Jika anda silaturahmi untuk pertama kali ke KH, mungkin anda menjadi salah satu orang yang tersesat jalan, karena binggung di mana lokasi pas nya ponpes KH.
Kemudian mengharuskan anda bertanya pada penduduk sekitar tentang keberadaan ponpes KH. Mohon maaf Pak/Ibu, posisi ponpes KH di mana ya ? Kalau sudah bertanya, Insya Allah penduduk sekitar akan menujukkan arah ponpes KH. Kemudian anda akan bilang : “O itu tho ponpes KH nya ?
Mungkin dalam benak anda akan bingung bercampur dengan heran, jika melihat langsung ponpes KH. Sebab ponpesnya tidak hanya kecil, sederhana tapi juga apa adanya.
Ya, itulah uniknya jika anda pertama kami datang ke KH, sebab memang ponpes KH tidak ada papan nama yang terpampang di sepanjang jalan-jalan, sebagaimana ponpes yang ada saat ini. Pondok Pesantren “TANPA PAPAN NAMA” itulah nuasa yang kita bangun selama ini dalam membangun ponpes yang sederhana. Membangun ponpes KH tanpa nama bukan tiba-tiba saja muncul, tapi semua sudah kita konsepkan sejak awal dalam membangun ponpes KH selama ini.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa Ponpes nya “TANPA PAPAN NAMA” ? Sebenarnya ada beberapa alasan yang mendasari membangun konsep ponpes KH “TANPA PAPAN NAMA”, antara lain :
Jika, ponpes sudah mewah dan megah, maka otomatis biaya operasional perawatan juga akan meningkat, dan ujung-ujung nya untuk sekedar nyantri menghafal Qur'an, para orang tua dituntut dengan biaya masuk dan bulanan yang besar.
Kalau ngak kuat biaya mondok dan bulanan nya, ya jangan mondok di sini ? Padahal saat awal merintis pondok saja, mereka rela ngajukan proposal ke sana kemarin, minta dukungan dana ke sana kemarin, ketika sudah jadi dan megah, jadi berubah orientasinya membangun ponpes
Tidak setiap kemudahan dan kemewahan yang datang ke kita atau ke ponpes memberikan keberkahan bagi perjalanan hidup kita dan ponpes ke depan, maka berhati-hati dan mencukupkan diri dengan apa yang ada, terkadang jauh lebih berkah dari pada setiap kemudahan yang diberikan pada kita, kita ambil tanpa mempertimbangkan kita mampu menunaikan atau tidak. Untuk itu dalam hal ini ponpes juga seharusnya bisa belajar pula untuk Qona'ah.
Itulah alasan2 kenapa ponpes KH “TANPA PAPAN NAMA” hadir di tengah-tengah masyarakat. Yang terpenting adalah pola pendidikan dan pembinaan yang dijalani di KH mampu mengkader para penghafal Qur'an sejati. Dengan Ponpes yang KECIL, SEDERHANA DAN APA ADANYA, diharapkan akan menguatkan dari pola pembinaan karakter santri/wati KH selama ini. Para santri/wati dituntut untuk hidup sederhana apa adanya, tidak mudah mengeluh dengan tempat yang kecil, tidak malas hanya karena keterbatasan sapra.
Mereka harus mampu qona'ah, mampu peduli dan berbagi, mampu menjalani hidup apa ada nya di KH, yang barangkali saat di rumah mereka serba kecukupan. Beda dengan ponpes yang serba ada dan fasilitas komplit, terkadang sulit membina karakter santri/wati dengan baik, terlebih lagi jika jumlah santri/wati nya sangat banyak yang tidak sebanding dengan jumlah pengasuhnya.
Tidak ada beda, anak orang mampu dan miskin. Tidak ada beda yang punya hafalan banyak atau yang sedikit, semua harus mampu belajar tentang kehidupan di KH.
________________________
Kita senantiasa berdoa dan berharap pada Allah Ta'alla. Ya, JANGAN DATANGKAN KEMEWAHAN DAN KEMEGAHAN di Ponpes KH, tapi datangkanlah santri/wati yang YANG PUNYA NIAT YANG LURUS & SUNGGUH-SUNGGUH MENGHAFAL QUR'AN MU.
Dan keluarkan mereka yang tidak punya niat yang lurus dan sungguh-sungguh dengan cara MU. Dan cukupkah lah kebutuhan ponpes KH, tidak lebih dan tidak kurang.
___________________
Dari sekian banyak tantangan menjalankan ponpes model KH saat ini, yang terberat yakni ketika kemewahan dan kemegahan datang. Sebab belum tentu kita mampu dan kuat menghadapinya. Kemewahan dan kemegahan mampu melibas siapa pun termasuk ponpes, yang pada akhirnya merubah orientasi kita selama ini dan merusak apa yang telah kita bangun, kecuali yang mampu bersyukur pada Allah Ta'ala.
Wallahu 'alam bishowab
______________________


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu