Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan yang secara riel telah menjadi bagian dari proses pendidikan masyarakat muslim di Indonesia. Keberadaan pesantren tidak bisa dipungkiri kontribusinya bagi bangsa ini, khususnya pada awal berdirinya negara ini. Ingat bahwa, pesantren adalah bagian dari perjalanan sejarah bangsa ini.
Maka model pendidikan pesantren, sudah bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat muslim di Indonesia. Bahkan seiring dengan perjalanan waktu, sistem pendidikan yang ada di pesantren terbukti mampu menjawab kemajuan jaman saat ini. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya para orang tua yang dengan penuh kesadaran dan kerelaan memasukkan anak-anak mereka ke pondok pesantren saat ini.
Sekalipun demikian, tidak setiap orang tua yang minat dan ingin anaknya menimba ilmu di pesantren memahani bagaimana dinamika sistem pendidikan pesantren yang ada saat ini dan mengharuskan seorang anak tinggal 24 jam di pondok pesantren. Karena tidak paham atau belum tahu, pada akhirnya perjalanan menimba ilmu di pesantren justru tidak menjadikan anak mendapatkan proses pendidikan yang terbaik sebagaimana seharusnya.
Salah satu persoalan bagi kebanyakkan orang tua yang ingin mondokkan anak di pesantren yakni tidak paham atau tidak tahu KAPAN KIRA-KIRA ANAK SEBAIKNYA MULAI MONDOK DI PESANTREN, khususnya bagi orang tua yang baru pertama kali mondokkan anak dipesantren
Jika kita berbicara KAPAN KIRA-KIRA ANAK SEBAIKNYA MULAI MONDOK DI PESANTREN ? Tidak ada acuan yang jelas,kapan waktu yang terbaik anak mondok di pesantren. Setiap kita atau pesantren tentu punya cara pandang, argumentasi, alasan dan latar belakang berbeda-beda jika dimintai pendapatnya, kira-kira kapan anak bisa mulai mondok di pesantren. Kalau boleh saya berpendapat, menurut saya pribadi, boleh sepakat dan boleh tidak ya ? Bahwa proses pendidikan anak menuju ke pesantren terbagi menjadi beberapa fase, yakni :
1. Fase Awal (Dasar)
2. Fase Pertengahan (Fase Transisi)
3. Fase Akhir (Kematangan anak mondok di pesantren)
Fase ini adalah bagian proses pendidikan anak yang akan mondok di pesantren agar perjalanan anak kita selama mondok di pesantren mampu menghasilkan proses pendidikan yang baik, yakni proses pendidikan yang tidak menghilangkan fitroh anak, tidak mengabaikan hak-hak anak kita, tidak memisahkan anak dengan orang tua dan lingkungannya dll. Fase-fase ini sangat penting untuk kita pahami, agar kita punya jawaban yang jelas kapan kira-kira anak kita bisa mulai mondok di pesantren ?
Karena tidak pahamnya fase ini, jangan sampai para orang tua hanya bermodalkan semangat dan nekat semata pada saat mondokkan anak di pesantren, kenapa ? sebab sekalipun anak tinggal di pesantren tetap ada hak anak-anak kita yang ngak boleh kita abaikan begitu saja. Dan hak itu adalah MEMBERIKAN PENDIDIKAN YANG BAIK untuk anak kita
Sebagaimana hak anak lainnya semisal makan, minum, berpakaian, hak untuk dinasehati, di kasih contoh yang baik dll MEMBERIKAN PENDIDIKAN YANG BAIK adalah bagian dari hak anak-anak kita. Entah, anak masuk pesantren atau tidak, memberi pendidikan yang baik adalah hak dasar yang harus diberikan pada anak-anak kita, terlebih lagi jika mereka akan masuk di pondok pesantren.
Fase-fase ini jika mampu dilalui dengan baik, tentu hasil dari proses pendidikan anak saat mondok di pesantren jauh akan lebih baik, dari pada yang tidak melalui nya. Lalu apa kira-kira fase proses pendidikan anak menuju ke pesantren itu, yakni :
*1. Fase Awal (Dasar) (Pra mondok) atau usia 0 s/d Lulus SD/MI*
Fase ini adalah pra mondok, maknanya bahwa anak-anak pada fase ini lebih baik mereka berada dekat dengan orang tuanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki orang tua. Kenapa ?
a. Pada fase ini adalah fase dimana pendidikan berbasis fitroh (proses pendidikan yang tidak bertentangan fitroh anak) bisa diterapkan dengan baik. Sedangkan fitroh seorang anak itu sendiri dari dulu, saat ini maupun nanti cenderung sama yakni dekat dengan orang tua mereka.
Sehingga bisa dipahami bahwa jika ada model pendidikan yang menjauhkan seorang anak dari orang tua dan lingkungan terdekat (anak yang masih kecil), maka proses pendidikan itu pada akhirnya akan memberikan dampak buruk bagi mental, sikap dan prilaku anak nantinya.
b. Pada fase ini waktu seorang anak harus lebih banyak bersama orang tuanya, sehingga mendidik anak berkarakter bisa langsung diperankan oleh setiap orang tua. Pada fase ini pula adalah kesempatan orang tua memberikan hak-hak anak dengan baik sesuai dengan kemampuannya
Pada fase ini sebaiknya anak tidak di pondok pesantrenkan yang mengharuskannya tinggal 24 jam dan berpisah dengan orang tuanya, sehingga anak bisa lebih dekat dengan orang tua di rumah. Apa pun yang terjadi pada anak, seorang anak pada fase ini jauh lebih nyaman untuk mendapatkan perhatian dan pendidikan saat mereka bersama orang tua dari pada pengasuh pesantren.
Kecuali anak yatim/piatu yang tidak ada orang tua/wali yang mampu memberikan pendidikan yang baik, terkadang Mondok di pesantren adalah pilihan yang paling tepat untuk mereka, Wallahu 'Alam bishowab
Fase ini adalah bagian penting untuk meletakkan pondasi dasar pendidikan anak sebelum anak benar-benar mondok dan setiap orang tua pun mampu melakukannya, sehingga orang tua harus bisa memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik mungkin untuk membangun pondasi dasar anak-anaknya.
Fase ini adalah fase yang paling penting bagi proses pendidikan karakter anak kita kedepan, tapi sayangnya terkadang banyak orang tua karena terlalu bersemangat agar anaknya bisa hafal qur’an 30 Juz atau menjadi seorang yang alim akhirnya anak masih usia dini pun di pondok pesantrenkan.
Orang tua berdalih semua itu dilakukan demi masa depan anak kelak, seorang anak yang masih kecil tentu hanya bisa pasrah atas keputusan orang tua dan tak berani untuk menolaknya. Bahkan lebih ironis lagi, orang tua nekat anaknya di pondok pesantrenkan karena dianggap sebagai beban orang tuanya selama ini.
Memondokkan anak di pesantren pada fase ini bukan persoalan yang sederhana bagi perkembangan karakter anak ke depan, akan banyak konsekwensi yang harus diterima nantinya, baik bagi anak maupun orang tua sendiri.
Banyak kasus lapangan menjadi bukti bahwa anak-anak yang di pondok pesantrenkan pada usia dini selain proses pendidikan bertentangan dengan fitroh anak, hak-hak anak biasanya banyak yang diabaikan, belum lagi kebosanan menuntut ilmu akan dirasakan oleh seorang anak. Disaat anak kita menginjak remaja/dewasa, masa di mana anak mulai produktif dan berkembang, justru anak mulai bosan belajar dan mengembangkan potensinya.Naudzubillahi min dzalik
Bahkan ada yang lebih para dari sekedar contoh diatas, ada anak yang saat kecil sudah mondok di pesantren dan jauh dari orang tua, ketika telah menginjak dewasa, justru anak ini tidak mau menginggalkan orang tua, dia ingin tetap bersama orang tuanya terus, seakan-akan dirinya ingin mengganti masa kecil yang hilang dulu saat mondok di pesantren.
Anak yang mondok di pesantren bisa jadi lebih pintar dari anak seusia nya, tapi tidak ada jaminan karakter anak juga menjadi lebih baik. Proses pendidikan yang bertentangan dengan fitroh anak, mengabaikan hak anak, tidak memahami prilaku anak dll pada akhirnya akan melahirkan proses pendidikan yang buruk bagi anak, sekalipun anak menjalani proses pendidikan anak ala pesantren.
Untuk itu, jika anak kita di panning mondok dipesantren setelah lulus SD/MI sebaiknya orang tua mempersiapan anak dengan baik saat mereka ada bersama orang tuanya. Bangun pendidikan dasar anak dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan orang tua, jika kita telah maksimal membangun pondasi dasar anak-anak kita dengan baik, maka selanjutnya biarlah kekurangan kita selama mendidik anak bisa dilanjutkan oleh pesantren nantinya.
Jika pada fase ini mampu kita manfaatkan dengan baik, pada akhirnya pesantren adalah mitra hebat orang tua untuk mendidik anak kita yang hebat. Pesantren berfungsi menguatkan apa yang telah baik dan menambah apa yang kurang selama anak mendapatkan pendidikan dasar dari orang tua mereka di rumah.
*2. Fase Pertengahan (Fase Transisi)*
Fase ini adalah fase lanjutan dimana anak yang telah mendapatkan pendidikan dasar dari orang tua mulai masuk dan beradaptasi hidup di pesantren. Fase ini adalah fase transisi antara fase awal (dasar) dengan Fase akhir (Kematangan) anak mondok.
Pada fase ini, fase yang rawan bagi perkembangan seorang anak sebab biasanya pada fase ini anak akan melewati masa baligh nya. Sehingga membutuhkan perhatian yang serius untuk anak. Sekalipun ini adalah fase lanjutan anak mondok, orang tua harus tetap bijak dalam mempertimbangkan anak mondok di pesantren. Karena ini bagian dari memberikan pendidikan yang baik untuk anak kita.
Ketika pada fase ini anak siap mondok, paling tidak ada beberapa hal penting yang harus di pertimbangkan orang tua, antara lain :
a. Cari ponpes yang sekiranya bisa meneruskan proses pendidikan yang telah kita bangun selama ini saat di rumah (jangan fasilitas dan kemewahan ponpes menjadi dasar kita mondokkan anak)
b. Tempatkan ponpes yang proses pendidikannya tidak bertentangan dengan fitroh anak, tidak mengabaikan hak anak dan memahami prilaku anak kita, sehingga anak mendapatkan jaminan pendidikan yang baik. Untuk itu kenali pengasuh ponpes dan konsep pendidikannya dengan baik.
c. Pilihlah ponpes yang tidak jauh dari orang tua/mampu dijangkau dengan baik oleh orang tua ketika ingin ketemu dan menjemput anak, sehingga anak sekalipun mondok masih dalam pantauan orang tua
Pada fase ini KH memberikan kesempatan pada setiap anak utk berubah menjadi lebih baik, karakter yang belum matang, kebiasaan amal Yaumi yang masih blum baik sebisa mungkin dibantu dengan sebaik-baiknya.
Bahkan bberapa kasus anak kabur dan keluar dari pondok KH, kita pum masih membuka pintu utk bisa Mondok lagi di KH, asal siap berubah menjadi lebih baik
Pada fase ini ponpes harus bisa menjadi Mitra, sahabat, teman, anak bagi para santri nya
Pada fase ini kalau boleh saya ibaratkan, orang tua yang mondokkan anak ke pesantren ibarat main layanan. Layangan kita naikkan pelan-pelan mengikuti hembusan angin, kemudian kita lepaskan tali layanan pelan-pelan. Jika ada masalah layanan bisa diturunkan lagi, kemudian di terbangkan lagi ke langit.Setelah anak benar-benar siap terbang tinggi, baru layanan kita lepaskan untuk terbang sertinggi-tingginya
*3. Fase Akhir (Kematangan anak mondok di pesantren)*
Wallahu 'alam bishowab
________
MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA
DAPATKAN BUKU : SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu