__________________________
Pada catatan saya kali ini, saya ingin awali
dari perbincangan dari beberapa teman yang kebentulan anaknya di pondok
pesantrenkan. Pembicaraan ini cukup menarik untuk tema catatan saya kali ini,
pasalnya ada salah satu teman yang menyampaikan tentang proses pendidikan di
pesantren dengan pemahaman yang kurang tepat, padahal teman ini mayoritas
anaknya saat ini masih tinggal di pesantren.
Lalu apa yang menarik dari pembicaraan tersebut ? Teman ini bilang : “Kita sebagai orang tua mondokkan anak dipesantren itu kan sudah merasa bahwa kita memang tidak mampu untuk mendidik anak dengan baik. Untuk itulah anak kita pondok pesantrenkan biar mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Jadi orang tua tidak perlu dilibatkan lagi urusan pendidikan anak selama anak mondok.”
Jika kita memahami pernyataan diatas, kita bisa ambil beberapa point penting,antara lain :
- 1. Pondok pesantren seakan-akan sebagai tempat pendidikan dan pembinaan anak dari para orang tua yang tak mampu mendidik dan membina anaknya dengan baik
- 2. Ketika
anak sudah dimasukkan dalam pesantren, maka urusan pendidikan dan pembinaan
anak sepenuhnya ada di bawah pengawasan pengasuh pesantren, sehingga baik dan
buruknya anak, berhasil atau kegagalan anak murni ada dalam tanggung jawab
pengasuh pesantren.
- 3. Ketika
anak sedang belajar di pesantren, maka orang tua tidak perlu di libatkan
menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembinaan anak
Untuk itu, mari ke 3 point diatas kita bahas
satu persatu, agar kita sebagai orang tua yang saat ini anaknya mondok dipesantren
atau orang tua yang punya rencana mondokkan anak di pesantren punya pemahaman
yang jelas.
1. Pondok pesantren seakan-akan sebagai tempat pendidikan dan pembinaan anak dari para orang tua yang tak mampu mendidik dan membina anaknya dengan baik
Jika ada orang tua yang punya pemahaman bahwa pondok pesantren adalah tempat pendidikan dan pembinaan anak dari para orang tua yang tak mampu mendidik dan membina anaknya dengan baik, maka pemahanan ini adalah salah besar.
Memang, jika melihat kenyataan lapangan, banyak pula orang tua yang memahami nya seperti ini, mungkin kita salah satu orang tua tersebut. Banyak orang tua yang ketika mereka sudah tidak mampu mengatasi anaknya yang bandel, maka ujung-ujungnya anak akan dipesantrenkan. Ketika orang tua mendapati anaknya susah diatur oleh orang tuanya, maka tak segan-segan orang tua pun memberikan ancaman untuk di masukkan ke pondok pesantren. Ketika orang tua memiliki banyak anak dalam sulit memberikan perhatian satu persatu dengan baik, maka tempat yang paling mungkin untuk menitipkan anak adalah pondok pesantren.
Dalam benak orang tua seperti ini, pondok pesantren ibarat karantina anak-anak nakal dan susah diatur, dalam benak mereka pula pesantren adalah tempat untuk menitipkan dan sekaligus untuk “servis” anaknya.
Jujur harus kita akui, bahwa masih banyak orang tua yang ketika memasukkan anak dipesantren masih punya pemahaman sebagaimana diatas. Mungkin jika disurvai dan kemudian alasan orang tua masukkan di pesantren sebagaimana pemahaman di atas lebih banyak dari pada yang tidak, bisa jadi ada yang salah dari proses pendidikan anak-anak kita selama ini. Mungkin pula, anggapan bahwa pesantren tempat anak-anak terbuang, penitipan anak dan sekaligus servis anak benar adanya. Wallahu’alam bishowab
Jadi jangan salah bahwa, orang tua yang mondokkan anak di pesantren belum tentu punya latar belakang dan pemahaman yang benar tentang proses pendidikan dan pembinaan ala pesantren. Semoga kita termasuk bagian dari orang tua yang punya pemahaman yang benar ketika masukkan anak-anak kita ke pesantren, Aamiin
Kembali pada point ini yakni pondok pesantren seakan-akan sebagai tempat pendidikan dan pembinaan anak dari para orang tua yang tak mampu mendidik dan membina anaknya dengan baik
Pada catatan-catatan sebelum sudah banyak saya bahas, bahwa setiap orang tua mampu dan punya modal yang sama mendidik anak menjadi anak berkarakter (sholeh/ah), tapi tidak setiap orang tua punya modal yang sama dalam mendidik anak pintar/berbakat.
Hal ini bisa kita pahami, bahwa pondasi dasar pendidikan anak-anak kita berada pada level saat anak ada di rumah dimana anak dekat dengan orang tuanya. Dan setiap orang tua manapun dengan latar belakang apapun pasti mampu menunaikan dengan baik.
Jadi pijakan dasar anak-anak sholeh/ah harus mampu diberikan sejak dini oleh para orang tuanya dan tidak boleh tidak, sebab ini adalah bagian dari tugas pokok orang tua yang tidak bisa diwakilkan oleh siapa pun.
Sedangkan pondok pesantren adalah mitra orang tua dalam melanjutkan proses pendidikan anak-anak kita menuju arah yang lebih baik sebagaimana harapan kita sebagai orang tua, yakni anak sholeh/ah.
Jadi pesantren berdiri bukan untuk menampung anak-anak para orang tua yang tak mampu mendidik anaknya dengan baik. Pesantren hadir dengan wujud dan fungsinya sendiri yakni tanggung jawab dakwah pada masyarakat secara luas melalui pendidikan kader.
Sebagai mitra orang tua dalam mendidik dan membina anak, pengasuh pesantren tentu akan sangat ringan tugas dan bebannya jika mereka yang masuk mondok berasal dari anak-anak yang telah mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang baik dari orang tuanya saat di rumah.
Begitu pula
sebaliknya, jika yang masuk pesantren adalah anak-anak yang jauh dari proses
pendidikan anak yang baik, karena tidak terdidik dengan baik oleh orang tuanya
saat di rumah tentu pengasuh pesantren akan sangat extra memberikan perhatian.
Ini pun belum tentu berhasil, bahkan tak jarang pesantren dalam hal ini
pengasuh seringkali menjadi pihak yang paling disalahkan atas proses pendidikan
anak selama di pesantren karena tak mampu membawa anak ke arah yang lebih baik
lagi. Sudah mondok bertahun-tahun kok ngak berubah, sebenarnya kamu mondok atau
apa tho nak ....? Ujar orang tua yang tak puas dengan hasil anaknya mondok di
pesantren
2. Ketika anak sudah dimasukkan dalam pesantren, maka urusan pendidikan dan pembinaan anak sepenuhnya ada di bawah pengawasan pengasuh pesantren, sehingga baik dan buruknya anak, berhasil atau kegagalan anak murni ada dalam tanggung jawab pengasuh pesantren.
Pada point ini, banyak dari orang tua yang mondokkan anak di pesantren punya pemahaman yang salah, bahwa ketika anak mondok dipesantren seakan-akan tanggung jawab proses pendidikan anak kita berpindah yang semula orang tua ke pengasuh pesantren.
Seperti pada point sebelumnya bahwa pesantren adalah mitra orang tua dalam melanjutkan proses pendidikan dan pembinaan anak-anak kita. Pesantren bukan tempat untuk MEMBANGUN PONDASI DASAR PENDIDIKAN atau MEMPERBAIKI proses pendidikan anak-anak. Lain jika pesantren itu adalah pesantrten khusus anak-anak yatim/kurang mampu, para pengasuh selain mendidik dan membina juga membangun dan memperbaiki pondasi pendidikan anak asuhnya.
Maka, ketika orang tua masukkan anak ke pesantren tanggung jawab proses pendidikan anak itu tetap melekat pada orang tua. Jadi, berhasil atau tidak, sukses atau tidaknya anak, semua kembali pada orang tua nya sendiri ? Jadi, jangan salahkan pesantren jika pada kenyataannya proses pendidikan pesantren di mana anak kita tinggal tidak sebagaimana harapan kita. Sebab pesantren hanya sebatas mitra dan membantu para orang tua dalam mendidik anak menjadi anak sholeh/ah
Pertanyaannya yakni,
kenapa pihak pesantren tidak boleh jadi pihak yang paling disalahkan, sedangkan
anak-anak kita 24 jam tinggal dipesantren ? Jawabannya :
A. Setiap anak pada hakekatnya adalah sesuai fitroh (siap dan mampu menjadi pribadi sholeh/ah) dan setiap mereka yang dipilih oleh Allah Ta’ala menjadi pengasuh pesantren pasti akan dibimbing oleh Allah Ta’ala memiliki ilmu dan cara untuk merubah anak sesuai dengan fitrohnya.
Proses pendidikan dan pembinaan untuk anak-anak kita akan sangat sulit dan bahkan berpotensi gagal jika persoalan atau masalah itu sudah tertanam di rumah jauh sebelum anak mondok dipesantren. Bibit persoalan/masalah yang membuat anak gagal mondok itu sudah tertanam sangat dalam saat ada di rumah.
Kalau sudah seperti
ini masalahnya, bahwa inti masalah adalah saat di rumah, biasanya pengasuh
pesantren akan sangat kesulitan merubah anak menjadi lebih baik lagi (
....catatan berikutnya, Insya Allah : Inti masalah anak ujung-ujungnya akan
kembali pada sosok ayahnya)
B. Mondokkan anak itu adalah pilihan orang tua, namanya pilihan orang tua punya hak penuh kemana anak mau dipondokkan. Dan setiap orang tua pasti punya banyak pertimbangan dan niat yang baik untuk masa depan anak-anak nya.
Mau mondokkan ditempat pondok yang mewah dan fasilitas komplit silahkan, mau mondok di pesantren modern atau sederhana juga terserah orang tua. Pada intinya, mondokkan anak dipesantren 24 jam semua kembali pada orang tua, sedangkan pesantren hanya sekedar menerima santri/wati yang diamanahkan pada pesantren saja.
Untuk itu, setiap
orang tua harus paham dan mengerti betul bagaimana pesantren yang menjadi
tujuan untuk menetapkan anak-anak kita mondok. Jangan sampai orang tua salah
menempatkan anak-anaknya dipesantren yang salah, sebab bagaimana pun tanggung
jawab pendidikan tetap masih melekat pada orang tua
........................Bersambung
.jpg)


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu