CATATAN 65 : UNTUK APA ANAK KITA MONDOK DI PESANTREN (Bagian 03) / Oleh : Nashrullah Jumadi

  

Kemudian ada pertanyaan, ketika anak-anak kita mondok di pesantren selama 24 jam, lalu bagaimana kontribusi kita terhadap proses pendidikan dan pembinaan anak kita ? Kontribusi orang tua bisa langsung atau tak langsung, baik material maupun non material. Kontribusi yang bisa kita berikat, antara lain :


  • 1.    Pertama, yakni berikan do’a kita yang terbaik selama anak mondok di pesantren agar anak mampu menjalani kehidupan di pondok pesantren dengan baik. Kontribusi do’a terbaik Insya Allah setiap orang tua pasti melakukannya dan mampu menjalani dengan baik 
  • 2.   Kedua, kontribusi dalam hal dana bagi kelangsungan proses belajar anak-anak kita, khususnya yang terkait dengan proses belajar anak secara langsung, misalkan buku, makan harian, alat kebersihan dll, bukan yang terkait dengan kenyamanan belajar atau tinggal. Kontribusi dana ini pun tidak mutlak ada, sebab masing-masing orang tua punya kemampuan finasial yang berbeda satu sama lainnya. Terlebih lagi banyak pula hadir saat ini ponpes yang biaya mondok nya semampunya dan gratis untuk anak yatim/kurang mampu 
  • 3.   Ketiga, ini kontrubusi yang paling penting yang harus dan mampu dijalani orang tua selama anaknya mondok di pesantren. Jika anak kita tinggal 24 jam di pesantren sudah pasti interaksi langsung dan komunikasi dengan orang tua akan berkurang tidak sebagaimana saat anak di rumah. Sekalipun demikian, orang tua masih bisa berkontribusi pada proses pendidikan dan pembinaan anak-anaknya selama 24 jam di pesantren.  
  • Lalu bagaimana caranya ? caranya yakni MENGIRINGI PERJUANGAN ANAK KITA untuk menjadi pribadi sholeh/ah di pesantren DENGAN PERUBAHAN ORANG TUA

 

Dari ke 3 kontribusi di atas ini, yakni do’a, dana dan mengiringi perjuangan anak. Kontribusi ke 3 ini yang paling berat dijalani sebab seringkali orang tua tak siap dan mampu menjalaninya. Pada kontriubusi ini memang tidak mengharuskan sama persih dengan apa yang dilakukan anak di ponpes, tapi paling tidak antara anak dan orang tua punya komitmen dan motivasi untuk berubah menjadi lebih baik lagi.


Jika anaknya mondok di pesantren belajar untuk bisa ngaji dengan baik, seharusnya orang tua mengiringi perjuangan anaknya yang belajar ngaji dengan mulai belajar ngaji sesuai kemampuan. Jika anaknya di pesantren di haruskan bangun subuh bahkan sebelum subuh, maka seharusnya orang tua siap dan mampu mengiringi perjuangan anaknya dengan dirinya membiasakan bangun subuh dan sholat berjama’ah ke masjid. Orang tua harus terus mengiringi perjuangan anaknya, agar anak-anak kita bisa sukses dan tidak merepotkan selama dalam asuhan orang lain. 

Kontribusi ini, sangat sederhana dan tidak perlu biaya untuk bisa menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembinaan anak-anak kita secara tak langsung selama di pondok pesantren. Tapi, sekalipun sederhana dan tak membutuhkan biaya, seringkali orang tua tak mampu menjalani nya. 


Padahal, sejatinya kontribusi inilah yang paling banyak dibutuhkan oleh para pengasuh ponpes agar mampu dan kuat mendidik anak-anak kita yang barangkali anak-anak kita tergolong anak-anak yang nakal, malas,susah diatur dll. Kontribusi ini sejatinya memerikan pengaruh luar biasa pada anak untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik dan mempermudah pengasuh mendidik anak-anak kita 


Sayangnya, banyak dari orang tua tak memahami pentingnya kontribusi ini pada anaknya di pesantren, akhirnya proses pendidikan dan pembinaan anak selama di pondok tidak mampu memberi pengaruh yang baik pada diri anak, orang tua dan lingkungannya. Bahkan tak jarang, anak saat pulang ke rumah justru memliki prilaku dan sikap yang jauh dari apa yang selama ini dijalaninya di ponpes. 


Terlebih lagi jika anak-anak kita sebelum masuk ponpes termasuk bagian anak-anak yang tak terdidik dengan baik saat di rumah, maka proses pendidikan dan pembinaan di ponpes seakan-akan tidak ada manfaatnya sebab saat balik ke rumah, anak kembali menunjukan prilaku dan sikap aslinya  


Anak saat dipesantren sangat rajin bangun pagi dan mengaji, tapi ketika di rumah justru malas-malasan. Di rumah anak sering begadang, main hp melulu dll. Perubahan anaknya menjadi sholeh/ah tidak diiringi oleh perubahan orang tua mereka menjadi orang sholeh/ah pula. Orang tua tak menciptakan lingkungan yang baik ala pesantren bagi anak-anaknya saat dirumah. Semua itu karena orang tua tak mau belajar dan berubah walaupun anak-anaknya telah mondok di pesantren. 


Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa tidak ada jaminan anak mondok di pesantren otomatis menjadi anak yang sholeh/ah, jika tidak diiringin dengan perubahan orang tua menjadi pribadi sholeh/ah pula kecuali yang dirahmati Allah Ta’ala. 


Dari sini ada hubungan yang kuat antara proses pendidikan anak saat di rumah dengan proses pendidikan dan pembinaan anak di pesantren. Kalau boleh di kelompokkan sebagai berikut :


  1. a.  Anak yang TERDIDIK DENGAN BAIK saat di rumah, kemudian proses pendidikan itu dikuatkan dan ditambah oleh pihak pesantren, Insya Allah akan menghasilkan anak-anak pilihan. Dan ketika anak kembali ke rumah pada saat liburan/telah lulus mondok, rumah dan lingkungan sekitar tak bisa memberikan pengaruh apapun pada anak, tapi justru anak mampu memberikan warna lebih saat di rumah dan lingkungannya dengan sikap dan prilaku baiknya 

  1. b.  
    Anak yang saat ada di rumah sebelum mondok KURANG/TIDAK TERDIDIK DENGAN BAIK, kemudian proses pendidikan itu ada yang dikuatkan, ditambah dan ada pula yang dibangun oleh pihak pesantren. Akan menghasilakan anak-anak yang bisa baik dan bisa tidak, semua tergantung sejauhmana orang tua MAU MENGIRINGI PERJUANGAN ANAK nya selama mondok dengan PERUBAHAN DIRINYA Menjadi pribadi yang baik pula. 

Maka, ketika anak kembali ke rumah pada saat liburan/telah lulus mondok semua tergantung orang tua mampu menciptakan iklim yang baik atau tidak. Jika orang tua mampu maka anak akan menjadi baik insya Allah sekalipun pada saat sebelum mondok bukan hasil pendidikan yang baik, tapi begitu pula sebaliknya jika orang tua enggan berubah, maka bisa jadi anak tak mampu mempertahankan diri menjadi anak yang baik selama mondok  


Dari sini bisa kita ambil pelajaran bersama bahwa SEJATINYA KEBERHASILAN ANAK MONDOK ditentukan bukan pada saat anak di pondok pesantren, tapi ditentukan PADA SAAT ANAK ADA DI RUMAH BERSAMA ORANG TUA 

      

Wallahu 'alam bishowab

________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" 

PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA

DAPATKAN BUKU : SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

 

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2