CATATAN 15
Sengaja sy tidak sebutkan nama dan dari ponpes mana, tp tulisan ini sekedar cerita utk mengambil pelajaran bagi kita semua, khususnya bagi mereka yang terkait dengan dunia ponpes, entah menjadi pengasuh, pengajar, anaknya mondok atau lainnya. Tulisan ini juga tidak utk menyamaratakan bahwa semua alumni nya seperti itu, sekali lagi tidak.
Belum lama ini sy kedatangan 2 sosok alumni dari ponpes yang berbeda. Satu adalah alumni dari ponpes yang sangat megah dan besar, bahkan sangat dikenal masyarakat dan yang satunya berasal dari ponpes yang kecil dan sederhana, bahkan ponpesnya banyak yang tidak kenal
Saat jumpa dan dialog dengan santri yang jebolan ponpes yang besar, megah dan terkenal ini, terus terang sy merasa prihatin, sebab karakter dasarnya hampir tidak nampak, kemandirian dan kedewasaannya belum terlihat, apalagi mentalitasnya. Sedangkan dengan alumni dari ponpes yang satunya (sederhana dan tak terkenal), karakter dasar, kemandirian, kedewasaan dan mental sangat terlihat sekali.
Kalau boleh mengibaratkan prodak, satu prodak yang jadi tapi ngak siap pakai. Sedangkan yang satunya lagi adalah prodak jadi dan siap pakai. Maka saat awal ketemu saja, sudah sangat simpatik, kemandirian dan kedewasaan, OK. Apalagi mentalitasnya, hebat
Pertanyaannya kenapa beda ? Perbedaannya terletak pada POLA PEMBINAAN HARIAN SANTRI/WATI. Ponpes yang besar, megah dan fasilitas komplit dll tidak menjamin bahwa pola pendidikan nya lebih bagus dan lebih hebat. Sebab sejatinya Pola pendidikan yang bagus tidak mengharuskan adanya fasilitas yang megah dan komplit, gedung megah dan fasilitas hanya wasilah semata.
Pola pembinaan yang lebih menonjolkan sisi keilmuan saja (konsumsi otak) akan menghasilkan kader2 alumni pintar, tp kurang berkarakter, apalagi punya mentalitasnya hebat. Kehidupannya hanya dari satu ponpes ke ponpes betikutnya, terlebih lagi ponpes yang di tempatinya tidak mengajarkan tentang kehidupan
Maka mengajarkan tentang hidup seharusnya menjadi pembinaan dasar para santri/wati saat ini, piket, cuci pakaian sendiri, piket masak sendiri, belanja, belajar, tugas dakwah, jualan, berbagi dan peduli dll menjadi bagian rutinitas santri/wati. Sebab itulah hidup mereka saat ini, nanti dan yg akan datang
Dengan pola pembinaan santri/wati yang mengenalkan tentang kehidupan, tentu kita akan menghasilkan kader2 yang berkarakter, mandiri dan dewasa, serta memiliki mentalitas yang hebat. Kondisi apapun akan mampu dilalui dengan baik
Ditengah tantangan jaman saat ini, kita harus mampu mendidik anak2 kita, menjadi anak2 hebat, sebab mereka akan hidup tidak sebagaimana jaman kita hidup kita saat ini. Jika hari ini kita telah mengajarkan tentang kehidupan pada anak2 kita, sesungguhnya kita telah memberikan bekal dan modal dasar dalam menjalani hidup mereka
Wallahu 'alam bishowab
• MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
• PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)
YUK BANTU SHARE, Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamiin


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu