitas pendidikan) 

🟨  ANAK HARUS DITANAMKAN UNTUK MENERIMA TAKDIR DENGAN IKHLAS, RIDHO DAN HUSNUDHON pada Allah Ta'ala, walaupun memahamkan hal ini bukan persoalan yang mudah dilakukan terhadap anak yang sedang terluka 

🟨  DIBERI PENGASUHAN YANG TERBAIK yang diawali dari keluarga terdekat (kakek/nenek, paman/tante dll). Anak usia SD/MI sebaiknya tetap berada dibawah pengasuhan orang terdekat anak sampai anak lulus SD, baru dimasukkan pondok pesantren (jika mau mondok) dan dipilihkan ponpes yang sesuai dengam kebutuhan anak 

🟨  BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN secara langsung (sebagaimana Rasulullah Shollahu a'alaihi wa Salam belajar mengembala kambing, berdagang dll). Jika kita mau, sebenarnya banyak ruang yang bisa kita pakai utk mengajari anak belajar tentang kehidupan tapi seringkali tersandra oleh kurikulum pendidikan yang ada saat ini


Sebagai akhir tulisan, mari kita sebagai orang tua berjuang secara maksimal dalam memberikan pengasuhan pada anak kita yang masih dini (usia yang masih membutuhkan pengasuhan) sekalipun kita bukan sosok orang tua yang sempurna dimata anak2 kita


Paling kita kita sebagai orang tua harus paham bahwa pengasuhan yang terbaik harus mampu dan bisa diberikan pada anak2 mulai dari usia dini 


Wallahu'alam bishowab


RS.KASIHIBU.SOLO

JUM'AT, 23042026





0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2