Orang bilang cita-cita itu ditangan pemuda, ungkapan tidak hanya sebatas lisan semata, tapi semua orang pun mengakui bahwa cita-cita yang besar ada ditangan pemuda. Maka apabila ada orang atau lembaga yang memiliki cita-cita kedepan sangatlah tergantung dari para pemudanya, kalau pemudanya loyo ya.......sudah dipastikan lembaga/organisasi itupun akan mengalami nasib yang sama, tapi sebaliknya jika pemudanya berdedikasi tinggi dan bersemangat, maka cita-cita tinggal menunggu waktu untuk terwujud. Begitu pula dengan cita-cita perjuangan Islam, peran pemuda sangat penting.
Lalu....yang jadi pertayaan kita saat ini,
adakah para pemuda Islam yang bersemangat itu ? Jawaban atas pertanyaan
tersebut diatas bisa kita lihat dilingkungan masjid-masjid kita hari ini,
karena masjid adalah merupakan basis pengkaderan ummat yang sesungguhnya,
sebagaimana Rasulullah Saw., pun telah menjadikan masjid sebagai central
aktivitas Islam, hingga melahirkan para generasi pilihan. Maka, kalau di masjid
kita saat ini tak nampak para mpemuda, maka hal ini mengindikasikan bahwa
masjid tersebut telah mengalami kemunduran dan tidak memiliki cita-cita yang
jelas dalam membangun ummatnya, yang ada hanya rutinitas ibadah dan kegiatan semata,
tanpa memiliki ruh dan mampu memberikan perubahan yang berarti pada ummat .
Ya..........semangat para pemuda
.......itulah yang sedang kita cari saat ini, kita mendambakan generasi yang
mampu berbuat untuk ummatnya demi mengharapkan ridlo Allah Swt semata, tapi
sayang pemuda semangat saat ini telah langka kita temuka. Oh ........pemuda
Islam yang bersembunyi, di mana kau kini......, mengapa masjid tidak kau
datangi, tapi jutru kau jauhi .....? Di mana kau pemuda, mengapa kau terdiam
.....? Kini Islam dan masjidmu sangat membutuhkanmu .......... Lantunan harapan
untuk pemuda diatas barangkali adalah salah bentuk kepedihan dan sekaligus
keprihatinan kita, melihat pemuda Islam kita hari ini yang jauh dari masjidnya.
Kalau kita mau jujur......banyak pemuda
Islam sekitar masjid yang baik akhlaq dan prilakunya, mereka juga tidak
terlibat dengan banyak kemungkaran, tapi mengapa mereka tidak tampak di masjid
....?Di masjid jarang kita temukan, ditempat kumpulan preman dan tempat
maksiatpun tidak terlihat ??? Ya........mungkin inilah yang dikatakan
Pemuda/remaja masjid dipersimpangan jalan, binggung untuk melangkah, datang dan
beraktivitas masjid pun segan, berkumpul dengan kemaksiatanpun enggan. Akhirmya
pemuda kita linglung entah kemana mau melangkah.
Fenomena ini seharusnya tidak perlu
terjadi, seandainya kita bisa memperlalukan para pemuda Islam dengan perlakuan
yang tepat, membina, mendampingi, membimbing dan mendorong mereka untuk maju
dan berprestasi, sehingga ummat dan masjid pun tidak kehilangan amunisi tenaga
dan Estafet perjuangan Islam. Gegap gempita dan meriahnya masjid dihari- hari
besar Islam atau saat bulan Ramadhan tiba, bukanlah kemeriahan semu dan menipu,
atau kemeriahan yang dipaksakan, bahkan dengan menghabiskan dana yang begitu
besar, tapi adalah kemeriahan itu adalah kemeriahan yang sesungguhnya, yang
berawal dari kesadaran dan kepeduliaan.
Dan perlu diingat, bahwa perlakuan saja
ternyata tidaklah cukup, tapi harus mampu menjadikan Pemuda/Remaja Islam masjid
menjadi bagian yang utuh dari masjid, bukan hanya pelengkap semata, disaat kita
menghajadkan acara besar yang butuh tenaga dan energi, kitapun bergegas-gesar
mencari-cari pemuda/remaja Islam masjid, tapi setelah acara selesai
pemuda/remaja pun tak sadar kita tinggalkan, dan ironisnya menjadikan
pemuda/remaja Islam hanya sebatas pelengkap seringkali kita ulang terus menerus
dan tahun ketahun, tanpa ada perbaikan dan pendekatan yang tepat.
Apa yang saya tulis ini bukanlah tanpa
fakta, karena memang pemuda/remaja Islam saat ini peran dan kiprahnya baru
sebatas pelengkap semata. Kalau anda tidak percaya, coba renungkan, dari sekian
kebijakan dan program yang ada dimasjid, sangat jarang bahkan tidak pernah
melibatkan pemuda/remaja Islam untuk mengambil peran, yang ada hanya perintah
atau program yang sudah jadi dan siap dilaksanakan, baik itu Hari Raya Qurban,
Pembangunan masjid, Kegiatan Romadhan dll. Begitu pula dalam setiap musyawarah
masjid,kebanyakan masjid jarang ada wakil pemuda yang diikutkan, untuk
berargumentasi dan berpendapat, bahkan jika perlu ide dan gagasan anak muda
Islam disepakati dan dijalankan bersama, jika ide itu baik dan realistis. Tapi
kenyataannya, para pemuda yang terabaikan keinginan dan harapannya untuk
membangun ummat melalui masjid, dan tak jarang ketika berbeda pendapat, sikap
otoriter (merasa berkuasa) pun dijadikan senjata ampuh untuk meredam semangat
dan kepeduliaan pemuda.
Oh ........pemuda yang bersemangat, jangan
patah semangat untuk terus berjuang, karena setiap langkah kita untuk beramal
guna memperbaiki ummat, kebaikkan dan manfaat dari setiap usaha dan pengorbanan
kita sesungguhnya akan kembali pada diri kita sendiri. Dan pasti Allah Swt akan
memberiakan balasan yang baik pada kita. Semoga cita-cita dan perjuangan Islam
akan terwujud ditangan kita para pemuda, Amiin
Wallahu a’am bishowab
Kita harus mampu menjadikan Pemuda/Remaja Islam masjid menjadi bagian yang utuh dari masjid, bukan hanya pelengkap semata, disaat kita menghajadkan acara besar yang butuh tenaga dan energi, kitapun bergegas-gesar mencari-cari pemuda/remaja Islam masjid, tapi setelah acara selesai pemuda/remaja pun tak sadar kita tinggalkan, dan ironisnya menjadikan pemuda/remaja Islam hanya sebatas pelengkap seringkali kita ulang terus menerus dan tahun ketahun, tanpa ada perbaikan dan pendekatan yang tepat.


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu