CATATAN 35 : “ADA” UNTUK ANAK ITU PENTING....!, “ADA” UNTUK ANAK ITU SEDERHANA KOK. _______________ Oleh : Nahrulllah jumadi

 


 

Ada” untuk anak itu tidak ada korelasinya (hubungannya) dengan kesibukkan orang tua. Bahwa orang yang tidak sibuk dan selalu bersama anak pasti “ADA” untuk anak, begitu pula sebaliknya  bahwa orang tua yang sibuk sudah pasti tidak pernah “ADA” untuk anak.

“Ada” atau tidak untuk anak sebenarnya tergantung pada beberapa hal, antara lain :

  • 1.  Sejauhmana tanggungjawab kita sebagai orang tua, khususnya seorang bapak/suami terhadap keluarganya kita, terkhusus anak-anak kita
  • 2.     Seberapa jauh kita punya kemampuan mengelola manajemen pendidikan anak di tengah-tengah keluarga kita dengan baik

Ke 2 hal diatas, yakni tanggungjawab dan kemampuan mengelola manajemen pendidikan anak ditengah2 keluarga adalah hal yang penting untuk kita pahami dengan baik. Apa artinya tanggung jawab,  jika tak memahami bagaimana kita mengelola pendidikan anak2 kita ditengah2 keluarga, begitu pula sebaliknya

.

Kalau boleh saya mengibaratkan “ADA” adalah bagaikan ikatan tali temali yang sedang kita ikat bersama2 antara orang tua dan anak2 kita, ikatan tali temali itu adalah kasih sayang antara keduanya. Semakin kita “ADA” untuk anak kita, maka ikatan tali temali itu pun akan semakin kokoh. Dan tentu kasih sayang antara anak dan kedua orang tua nya akan semakin kuat.


Tapi sayangnya tidak setiap orang tua “ADA” untuk anaknya, bahkan orang tua yang setiap hari selalu di rumah pun/pulang ke rumah setiap hari pun belum tentu “ADA” untuk anak2 mereka, begitu pula sebaliknya.


Sebagaimana tulisan saya diawal, bahwa “ADA” untuk anak tidak korelasinya/hubungannya dengan kesibukkan orang tua, maknanya bahwa orang tua yang sibuk pun bisa jadi lebih “ADA” untuk anak mereka dari pada orang tua yang selalu pulang ke  rumah, tapi tak pernah “ADA” untuk anak. Trus, maksud nya bagaimana tho,  ....kok belum paham2 ya ? Begini saja, saya ambilkan contoh sederhana tentang “ADA” untuk anak.


Contoh 1 :

Ada orang tua yang punya pekerjaan rutinnya di rumah, disekitar rumahnya atau tak jauh dari tempat tinggalnya, sehingga dirinya memungkinkan pulang ke rumah setiap hari ketemu istri dan anak2nya. Pekerjaan ini dijalaninya sepanjang hari, dirinya hanya punya waktu libur hari Ahad saja. Praktis selama aktif kerja sangat jarang ketemu atau bersama anaknya. Kemungkinan dirinya bersama anak hanya saat liburan


Ternyata di saat liburan pun orang tua punya kesibukkan yang tak kalah sibuknya dengan pekerjaannya, yakni menyalurkan hobbi, baik bersepeda, pelihara buruk atau tanaman hias (hobbi bapaknya) atau kesibukkan lainnya, biar bisa ketemu anak2, bapak pun punya inisiatif ngajak anaknya bersepeda dan mengikuti hobbi orang tuanya. Dari cerita ilustrasi di atas, kira2, ORANG TUA “ADA” UNTUK ANAK atau ANAK “ADA” UNTUK ORANG TUA ?


Beda lagi dengan cerita ini, ada orang tua yang punya kesibukkan sebagaimana contoh 1 diatas, bedanya setiap pulang kerja/saat liburan tiba,  orang tua ini punya waktu khusus untuk sekedar menemani anak2 nya (walaupun dirinya sendiri tidak menyukai hobbi dan permainan yang dilakukan anaknya). Dia kesampingkan kesibukkan lainnya, fokus untuk bermain bersama anak2nya. Pertanyaannya yakni ORANG TUA “ADA” UNTUK ANAK atau ANAK “ADA” UNTUK ORANG TUA ?


Begitu pula contoh ini, ada orang tua yang berada dan super sibuk, karena kesibukkannya jarang dirinya bisa bersama dengan anak2 nya, maka dirinya pun punya planning khusus yang tidak boleh diganggu kebersamaannya dengan anaknya nanti ketika libur. Kemudian anaknya punya keinginan untuk liburan ketempat yang luar biasa (misalkan ke luar negeri) dan dia menyanggupinya bahkan keluar dana yang besar untuk transportasi dan akomodasi pun siap dijalani demi sang anak.


Ketika hari H pun tiba, orang tuanya pun akhirnya memenuhi janjian liburan bersama anak2 nya. Pertanyaannnya adalah orang tua seperti ini adalah ORANG TUA “ADA” UNTUK ANAK atau ANAK “ADA” UNTUK ORANG TUA ?


Ada juga, orang tua yang hidupnya sederhana dan pas pasan, tapi setiap kali anaknya butuh dia senantiasa “ADA” untuk anaknya, walaupun hanya sekedar jalan2 santai, walaupun hanya menemaminya main kelereng, walaupun hanya sekedar main tali, sekedar hujan2 dsb. Dia “ADA” untuk anaknya ...!


Sebagaimana penjelasan saya sebelumnya, bahwa “ADA” utk anak bagaikan ikatan tali temali kasih sayang antara orang tua, maka ada orang tua yang setiap hari mampu mengikatnya dengan baik, walaupun tidak kuat, tapi karena lama dan terus menerus diikat,  akhirnya ikatan itu pun kuat dan kokoh juga. Ada orang tua yang jarang mengikat, tapi sekali mengikat, ikatan itu mampu diikatnya dengan sangat kuat.


Yang lebih menyedihkan adalah orang tua yang tak pernah “ADA” untuk anaknya. Dia menyalurkan hobbi sambil ngajak anak. Dia ketemu relasi bisnis sekalian ngajak anak. Dia Travelling bersama teman kantornya sambil ngajak anak. Ya,  Sambil/sekalian ngajak anak., sambil/sekalian ngajak anak itu TIDAK SAMA dengan “ADA” untuk anak kita. Memang anak mu itu siapa ? Kapan kamu “ADA” untuk anakmu ?


ORANG TUA “ADA” UNTUK ANAK atau ANAK “ADA” UNTUK ORANG TUA ? Jangan sampai kebalik2, di saat anak masih kecil yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang, entah tak sadar/kurang paham kita menerapkan pola manajemen pendidikan anak dalam keluarga dengan pola ORANG TUA “ADA” UNTUK ANAK. Tapi ketika kita sudah semakin menua, energi dan kekuatan kita telah banyak hilang kita menerapkan pola manajemen pendidikan anak dalam keluarga dengan pola ANAK “ADA” UNTUK ORANG TUA.


Dulu disaat anaknya membutuhkan perhatian/ kasih sayang dan hak2 sebagai seorang anak, orang tua tak pernah “ADA” untuk mereka.Tapi ketika telah tua menuntut anak untuk senantiasa “ADA” untuk orang tua


JIKA KITA TAK PERNAH “ADA” UNTUK ANAK2 KITA SAAT INI, MAKA JANGAN BERHARAP MEREKA NANTI AKAN “ADA” UNTUK KITA DISAAT KITA SUDAH MENUA DAN LEMAH .......


JANGAN SALAHKAN ANAK2 KITA NANTI JIKA MEREKA TAK PERNAH “ADA”...... 


DISAAT KITA MEMBUTUHKAN, SEBAB SEMUA ITU TAK LAIN KARENA SELAMA INI KITA JUGA TAK PERNAH “ADA” UNTUK MEREKA ........


Wallahu 'alam bishowab

______________________

 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" 


  PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)


YUK BANTU SHARE, Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamiin

 


0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2