Tulisan kali ini saya awali dengan pertanyaan SUDAH IKHLASKAN KITA MENDIDIK ANAK-ANAK KITA SAAT INI ? Mungkin pertanyaan ini tidak membutuhkan jawaban dari kita selaku orang tua, tapi yang jelas pertanyaan di atas sangat penting untuk kita renungan bersama.
Apakah kita saat ini mendidik anak2 kita telah benar2 ikhlas atau sebaliknya ? Jika kita membahas tema di atas, rasanya tidak ada satu pun orang tua di dunia yang tidak ikhlas mendidik anak-anaknya.
Setiap kita membahas tema tentang Ikhlas, maka akan ada beberapa kondisi yang pasti menyertai nya yakni :
- 1. Orang tua yang mampu 100% IKHLAS menjalani proses pendidikan anaknya dengan baik
- 2. Orang tua yang kadang IKHLAS dan terkadang TIDAK IKHLAS ketika mendidik anak2 mereka (untuk itu kita dianjurkan untuk terus memperbaiki niat kita)
- 3. Orang tua yang TAK IKHLAS sama sekali mendidik anak2 mereka
Jika melihat 3 kondisi diatas, kira2 kita masuk orang tua yang bagaimana ? Hanya diri kita dan Allah Ta’alla yang tahu.
Ya, sejatinya KEIKHLASAN ORANG TUA ADALAH KUNCI KESUKSESAN ORANG TUA MENDIDIK ANAKNYA MENJADI ANAK SHOLEH/AH. Tidak ada gunanya orang tua yang pintar, kaya, menjadi tokoh dan terpandang di tengah masyarakat jika TAK MEMILIKI IKHLASAN dalam mendidik anak2 mereka. Lebih buruk lagi, jika ada orang tua yang miskin, bodoh, tak diperhitungan di masyarakat justru TAK MAMPU MENGHADIRKAN IKHLAS ketika mendidik anak2 mereka.
KEIKHLASAN ORANG TUA dalam mendidik anak2 kita saat ini TIDAK ADA KAITANNYA dengan status, jabatan, pangkat, harta yang kita miliki saat ini. Sebab IKHLASAN MURNI hubungan antara Allah Ta’alla dengan hamba Nya, hubungan antara sosok orang tua dengan Sang Pemberi Amanah yakni Allah Ta’alla secara langsung. Untuk itu, siapa pun orangnya pasti punya kesempatan yang sama untuk mengapai derajat ikhlas di mata Allah Ta’alla
Jika kita sebagai orang tua mampu menghadirkan ikhlas dalam diri kita, sejatinya kita telah MEMILIKI MODAL YANG BESAR UNTUK MENDIDIK ANAK2 KITA MENJADI PRIBADI SHOLEH/AH. Tidak usah minder dan ragu dengan apa yang telah Allah Ta’alla takdirkan hari ini pada kita.
Jika saat ini kita menjalani hidup yang sulit dalam mendidik anak2 kita, maka bersabarlah sebab sabar adalah pakaianmu yang terbaik. Tapi jika hari ini kita berada di posisi yang nyaman dan serba kecukupan, maka sudah seharusnya kita mampu bersyukur atas apa yang telah Allah Ta’alla karuniakan pada kita selama ini dan jangan lupa terus berbagi pada mereka yang membutuhkan. Semua itu tak lain karena dunia adalah fana dan sandiwara semata, pada akhirnya dunia juga akan kita tinggalkan, kecuali amalan kita yang ikhlas selama mendidik anak2 kita
SUDAH IKHLASKAN KITA MENDIDIK ANAK-ANAK KITA SAAT INI ?
Jika kita ikhlas mendidik anak2 kita selama ini, kenapa ketika anak2 kita punya nilai jelek di sekolah/pesantren kita marah2 ? Ketika mereka tahfizh Qur’an nya ngak nambah2 kita omelin terus menerus ? Kenapa ketika anak salah sedikit saja, kita pun segan2 memukul dan mempermalukan anak2 kita ? Belum lagi ketika anak kita melakukan kesalahan, kita pun terkadang tega melontarkan kata2 kasar pada anak2 kita. Jauh dari sifat kasih sayang sebagai orang tua pada seorang anak
Padahal kesalahan yang dilakukan adalah kesalahan yang sederhana saja, hanya karena anak di suruh beli belanja keliru sedikit orang tua marah2, padahal selama ini anak juga sudah biasa di suruh2 dan mampu menunaikan dengan baik. Ngak bisa mengerjakan PR marah2. Ya, bawaannya marah melulu, galau, sumpek, mengeluh, merasa direpotin ketika bersama dengan anak2 kita, Jauh dari sifat pemaaf, jauh dari sifat tegar dan semangat dll
Tetapi ketika anak tidak mengerjakan sholat lima waktu, orang tua biasa2 saja,Ketika anak main HP seharian orang tua tak berani menegur, sebab takut direpotkan dan diganggu anak, Anak bergadang malam2 tanpa alasan yang jelas, orang tua pun membiarkannya. Anak tidak menjalankan tugas membantu orang tua, orang tua pun diam saja
Ya, Jujur kita akui, bahwa kualitas kita sebagai orang tua dalam mendidik anak2 kita masih sangat rendah sekali, hal ini ditandai sifat marah2 masih kita kedepankan, kata2 kasar masih mudah kita lontarkan, pukulan dan berbagai hukuman masih kita gunakan sebagai senjata kita menundukkan anak2 kita.
