CATATAN 83 : JANGAN MONDOKKAN ANAK DI PONDOK PESANTREN HANYA BERMODALKAN SEMANGAT (Oleh : Nashrullah Jumadi)

 

­­__________________

Berbicara tentang model pendidikan ala pesantren memang tidak pernah ada habisnya, sebab kiprah pesantren membangun kader anak bangsa tidak bisa dianggap ringgan. Selain itu kiprah pesantren sudah lama wujud jauh sebelum NKRI ada, bahkan dari pesantren lah semangat juang kemerdekaan itu berawal. 

Seiring dengan berjalanan waktu, pesantren semakin menjadi idola para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka, terlebih lagi pendidikan pesantren modern saat ini tidak sekedar menyuguhkan ilmu-ilmu ulumuddin semata, tetapi materi tentang pendidikan formal, ketrampilan, teknologi dll juga diajarkan di pesantren. Maka, jangan heran jika minta orang tua mondokkan anak di pesantren dari tahun ke tahun semakin meningkat.    

Sekalipun demikian, berbondong-bondongnya orang tua yang ingin anak nya menimba ilmu mondok di pesantren tidak semuanya berangkat dari niat dan pemahaman yang benar. Bahkan tidak sedikit orang tua mondokkan anak hanya bermodalkan semangat doang. Orang tua yang mondokkan anak hanya bermodalkan semangat semata menandakan bahwa orang tua tersebut tidak punya Niat dan pemahaman yang benar bagaimana mendidik anak ala pesantren. 

Pertanyaannya yakni, lalu apa yang harus disiapkan orang tua untuk mondokkan anak di pesantren,  agar kita tidak hanya bermodalkan semangat semata ?  

1. LURUSKAN NIAT, yakni niat yang benar-benar berangkat dari hati yang paling dalam, bukan niat yang hanya disampaikan dibibir semata, sebab niat adalah amalan hati yang hanya Allah Ta’ala dan diri kita yang tahu 

Insya Allah, dengan niat yang lurus Allah Ta’ala akan memudahkan segala urusan kita dalam mendidik anak melalui pesantren. Meluruskan niat ini harus menjadi modal utama orang tua mondokkan anak di pesantren sebelum modal-modal lainnya dan setiap orang tua harus mampu menjaga kelurusan niat ini sebaik-baiknya dari awal hingga akhir agar anak kita selama mondok mendapatkan keberkahan dan pahala disisi Allah Ta’ala 

 

2. Orang tua HARUS PAHAM TENTANG ANAK KITA SENDIRI dengan ilmu yang benar. Pemahaman ini mutlak dilakukan agar proses pendidikan yang kita berikan pada anak-anak kita tidak menyalahi fitroh anak dan tidak mengabaikan hak-hak anak. 

Sebagaimana dalam catatan saya sebelumnya bahwa proses pendidikan yang baik bagi anak paling tidak memenuhi beberapa unsur penting yakni tidak menyalahi fitroh anak yang telah Allah Ta’ala berikan, tidak mengabaikan hak-hak anak dan memahami sikap dan prilaku anak dengan baik. Untuk itulah, setiap orang tua harus terus berbenah diri dan berproses menjadi lebih baik dalam mendidik anak. 

Sayangnya banyak orang tua saat ini yang tak paham dan mengerti tentang anaknya sendiri dengan baik, akhirnya proses pendidikan yang seharusnya bisa berjalan dengan baik justru merusak proses pendidikan anak kita sendiri. Salah satu contohnya yakni banyak orang tua yang tak mengenal betul bakat dan potensi anak dengan baik.     

 

3. TAHU DAN PAHAM TENTANG PENDIDIKAN ALA PESANTREN. Tidak cukup orang tua punya niat yang lurus semata dan paham tentang anak, tetapi orang tua juga harus paham tentang model pendidikan ala pesantren. 

Dengan memahami model pendidikan ala pesantren, agar kita tidak salah menempatkan anak kita mondok, sebab mondok selain harus tinggal 24 jam,  proses pendidikannya pun membutuhkan waktu yang lama. Jangan sampai anak-anak kita justru merasa tidak nyaman mondok di pesantren dan akhirnya bosan belajar menuntut ilmu di pesantren sedangkan usia masih sangat produktif untuk terus berkembang. Maka saat mondokkan anak pertimbangan utama orang tua yakni anak harus bisa nyaman saat belajar di pondok pesantren.  

 

Ke 3 hal ini yang harus menjadi modal utama mondokkan anak di pesantren agar orang tua tidak hanya bermodalkan semangat semata. Mondokkan anak dipesantren bukan hal yang mudah dijalani oleh setiap orang tua, khususnya anak. Maka setiap orang tua harus punya pemahaman yang benar agar selama anak kita mondokkan kehidupan kita semakin berkah bersama anak. 

Ya, berkah bersama anak itu harus kita perjuangankan dan harus kita miliki melalui mondokkan anak di pesantren. Untuk itu setiap proses pendidikan anak kita selama di pesantren harus berawal dari niat dan cara-cara yang baik, memuliakan pengasuh, komitmen, patuh pada aturan pondok, tidak semau gue, senantiasa ijin jika ada perlu dengan anak, mendukung setiap program2 pondok dll 

Insya Allah buah dari keberkahan itu yakni anak-anak kita mudah dididik menjadi anak sholeh/ah dan bekal-bekal yang diberikan selama mondok sekecil apapun akan menjadi bekal anak-anak kita menjalani kehidupannya nanti   

 

Wallahu 'alam bishowab

________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"  

PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

DAPATKAN BUKU : SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

 

 

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2