CATATAN 59 : MENJADI SOSOK ORANG TUA YANG TAK MAMPU “DEWASA” (Oleh : Nashrullah Jumadi)

 

Sekilas jika kita baca catatan saya kali ini, barangkali ada dari kita yang bertanya-tanya, apa mungkin ada orang tua yang tak mampu “dewasa” ? Jawabannya sudah pasti ada, mungkin kita adalah salah satu orang tua tersebut.


Menjadi orang tua adalah perjalanan hidup yang harus dilalui oleh setiap manusia. Ada yang sampai melalui dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan, ada yang melalui dengan penuh kepedihan. Dan banyak pula dari kita tak sampai menjumpai usia tua.


Ya, itulah perjalanan hidup manusia yang telah Allah Takdirkan untuk masing-masing kita. Suka tidak suka, terpaksa atau tidak, ikhlas menjalani hidup atau tidak, pada kenyataan menjadi orang tua telah kita jalani hingga saat ini.


Umur kita semakin bertambah, tapi sejatinya jatah hidup kita tinggal sisa-sisa. Kehadiran kita bersama keluarga dan anak-anak pun saat ini hanya tinggal sisa-sisa semata. Tahun berganti bulan, bulan berganti pekan dan pekan berganti dengan hari, kebersamaan kita bersama anak pun semakin berkurang. Ya, itulah kenyataan hidup yang harus kita terima dengan ikhlas dan ridho.


Menjadi sosok orang tua identik dengan bertambanya usia, menjadi orang tua identik dengan bertambahnya pengalaman hidup. Tetapi menjadi orang tua tidak identik dengan bertambah “Kedewasaan” nya. Sikap “dewasa” orang tua pada akhirnya akan melahirkan Sikap Arief dan Bijaksana, sedangkan Sikap yang “Tak Dewasa” yang ditunjukkan orang tua, pada akhirnya akan melahirkan sosok “orang tua yang ke kanak-kanakan”


Pertanyaan untuk kita bersama yakni, mungkinkah kita termasuk salah satu orang tua yang ke kanak-kanakan itu ? atau suami/istri kita yang selama ini hidup berjuang bersama kita dalam membesarkan anak-anak ternyata menjadi bagian dari “orang tua yang ke kanak-kanakan ? He he he .....Tidak perlu dijawab dan tidak perlu menuduh. Mari kita perbaiki kualitas kita atau kualitas pasangan kita saat ini jika kita mampu, tapi jika tak mampu paling tidak anak-anak kita mampu menjadi pribadi yang berkualitas dan dewasa sejak dini.


Sebagaimana dalam catatan saya sebelumnya, bahwa KEDEWASAAN ANAK DITENTUKAN DARI PROSES PENDIDIKANNYA, BUKAN DARI USIANYA. Hal ini bisa kita pahami, bahwa usia, tingkat pendidikan seseorang, status sosial seseorang TIDAK ADA JAMINAN bahwa dirinya mampu menjadi pribadi dewasa, jika proses pendidikan yang diterapkan selama ini tak mampu mendewasakannya.


Dan proses pendidikan yang mampu menghantarkan seorang anak menjadi dewasa, hanya proses pendidikan yang MENGENALKAN ANAK TENTANG KEHIDUPAN. Maka jangan heran jika sepanjang hidupnya seorang anak tumbuh hingga dewasa, bahkan telah menjadi sosok orang tua yang memiliki keluarga, tapi proses pengenalan tentang kehidupan sangat minim, bahkan tak pernah ada.


Maka bibit2 ketidak dewasaan akan terus melekat pada dirinya, hingga dirinya menjadi sosok orang tua. Maka, lahirlah SOSOK ORANG TUA YANG TAK MAMPU “DEWASA”.......Jika sosok orang tuanya sudah tak mampu dewasa, lalu bagaimana dengan generasi berikutnya ??     


Untuk, jangan anggap gampang pendidikan dasar anak2 kita saat ini, sebab sukses atau tidaknya anak-anak kita bermula dari berhasil atau tidaknya kita membangun pendidikan dasar anak-anak kita saat ini. Jangan kehilangan fokus dan salah tujuan, agar kita tidak menyesal ketika anak-anak kita tumbuh dewasa nanti 


Yuk, terus berproses menjadi orang tua yang lebih baik mulai saat ini, agar kita mampu melahirkan generasi yang kuat mental nya, kuat prinsip2 hidupnya, kokoh pendiriannya. Mental, prinsip hidup dan pendirian yang kuat, sejatinya bekal dasar yang harus dimiliki anak-anak kita saat ini.  

   

Wallahu 'alam bishowab

______________________

· MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" 

 PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)

 
YUK BANTU SHARE, Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamii
n

 

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2