Kita ingin mendidik anak sholeh/ah, tapi pada kenyataannya orang tua tidak menunjukkan prilaku yang baik, semangat, tidak mudah mengeluh, rajin dan lain sebagainya dihadapan anak2 kita ? Ternyata kita pun masih tergolong orang tua yang masih butuh bimbingan juga.
Pertanyaannya yakni, kenapa anak yang menjadi bagian kita untuk mendulang amal jariyah sebanyak2 nya di dunia ini tak mampu kita gunakan kesempatan ini dengan baik ? Padahal keberadaan anak2 kita adalah ladang yang paling mudah dan gampang untuk meraih Surga Nya Allah Ta’alla ?Mudah, dekat dengan kita, gampang dan tidak perlu harus kaya dan pintar
Untuk menjawab pertanyaan diatas, bisa jadi jawabannya adalah : KITA SELAMA INI BELUM IKHLAS MENDIDIK ANAK2 KITA SAAT INI, sebab orientasi dunia masih melekat dalam diri kita sebagai orang tua. Kita mendidik, biar nanti kita bisa mendapatkan ganti atas jerih payah kita selama ini mendidik mereka ketika kecil, Jika anak sukses, kita pun juga ingin bisa menikmati kesuksesan anak di dunia. Anak jadi kebanggan orang tua di dunia dengan merendahkan orang lain, yang barangkali punya anak tidak sebagaimana anaknya
Akhirnya orang tua sibuk, serius dan sangat fokus berjuang agar anak2 mereka menjadi anak2 pintar agar mendapatkan gelar akademik yang hebat. Kemudian dengan gelar itu bisa mendapatkan pekerjaan/jabatan yang hebat pula, setelah itu tentu akan mendapatkan gaji yang banyak, dengan gaji yang banyak akan mudah memiliki segalanya, baik rumah yang megah, mobil mewah dan lain sebagainya.
Jika kemewahan itu tak mampu didapatkannya dengan gaji nya yang ada saat ini, mereka pun rela pinjam Bank agar bisa hidup secara “layak” sebagaimana lainnya. Ujung2 nya adalah dunia semata, yang jauh dari hidup yang penuh berkah, Naudzubillahi min dzalik
Mayoritas kita sebagai orang tua seringkali lupa dengan tugas pokoknya, yakni MENDIDIK ANAK2 KITA MENJADI ANAK YANG SHOLEH/AH. Dan modal pokok orang tua mendidik anaknya menjadi anak sholeh/ah adalah KEIKHLASAN ORANG TUA nya.
Orang tua yang ikhlas mendidik anak mereka punya beberapa pondasi penting, yakni :
- 1. Bahwa orang tua yang ikhlas mendidik anak2 mereka mendasarkan setiap langkahnya HANYA BERHARAP RIDHO ALLAH TA’ALLA, dia tidak berharap selain pada Allah Ta’lla, termasuk tidak berharap apapun pada anak2 mereka yang selama ini di didiknya.
Jika anakmu sholeh/ah, maka mereka tidak akan menelantarkamu dan akan bakti pada orang tuannya, bakti mereka pun bukan atas dasar balas budi pada orang tua, tapi mengharap ridho Allah Ta’alla. Indah betul, jika ada orang tua dan anak sama2 mendasarkan setiap amalannya atas ridho Allah Ta’alla
- 2. Mereka para orang tua yang ikhlas harus memahami, bahwa ikhlas harus berada dalam 2 kondisi yakni SYUKUR dan SABAR. Ketika kita dihadapkan dengan kondisi anak2 sebagaimana yang kita harapkan, maka bersyukurlah, segitu pula sebaliknya kita harus mampu bersabar.
- 3. Orang tua fokus dan berusaha secara maksimal mendidik anak2 mereka menjadi anak2 yang sholeh/ah terlebih dahulu (Punya Prinsip Islam yang benar, Beradab dan berakhlaq, Insya Allah pada catatan berikutnya akan kita bahas) baru kemudian raih lainnya
Ke 3 hal di atas adalah pondasi yang penting bagi orang tua untuk selalu IKHLAS dalam mendidik anak2 mereka, sebab KEIKHLASAN ORANG TUA ADALAH MODAL untuk mendidik anak2 kita menjadi anak yang sholeh/ah.
Setelah anakmu sampai pada Tingkatan menjadi Anak2 sholeh/ah, berarti kita telah sukses menjadi orang tua di hadapan Allah Ta’alla, Setelah itu, kejarlah bonusnya.
Menjadi seorang penghafal Qur’an, menjadi pengusaha sukses, menjadi tokoh masyarakat, menjadi pengajar, menjadi pedangan, menjadi petani, dokter, sopir dll adalah bonus semata. Ya, namanya juga bonus ada yang dapat dengan sempurna, ada yang dapat sedikit, bahkan ada yang tak mendapatkan apapun.
Yang penting kita sebagai orang tua harus mendapatkan pokoknya yakni MENDIDIK ANAK MENJADI ANAK SHOLEH/AH, SEBAB ITU ADALAH TUGAS POKOK KITA SEBAGAI ORANG TUA
Wallahu 'alam bishowab
______________________
• MENDIDIK
ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola
Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
• PENDAFTARAN
SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)
.jpg)

Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu