Tema diatas menjadi pembahasan tulisan
sy kali ini, pasalnya banyak kasus lapangan, khusus nya di KH, anak gagal
mondok karena TIDAK RIDHO NYA SEORANG IBU. KH menjadikan KERIDHOAN ORTU syarat
ke 2 bagi anak yang akan mondok. Adapun syarat ke 1 yakni NIAT YANG LURUS INGIN
MONDOK DI KH
Kelihatannya sepele, tp jika tidak ada keridhoan kedua orang tuannya, se siap atau se nyaman apapun anak pasti akan keluar juga dari ponpes alias gagal mondok. Maka jika, anda punya anak yang nantinya mau anda pondok pesantren kan, siapkan NIAT dan KERIDHOAN mu sejak saat ini. Belajar menjaga NIAT YANG LURUS dan sekaligus belajar untuk RIDHO.
Mengapa anak yang akan mondok harus dapat Ridho orang tuannya ? Ya, karena mereka masih punya orang tua, beda jika anak dalam kondisi yatim/piatu. Selain itu, sehebat apapun pengasuh ponpes dalam mendidik anak, dia tetap sebagai seorang pengasuh saja, bukan orang tua yang diamanahi anak mu oleh Allah Ta'alla. Pengasuh punya tanggung jawab sendiri dihadapan Allah Ta'alla terhadap anak2 mereka sendiri
Jika hari ini, mereka berjibaku mendidik anakmu agar menjadi pribadi sholeh/ah, itu tak lain karena mereka punya kewajiban dakwah atas keilmuan dan kemampuan yang telah Allah Ta'alla berikan pada mereka, selain itu memang mereka adalah pribadi yang terpilih oleh Allah Ta'alla utk mendidik anak2 kita di pesantren. Ya, namanya terpilih, apapun yg dilakukannya pada akhirnya tetap jadi pengasuh pesantren juga, mau tidak mau, suka atau tidak sukam Allah Ta'alla telah memilihmu
Untuk itu, orang tua tetap tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Lalu bagaimana keridhoaan itu bisa kita jalani dengan baik ? Ketika anak masuk ponpes dan merasa nyaman, maka harus diiringi dengan KERIDOAAN ORANG TUANNYA dalam hal ini Bapak/Abi nya. Apakah cukup hanya keridhoan seorang bapak/Abi saja ? Tidak ...
Keridhoan itu berlanjut dengan KERIDHOAAN SEORANG ISTRI ATAS KEPUTUSAN SUAMI NYA. Akan lebih bagus lagi jika Anak siap mondok, suami dan istri sama2 ridho anaknya mondok di KH. Tapi jika tidak, misalkan suaminya saja yang ridho dan istri tidak/kurang sepakat anaknya mondok. Maka seharusnya istri cukup ridho saja dengan keputusan yang diambil suaminya (walaupun dirinya tidak sepakat)
Keridhoan istri, menjadi bagian dari ketaatan pada suaminya.Dan ketaatan pada suaminya adalah bagian ketaatannya pada Allah Ta'alla. Ya, memang berat utk ridho dengan apa2 yang tidak disukai, apalagi ketaatan istri pada suami saat ini bagaikan barang yang langka
Terlebih lagi jika seorang istri lebih hebat segala2 dari suaminya, lebih kaya, lebih pintar, lebih cantik, lebih sukses dll dibandingkan dengan suaminya, maka utk sekedar taat pada suami akan menjadi perjuangan terberat seorang istri
Maka, jangan heran jika pada akhirnya kita temukan kasus, anak gagal mondok karena Istri yang tidak taat pada keputusan suaminya, bahkan tidak cukup sampai disitu. Dirinya juga tak jarang mengintervensi dan membatalkan apa yang telah diputuskan sang suami. Akhirnya suaminya kalah dan berakhibat anaknya di tarik dari ponpes (alias tidak jadi mondok)
Sungguh ironis, jika melihat kenyataan
seperti ini, padahal anak sebelumnya nyaman2 saja mondok dan menikmati
kehidupan pondok pesantren, akhirnya harus menjadi anak yang gagal mondok,
hanya karena ulah orang tuanya.
Wallahu 'alam bishowab
______________________
.jpg)

Alhamdulillah
BalasHapusPosting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu