Berbicara tentang dunia anak memang tiada habisnya, sebab dunia anak adalah bagian dari fase kehidupan setiap manusia. Siapa pun dirinya yang terlahir di dunia, pasti mengalami fase hidup sebagai seorang anak.
Sosok anak adalah sosok yang
unik, sehingga dengan keunikannya seorang anak membutuhkan perlakuan yang
serius dan istimewa dalam banyak hal, misalkan saja urusan kesehatan, anak
butuh dokter khusus anak, tentang pendidikan anak butuh tenaga guru khusus,
Tentang kejiwaan anak buth adanya Psikologi
anak, begitu pula dalam hal hiburan, abak butuh tempat khusus wisata dan hiburan
sendiri dll.
Ya, Semua itu tak lain, karena dunia anak adalah DUNIA YANG PENTING BAGI FASE PERJALANAN HIDUP MANUSIA, PENENTU BAGI MASA DEPAN ANAK KELAK, sebab seringkali keberhasilan/kegagalan manusia menjalani hidupnya bermula dari masa anak2 nya.
Jika sebuah negeri gagal mendidik anak2 mereka, sudah pasti negeri itu pada akhirnya akan menjadi negeri yang lemah. Begitu pula kita sebagai orang tua, jika gagal mendidik anak2 kita saat ini, maka akan tumbuh pula generasi yang lemah. Mungkin secara materi mereka mapan, semua serba ada dan cukup. Mungkin juga mereka secara fisik kuat, postur tubuh yang tegap, tapi mentalitas mereka lemah, prinsip hidup2 nya pun hilang dari anak2 kita.
Akhirnya, kita dihadapkan generasi yang serba menuntut tapi enggan berjuang, generasi yang hanya bisa mengeluh tapi tak mau berbuat, generasi pemalas, generasi yang hanya bisa meminta tapi tak mau memberi, anak yang se mau gue dll.
Sedih rasanya, jika nantinya kita jumpai anak2 kita adalah anak2 yang punya Mental dan prinsip hidup yang lemah. Saya tidak bisa membayangkan begitu repotnya orang tua yang disibukkan dengan anak2 mereka. Anak2 yang tak mengerti akan tanggungjawab pada dirinya, lingkungan dan ummat. Anak yang tak mengerti tentang arti kehidupan. Anak yang tak memahami pentingnya menjadi bagian dari penjaga sendi2 Islam. Anak yang tak mengerti, kenapa dirinya hadir di dunia
Maka sudah saat nya kita perlu berbenah dan berubah, agar nantinya kita tidak dihadapkan dengan kenyataan punya generasi yang lemah mentalitas dan prinsip hidupnya. Untuk itulah kita perlu paham tentang PENTINGNYA BELAJAR DAN MEMAHAMI PRILAKU ANAK2 KITA !
Sebab seringkali kenyataan di lapangan banyak orang tua yang paham dengan berbagai disiplin ilmu dan kiat2 mendidik anak, tapi tak memahami prilaku anak dengan baik, sehingga anak mendapatkan perlakuan yang keliru. Lebih ironis lagi, orang tua yang tak punya ilmu dan tak tahu kiat2 mendidik anak dengan baik, tapi juga ngak mengerti bagaimana memperlakukan anak2 mereka dengan tepat.
Memahami prilaku anak, adalah hal penting bagi setiap orang tua, sebab PRILAKU ANAK ADALAH PERKEMBANGAN FITROH ANAK YANG SELARAS DENGAN TINGKAT USIA ANAK. Allah Ta’alla sebenarnya telah memberikan kita acuan yang jelas dan gampang dipahami bagi setiap orang tua dalam mendidik anak2 mereka agar menjadi pribadi sholeh/ah.
Pada catatan ke 33 saya sebelumnya, kita telah membahas MENDIDIK MENJADI ANAK SHOLEH/AH ITU LEBIH MUDAH DARI PADA MENDIDIK ANAK MENJADI BAIK, SEDANGKAN MENDIDIK ANAK MENJADI BAIK LEBIH MUDAH, DARI PADA MENDIDIK ANAK PINTAR.Tidak perlu saya jelaskan lagi ya ?
Sekarang kita bahas acuan yang jelas dan gampang sebagaimana yang saya terangkan di atas. Acuan yang jelas dan gampang itu yakni KESELARASAN ANTARA USIA ANAK DAN PRILAKU ANAK, PRILAKU ANAK ITU TIDAK AKAN MEMBOHONGI USIA ANAK, maknanya bahwa setiap bertambahnya usia anak, maka akan punya prilaku yang berbeda pula. Dan uniknya lagi, bahwa jika ada anak yang punya usia yang sama, biasanya akan punya prilaku yang sama atau mirip2
KESELARASAN ANTARA USIA ANAK DAN PRILAKU ANAK ini tidak mengalami perubahan, dia cenderung konstan (tetap), tidak mengalami pergeseran hanya karena waktu dan kondisi, maka bisa dipahami bahwa USIA dan PRILAKU ANAK jaman sekarang TIDAK AKAN JAUH BEDA dengan anak2 jaman dulu. Pertanyaannya, kenapa ? Sebab itu adalah bagian dari Fitroh anak2 yang telah Allah Ta’alla tetapkan, sebagaimana Firoh seorang anak yang mentauhidkan Allah Ta’alla.
Karena kita sudah punya acuan yang telah dirumuskan Allah Ta’alla, maka seorang anak yang punya USIA TK/SD sudah pasti dirinya punya prilaku sebagaimana fitroh dasarnya anak2, sehingga kita harus memperlakukan mereka sebagaimana anak2. Kemudian proses pendidikannya pun diselaraskan dengan USIA DAN PRILAKU ANAK, kalau proses pendidikan nya tepat, maka akan tumbuh yang namanya Kedewasaan dan karakter yang baik, tapi jika salah atau kurang pas tentu hasil proses pendidikan akan sebaliknya.
Yang jadi permasalahnya yakni, banyak dari kita yang telah menjadi sosok orang tua, seringkali tidak memamahi PRILAKU ANAK2 MEREKA dengan baik, tidak pahamnya bisa disebabkan karena belum mengerti dan belum pernah belajar. Ya, jujur kita akui bahwa menjadi orang tua seringkali kita serba mendadak ”MENDADAK JADI ORANG TUA”. Terlebih lagi saat ini belum ada sekolah khusus yang membina dan mendidik calon/orang tua agar menjadi orang tua yang hebat.
Salah satu contoh perlakuan pada anak yang salah yakni bermain dengan teman2 sebaya nya adalah dunia anak2, jajan adalah dunia anak, kemudian atas dasar mendidik anak yang baik (agar ngaji terus dan bisa punya hafalan banyak) orang tua menjauhkan anak dari dunia bermain. Kemudian atas dasar agar anak tidak berlebih2, orang tua tak memberikan uang jajan pada anak2 mereka. Jadi, fase di mana anak masih pada tingkatan usia yang masih kecil, tapi diperlakukan sebagaimana orang dewasa.
Ada lagi orang tua yang tak mau memaksa anaknya, padahal anaknya masih sangat kecil, belum bisa punya nalar yang baik, kemudian atas dasar tidak mau memaksa anak, orang tua menyerahkan keputusan pada anak2nya,akhirnya anak binggung untuk menentukan pilihan dan jalan hidup yang harus dilalui nya. Anak masih kecil, tapi diperlakukan sebagaimana anak2 yang telah tumbuh dewasa dsb
Banyak sekali contoh2 lainnya, bahwa TIDAK PAHAMNYA ORANG TUA TERHADAP PRILAKU ANAK bisa menjadi masalah bagi orang tua, khususnya anak2 kedepannya, maka orang tua harus paham, oo, anak saya usia nya sudah sekian, berarti prilakunya seperti ini, jadi saya butuh materi dan model pendekatan yang sesuai dll
Sebagai akhir tulisan, jangan remehkan tentang PRILAKU ANAK2 mu. Kenali, pelajari dan pahami bagaimana PRILAKU ANAK2 KITA, Sebab perlakuan yang salah bisa berakhibat rusaknya karakter anak2 kita nanti
Jika boleh saya ibaratkan anak sebagaimana mobil, Jika kita punya mobil baru, maka tuntutan pertama kali pemilik mobil buka menaiki mobilnya, tapi mengenal lebih dalam mobil tersebut dengan baik, kemudian belajar dengan seksama bagaimana menjalankan nya melalui buku pentunjuk pemakaian dll. Setelah itu kita baru bisa memakai sesuai dengan arahan sang produsen mobil
Wallahu 'alam bishowab
______________________
• MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA
DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN
"KH khoirotun Hisan"
• PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA
MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)
YUK BANTU SHARE,
Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamiin


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu