CATATAN 57 : JANGAN DIDIK ANAK KITA MENJADI GENERASI YANG “KEHILANGAN” WAKTU SUBUH (Oleh : Nashrullah Jumadi )


JANGAN DIDIK ANAKMU MENJADI GENERASI YANG “KEHILANGAN” WAKTU SUBUH ......Ya, tema catatan saya kali ini. Tema yang sepertinya sederhana, tapi menjadi bagian terpenting dari proses pendidikan anak-anak kita ke depan. Tema yang mudah diucapkan orang tua untuk bisa dikerjakan oleh anak-anak mereka, tapi tak mudah dikerjakan oleh orang tua sekali pun.


Waktu subuh adalah bagian terpenting dari proses membangun kebiasaan yang baik pada anak-anak kita, bahkan waktu subuh adalah bagian dari Amal Yaumi seorang muslim/ah yang baik. Maknanya, bahwa jika seorang muslim/ah telah “kehilangan” waktu subuhnya, maka hal ini indikasi lemahnya iman seseorang.


Dalam sebuah hadits *Rasulullah Shollahu a’alaihi wa salam* bersabda : _“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak”_ (Hr. Bukhori No. 657 dan Muslim No. 651)    

Dari penjelasan hadits diatas, memberikan pelajaran pada kita begitu pentingnya sholat subuh bagi indentitas kita sebagai seorang muslim/ah saat ini. 


Untuk bisa menjadi seorang muslim/ah yang baik, tidak perlu dengan membuat banyak indikator penilaian, tapi cukup dilihat dari “kehilangan” sholat subuh nya atau tidak.  


Karena begitu pentingya sholat subuh ini bagi kehidupan seorang muslim/ah, seharusnya orang tua berupaya dengan keras untuk mampu mendidik anak-anak mereka menjadi sosok generasi yang tidak “kehilangan” waktu subuh. 


Jika setiap harinya anak-anak kita mampu menjaga waktu-waktu subuhnya, Insya Allah mereka akan menjadi generasi pilihan dan siap mengemban amanah ummat ke depan.


Tapi, begitu pula sebaliknya, jika anak-anak kita tak mampu bangun subuh dengan baik dan menyambut pagi dengan do’a dan dzikir, maka sejatinya tanpa kita sadari telah lahir dihadapan kita sosok generasi yang lemah. Naudzubillahi min dzalik   


Lalu yang menjadi pertanyaannya yakni, bagaimana cara nya kita mendidik anak-anak kita agar tidak “kehilangan” waktu subuhnya ?

1.   Orang tua. Khususnya seorang ayah/bapak harus MAU BELAJAR dan BERUBAH demi kebaikan anak-anak kita, terutama kebiasaan orang tua yang kurang bermanfaat untuk diri, keluarga dan pendidikan anak-anak kita. 


Ambilah contoh : Seorang yang punya kebiasaan bergadang malam hari tanpa alasan yang syar’i dan jelas, lebih baik ditinggalkan agar saat bangun pagi bisa membangunkan keluarga dan mengajak anak-anak sholat subuh ke masjid. Yang biasa berlama2 di depan televisi di malam hari dikurangi, Yang biasa ngobrol di angkringan mulai ditinggalkan dll 


Yang pada intinya, kita sebagai orang tua harus mau belajar dan berubah demi membangun kebiasaan baik anak-anak kita yakni agar mereka tidak “kehilangan” sholat subuhnya.

  

2.   Jangan lupa beri mereka NASEHAT yang baik dan TAULADHAN secara langsung untuk menjaga waktu-waktu subuhnya. Jika kita sebagai orang tua, khususnya seorang ayah/bapak tak memberi contoh secara langsung, maka sulit rasanya kita mendidik anak-anak kita agar tidak “kehilangan” sholat subuh. Sebab menjaga waktu-waktu subuh butuh contoh yang baik dan perjuangan dari seorang ayah/bapak


3.   Kita harus punya prinsip bahwa MENJAGA WAKTU SUBUH ADALAH PENTING bagi pondasi dasar pendidikan karakter anak2 kita. Dengan menganggap penting itulah pada akhirnya setiap orang tua berjuang dan bekerja keras agar anaknya mampu MENJAGA WAKTU SUBUHNYA dengan penuh keiklasan dan kesadaran 

 

Wallahu 'alam bishowab

______________________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"  

PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA) 

YUK BANTU SHARE, Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamiin

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2