Melihat fenomena pengelolaan masjid hari ini, seringkali dirasa sangatlah membosankan, dikatakan demikian pasalnya masjid saat ini dari tahun ke tahun cenderung tidak ada perubahan sama sekali dalam pengeloaan masjidnya, kalaupun ada yang berubah biasanya hanya pada bangunan dan fasilitas semata, sedangkan dalam persoalan aktivitas cenderung nol besar, contohnya yakni pengelolaan remaja masjid, pengelolaan dana kas masjid dll, banyak yang berjalan asal jalan, tanpa memiliki Visi dan arah yang jelas, sehingga sepuluh tahun yang lalu dengan saat ini, mampir tidak ada perubahan.
Maka
wajar kalau banyak yang merasa bosan dengan fenomena masjid hari ini yang tidak
mampu memberikan perubahan yang berarti pada ummat, bahkan kecenderungannya
masjid saat ini banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun
golongan atau partai tertentu pada saat menjelang pemilu.
Pengelolaan
masjid yang cenderung stagnan (alisan tidak ada perubahan yang mendasar)
sebagaimana penjelasan diatas, merupakan fenomena yang perlu kita kaji bersama
sebab musababnya. Sehingga dengan mengetahui sebab pangkalnya, akan memudahkan
bagi kita untuk menata masjid dengan baik, salah satu factor yang sangat
penting, yang membuat kebanyakan masjid hari ini stagnan adalah tidak produktifnya
takmir masjid saat ini, sedangkan ketidak produktifnya lebih banyak karena
factor usia yang telah lanjut, sehingga tidak mampu lagi mengelola masjid
dengan baik dan profesional sebagai tuntutan menuju masjid yang modern.
Anehnya,
sekalipun sudah tidak produktif dan target keberhasilan sebagai seorang takmir
telah nyata-nyata banyak gagalnya, masyarakat tetap saja mempertahankanya
sebagai takmir masjid abadi, yang terkadang alasan untuk tetap
mempertahankannya sebagai seorang takmir masjid atas dasar bahwa takmir
tersebut adalah perintis awal berdirinya masjid. Inilah fenomena yang banyak
berkembang pada masjid kita hari ini, seorang takmir masjid bak ubahnya seorang
“raja” yang tidak mungkin tergantinkan kecuali oleh penerusnya.
Bercermin
pada fenomena ini, seharusnya masyarakat semakin dewasa dan cerdas, bahwa
mempertahankan seorang takmir hanya karena dirinya sebagai perintis awal
berdirinya masjid adalah alasan yang tidak cerdas dan terkesan kekanan-kakakan,
mengapa..? Karena ummat saat ini sangat membutuhkan kehadiran dan kepedulian
masjidnya, untuk itulah masjid yang memiliki visi ke depan sangat dinantikan
kehadirannya oleh ummat sekitar masjid.
Sedangkan
masjid yang memiliki Visi dan Misi ke depan hanya mampu dipegang oleh seorang
takmir masjid yang masih produktif, produktifitas yang dimaksudkan disini tidak
mesti harus dibatasi waktu, selama dirinya masih produktif dan mampu
menghantarkan masjid pada kemajuaan (target pencapaian kemamjuan yang terukur)
sebaiknya takmir masjid tersebut tetap dipertahankan, akan tetapi jika sudah
tidak produktif sama sekali, ide dan gagasanya sudah tidak layak zaman,
pendekatan pada pemuda masih amat kuno, tidak punya program kerja yang jelas,
manajemenya asal jalan, seharusnya takmir masjid ini segera digantikan dan
tidak perlu harus menunggu masa berakhirnya kepengurusan ?
Ingat, bahwa menjadi takmir masjid bukanlah jabatan,
sehingga jika hari besoknya sudah dianggap tidak mampu dan layak, sebaiknya
amanah segera diberikan pada yang lebih mampu dan bukannya menunggu masa
jabatan berakhir-wah kayak pejabat aja-
Maka
hari ini masjid sangat mendambakan seorang takmir masjid yang masih produktif,
karena produktifitas identik dengan kemajuan dan kemajuan dekat dengan
prestasi.
Dari
ulasan sebagaimana di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa saat ini masjid
sangat membutuhkan produktifnya takmir
masjid saat ini, tentu akan sangat menarik, sebab disatu sisi masjid dituntut
untuk lebih banyak berperan pada ummat melalui program-program keummatan yang
inovatif dan membangun, tapi disisi yang lain tenaga dan waktu yang dimiliki
para Takmir masjid saat ini sudah tidak mampu lagi untuk meraihnya, yang pada
akhirnya ummat tidak bisa merasakan kehadiran masjid dengan program-program
yang berpihak pada ummat sekitar masjid, hanya karena sudah tidak produktifnya
takmir masjid.
Dan
akan lebih ironis lagi, jika ada seorang
Takmir masjid yang tidak mampu menyadari kondisi dirinya (bahwa dirinya tidak
produktif lagi) dan tidak mampu melihat problematika ummat secara umum, sehingga
dirinya berusaha untuk mempertahankan posisinya menjadi seorang takmir abadi,
kalau sudah demikian maka yang terjadi pada akhirnya seorang takmir masjid, bak
ubahnya seorang raja yang punya kekuasaan penuh.
Dari
penjelasan diatas, memberikan pandangan pada kita bahwa seorang takmir masjid
memiliki peranan yang penting untuk kemajuan ummat, selain itu menjadi seorang
takmir masjid adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah
dan bukan jabatan, maka jika takmir masjid sudah tidak produktif tentu akan
berimplikasi pada baik tidaknya ummat disekitar masjid. Untuk itu, kehadiran
takmir masjid yang produktif sudah sepantasnya untuk kita cari, sehingga masjid
kita saat ini akan mampu memberikan solusi bagi problematika ummat disekitar masjid
hari ini maupun yang akan datang.
Sebagai
penutup saya ucapkan selamat bagi ada para jama'ah masjid, yang telah memiliki
seorang Takmir masjid yang produktif, sudah selayaknya anda perlu bersyukur,
karena dengan takmir masjid yang produktif ummat tentu akan banyak merasakan
manfaatnya dan tentunya potensi diri anda dan jama'ah masjid akan bisa
dimaksimalkan untuk memperbaiki ummat, disamping itu adanya seorang takmir
masjid yang produktif sangat langka kita temukan di tengah masyarakat.
Sedangkan bagi anda para jama'ah masjid yang belum memiliki Takmir masjid yang
produktif, sebaiknya kita perlu bersabar dengan tetap memberikan masukkan,
kritik dan saran yang membangun, sampai tiba waktunya yang produktif yang akan
muncul, karena kemuncullannya memang sangat diharapkan dan dinantikan ummat.
Wallahu a’lam bishowab
Salah satu factor yang sangat penting, yang membuat kebanyakan masjid hari ini stagnan adalah tidak produktifnya takmir masjid saat ini, sedangkan ketidak produktifnya lebih banyak karena factor usia yang telah lanjut, sehingga tidak mampu lagi mengelola masjid dengan baik dan profesional sebagai tuntutan menuju masjid yang modern.
Hari ini masjid sangat mendambakan seorang takmir
masjid yang masih produktif, karena produktifitas identik dengan kemajuan dan
kemajuan dekat dengan prestasi.


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu