______
Sebagaimana dalam catatan-catatan saya sebelumnya bahwa mendidik sholeh/ah sejatinya sangat sederhana dan mudah. Dan setiap orang tua punya kemampuan yang sama untuk mendidik anak-anak kita menjadi anak sholeh/ah. Untuk itu, sudah semestinya lah setiap orang tua harus bisa fokus, sunguh-sungguh dan mengerahkan segenap kemampuannya agar mampu menjadikan anaknya anak yang berkarakter (sholeh/ah). Sebab mendidik anak berkarakter (Sholeh/ah) adalah tugas pokok setiap orang tua.
Maka setiap orang tua harus sukses dan berhasil mendidik anak-anak kita menjadi anak sholeh/ah. Apakah cukup sampai disini saja ? Tidak, sebab keberhasilan itu HARUS DIIRINGI DENGAN KEMAMPUAN KITA MENJAGA DAN MERAWAT dengan baik pondasi anak sholeh/ah yang selama ini kita bangun dengan susah payah. Baik dari pengaruh internal (orang tua, saudara, keluarga dan lingkungan terdekat) dan juga pengaruh ekternal.
Pada catatan saya kali ini, saya hanya mengulas dari salah satu sisi pengaruh internal yang bisa merusak bangunan pondasi pendidikan anak-anak sholeh/ah kita, yakni berawal dari gensi orang tua.
Ya, karena gensi orang tua membuat bangunan pondasi anak sholeh/ah seringkali hancur. Gensi orang tua ini muncul untuk sekedar menutupi kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri orang tuanya. Terkadang berbohong merasa dirinya lebih baik dari orang lain, seakan-akan memiliki kelebihan sesuatu atau hebat dimata orang lain padahal sejatinya tidak lah demikian. Lebih ironis dengan menjadikan anak-anak kita sebagai pihak yang paling dikorbankan.
Munculnya “Gensi orang tua” ini biasanya terjadi pada level atau proses mendidik anak menjadi pintar/berbakat. Sedangkan pada level dasar (mendidik anak sholeh/ah). Jarang muncul ada gensi pada diri orang tua, sebab di level ini selain mudah, sederhana tidak ada sesuatu yang membuat orang tua bisa membanggakan diri atau punya gensi.
Sebab masing-masing orang tua punya modal yang sama untuk mendidik anak sholeh/ah. Kalau beban dan tanggungjawab agar tetap istiqomah menjadi pribadi sholeh/ah mungkin, tapi tidak untuk gensi-gensi an. Salah satu contoh yakni : Ketika kita mampu mendidik anak kita memiliki amal yaumi dengan baik, misalkan bangun pagi sholat subuh berjama’ah ke masjid secara istiqomah.
Hal ini, dianggap bukan sesuatu yang perlu dibanggakan dan orang lain pun juga tidak menganggapnya istimewa. Apa sih, hebatnya orang tua bisa mendidik anak istiqomah bangun pagi sholat subuh berjama’ah ke masjid, toh aktivitasnya gitu-gitu saja. Lalu jika ada yang bertanya kenapa ? Sebab tidak ada keuntungan materi yang bisa kita dapatkan dari proses mendidik anak sholeh/ah melalui kebiasaan amal yauminya.
Sehingga untuk apa orang tua harus gensi pada orang lain ? Tapi coba, jika terjadi semula kita mampu mendidik anak kita menjalani sholat subuh dengan baik, kemudian karena lalai tidak merawat dan menjaga nya dengan baik, akhirnya kebiasaan itu pudar dan kemudian hilang, mungkin akan sedikit orang yang merendahkan, tapi kemungkinan besar banyak yang tak peduli sebab dianggap tidak penting.
Pada intinya mendidik anak berkarakter (sholeh/ah) itu telah memiliki tempatnya sendiri yakni setiap orang tua harus ikhlas dan ridho karena Allah Ta’ala dan jauh dari tendensi dunia semata. Ruang untuk menjadikan orang tua punya gensi telah Allah Ta’ala tutup rapat-rapat, sehingga yang ada hanya ikhlas dan ridho menjalani dengan baik.
Lucu rasanya jika orang tua membanggakan kehebatan anaknya yang mampu menjalani sholat subuh dengan baik, sedangkan banyak orang yang tak peduli dengan pencapaian kita mendidik. Beramal karena manusia akan membuat payah, lelah dan akhirnya sia-sia belaka.
Jika pada level mendidik anak berkarakter (sholeh/lah) itu, Allah Ta’ala menutup celah agar orang tua tak bisa gensi pada orang lain, lalu dari mana gensi orang tua yang seringkali merusak pondasi mendidik anak berkarakter hadir ? Kehadiran gensi itu terdapat pada Level mendidik anak pintar dan berbakat.
SETIAP ORANG TUA PUNYA MODAL YANG SAMA UNTUK MENDIDIK ANAK MENJADI SHOLEH/AH, TAPI TIDAK SETIAP ORANG TUA PUNYA MODAL YANG SAMA MENDIDIK ANAK MENJADI PINTAR/BERBAKAT.
Munculnya gensi orang tua yang pada akhirnya bisa merusak bangunan pondasi anak-anak sholeh/ah, biasanya dimiliki oleh orang tua yang Allah Takdirkan pada dirinya punya kemampuan lebih, misalkan punya kecerdasan hebat, punya kemampuan finansial, punya pengaruh di masyarakat, punya kelebihan-kelebihan lainnya di dunia. Kemudian Allah Ta’ala hadirkankan anak-anak yang barangkali tidak sehebat orang tuanya.
Kehadiran anaknya yang diharapkan bisa melebihi kehebatan orang tuanya saat ini, ternyata tidak sebagaimana yang diharapkan. Hati-hati, biasanya orang tua yang hebat, kemudian dihadapkan dengan kenyataan bahwa anaknya tidak sehebat dirinya, biasanya gensi itu akan muncul. Belum lagi jika, ada orang lain yang ikut-ikutan mengomentari kita. Tidak ada komentar orang lain saja gensi bisa saja muncul.
Karena gensi inilah, orang tua seringkali orang tua lupa dan tak mampu bersyukur atas kehadiran anak, yang barangkali anak-anak kita jauh dari harapan kita selama ini. Orang tua banyak yang tidak paham, bahwa tidak setiap anak-anak kita harus menjadi sosok anak pintar/berbakat sebagaimana lainnya. Tapi, kalau anak-anak kita menjadi sosok sholeh/ah adalah keharusan bagi orang tua.
Akhirnya orang tua hanya menuruti gensinya saja, kemudian dengan mudahnya merobohkan bangunan pondasi anak-anak sholeh/ah yang telah dibangun selama ini. Orang tua beranggapan, lebih baik anaknya kehilangan waktu subuhnya dari pada nilai pelajaran jelek. Orang lebih mengorbankan anaknya tidak bisa membaca Qur’an dari pada kehilangan waktu les olah raganya. Akhirnya, anak bangun pagi sholat subuh itu tidak penting, anak tidak bisa baca qur’an itu tidak masalah dll
MENDIDIK ANAK BERKARAKTER (SHOLEH/AH) JADI TIDAK PENTING BAGI ORANG TUA YANG TERUS TERMAKAN DENGAN GENSI NYA. SEMUA ITU KARENA DUNIA TELAH MEMBELENGGU NYA
Wallahu 'alam bishowab
______________________
MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA
DAPATKAN BUKU
*SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Berbasis Pesantren) :*
Bisa hub saya Langsung :
👇👇👇
Http://wa.me/6282324745151?
Mohon bisa dibantu share 🙏👍👍

Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu