Tema ini saya angkat kembali untuk sekedar
mengingatkan dan mengulang pada catatan saya sebelumnya. Sekaligus menguatkan,
begitu pentingnya mendidik anak menjadi anak sholeh/ah saat ini.
Sebagaimana pada catatan saya sebelumnya, bahwa mendidik anak menjadi anak sholeh/ah sejatinya sangat sederhana dan mudah dilakukan. Maknanya, bahwa setiap orang tua yang telah Allah Ta’alla takdirkan punya amanah anak dipundaknya, PASTI MAMPU dan BISA mendidik anak-anak mereka menjadi anak sholeh/ah.
Pertanyaannya mengapa sederhana dan mudah ?
1. Bahwa
tujuan Allah Ta’alla mengamanahkan anak pada orang tua ketika ada di dunia, tak
lain dan tak bukan agar anak tersebut di didiknya menjadi anak sholeh/ah. Maka
tugas pokok orang tua yakni mendidik anak menjadi anak sholeh/ah, sedangkan
yang lainnya sifatnya tambahan dan bonus semata
2. Karena
orang tua, adalah hamba Allah Ta’alla, maka dalam MENDIDIK ANAK MENJADI ANAK
SHOLEH/AH, SEJATINYA ORANG TUA PUNYA MODAL YANG SAMA, sebagaimana derajat
ketakwaan seseorang, semua orang atau hamba Allah sejatinya mampu menggapai
derajat taqwa.
Untuk itu, orang tua yang kaya/miskin, punya pendidikan tinggi atau tidak, seorang pejabat atau kalangan rendahan dll, punya peluang dan potensi yang sama untuk mendidik anak menjadi anak sholeh/ah
3. Kreteria
anak sholeh/ah yang menjadi target pencapaian yang harus diraih setiap orang
tua pun mudah sekali untuk diraih. Adapun kreteria itu, antara lain :
- · Anak
yang berkarakter PASTI MEMILIKI PRINSIP2 DASAR ISLAM YANG LURUS, maka
menanamkan Tauhid pada Allah Ta’alla adalah keharusan dan wajib bagi setiap
orang tua
- · Memiliki
kebiasaan sebagaimana orang2 sholeh/ah terdahulu, yakni AMAL YAUMI SEORANG
MUSLIM/AH yang dijalankan dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan keistiqomahan
- · Memiliki
ADAB YANG BAIK, Adab pada Allah Ta’alla dan RasulNya, ada pada sesama manusia
dll
- · Memiliki
AKHLAQ YANG TERPUJI, santun, jujur, sabar, pemaaf, tidak sombong, peduli pada
orang lain dll
- · MEMILIKI KECINTAAN DAN BEKAL2 AL QUR’AN, yang tertanam dengan baik pada anak2 kita. Minimal anak cinta membaca Al Qur’an, jika mampu hafal 30 Juz Alhamdulillah
4. Dan
hebatnya lagi, Masya Alllah .....Untuk mendidik anak memiliki kreteria
sebagaimana point 3 diatas semua bisa diusahakan secara GRATIS, tidak perlu
sarana prasarana yang megah dan biaya yang banyak. Sebagaimana Nabi Ibrahim
Alaihissalam mendidik putranya Ismail Alaihissalam tidak ada kemewahan dan
kemapanan. Tapi, mampu menanamkan pondasi anak-anak sholeh/ah dengan baik.
Lantas jika kita bertanya, model pendidikan kita yang mahal dengan fasilitas yang mewah dll untuk apa ? Fasilitas dan biaya yang banyak lebih pas untuk mendidik anak menjadi anak pintar dan berbakat, tapi tidak untuk anak sholeh/ah.
Maka, mendidik anak sholeh/ah itu lebih tepat di rumah dibawa asuhan langsung orang tuanya. Orang tua yang lebih pas menanamkan pondasi dasar pendidikan anak-anaknya, sedangkan ponpes bersifat melanjutkan apa yang telah dibangun orang tua ......
Ke 4 hal yang saya sampaikan di atas
memberikan pemahaman pada kita, bahwa mendidik anak menjadi anak sholeh/ah
sejatinya sederhana dan mudah dilakukan oleh setiap orang tua. Maka, seharusnya
TIDAK ADA ALASAN ORANG TUA GAGAL MENDIDIK ANAK NYA MENJADI ANAK SHOLEH/AH,
apalagi semua fasilitas dan kemudahan yang kita dapatkan saat ini pun
hakekatnya juga dari Allah Ta’alla.
Karena mudah itulah, Allah Ta’alla akan minta
pertanggung jawaban pada kita orang tua, khususnya seorang ayah. Sebab ibarat
kapal yang sedang berlayar, seorang ayah adalah nahkoda kapal yang
sesungguhnya. Kapal mampu mengarungi badai dan bisa selamat sampai
tujuan/dermaga atau tidak, semua kembali pada sang nahkoda kapal, yakni sang
ayah
MENDIDIK ANAK MENJADI ANAK SHOLEH/AH ITU SEJATINYA SEDERHANA DAN MUDAH, TAPI MENGAPA BANYAK ORANG TUA YANG GAGAL ? .......
Ada beberapa faktor kenapa orang tua sampai bisa gagal mendidik anak menjadi anak sholeh/ah, faktor2 itu, antara lain :
1. Barangkali pada diri orang tua KURANG IKHLAS diamanahi anak, sehingga anak dianggap sebagai beban orang tua atau punya anak hanya sekedar biar dikatakan sama dengan lainnya. Keikhlasan orang tua adalah kunci kesuksesan mendidik anak menjadi anak sholeh/ah
2. ORIENTASI DUNIA LEBIH DOMINAN dalam mendidik anak, sehingga orang tua menjadikan sandaran dirinya untuk mencapai kesuksesan. Maka, orang tua akan lebih merasa kecewa jika anak tak mampu mendapatkan nilai baik di sekolah/ponpes nya dari pada anak tak bisa bangun pagi untuk sholat subuh berjama’ah (bagi laki2). Orang tua akan sangat marah, jika anak tak mau belajar dengan baik, dari pada ketika anak tak membaca Al Qur’an dll
3. Orang
tua ENGGAN BELAJAR DAN BERUBAH demi kebaikkan anak, sebab mendidik anak
sholeh/ah itu sangat membutuhkan dukungan penuh orang tuanya, khususnya seorang
ayah. Orang tua yang enggan belajar dan berubah, biasanya dirinya akan gagal
mendidik anak sholeh/ah.
Contoh sederhananya, jika orang tua ingin anaknya bisa bangun pagi untuk menunaikan sholat subuh berjama’ah ke masjid, maka orang tua harus siap belajar dan berubah pula dari kebiasaannya selama ini (misalkan biasa begadang malam tanpa tujuan). Orang tua harus belajar untuk meninggalkan kebiasaan bergadang malamnya demi bisa mendidik anaknya sholat subuh berjama’ah ke masjid.
Inilah faktor2 yang menjadi sebab, kenapa
orang tua gagal mendidik anaknya menjadi anak sholeh/ah, padahal sejatinya
mendidik anak sholeh/ah itu sederhana dan mudah ......
Wallahu 'alam bishowab
______________________
·
MENDIDIK
ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI
(Diambilkan dari Catatan
harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun
Hisan" (KH PUTRA) & (KH PUTRI)
·
PENDAFTARAN
SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)
.jpg)

Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu