PONDOK PESANTREN “TANPA PAPAN NAMA”



Jika anda silaturahmi untuk pertama kali ke KH, mungkin anda menjadi salah satu orang yang tersesat jalan, karena binggung di mana lokasi pas nya ponpes KH. 

Kemudian mengharuskan anda bertanya pada penduduk sekitar tentang keberadaan ponpes KH. Mohon maaf Pak/Ibu, posisi ponpes KH di mana ya ? Kalau sudah bertanya, Insya Allah penduduk sekitar akan menujukkan arah ponpes KH. Kemudian anda akan bilang : “O itu tho ponpes KH nya ?

Mungkin dalam benak anda akan bingung bercampur dengan heran, jika melihat langsung ponpes KH. Sebab ponpesnya tidak hanya kecil, sederhana tapi juga apa adanya.    

Ya, itulah uniknya jika anda pertama kami datang ke KH, sebab memang ponpes KH tidak ada papan nama yang terpampang di sepanjang jalan-jalan, sebagaimana ponpes yang ada saat ini. Pondok Pesantren “TANPA PAPAN NAMA” itulah nuasa yang kita bangun selama ini dalam membangun ponpes yang sederhana. Membangun ponpes KH tanpa nama bukan tiba-tiba saja muncul, tapi semua sudah kita konsepkan sejak awal dalam membangun ponpes KH selama ini. 

Mungkin ada yang bertanya, kenapa Ponpes nya “TANPA PAPAN NAMA” ? Sebenarnya ada beberapa alasan yang mendasari membangun konsep ponpes KH “TANPA PAPAN NAMA”, antara lain :

1.   AGAR KITA LEBIH KUAT MENYANDARKAN SEGALA HARAPAN, KEINGINAN DAN CITA-CITA KITA MENGKADER PARA PENGHAFAL QUR'AN PADA ALLAH TA'ALA SAJA. Biarlah Allah Ta'ala yang mengatur semua nya, baik santri/wati yang datang untuk mondok di KH maupun yang keluar. Biar Allah Ta'ala saja yang mengatur semua dalam mencukupi segala kebutuhan ponpes KH. 
Maka jika kita ingin anak kita mondok di KH dan kita mampu, silahkan berinfaq sesuai dengan kesiapan kita infaq. Tapi jika tak mampu infaq sama sekali, silahkan tetap mondok di KH secara gratis, asal punya niat yang lurus dan sungguh-sungguh menghafal Qur'an 30 Juz + ujiannya di KH. Jangan sampai niatmu menjadi penghafal Qur'an terhalang karena tak punya biaya.   
   
2.  AGAR PONPES MENJADI BAGIAN DARI MASYARAKAT SEKITAR, sehingga ponpes bisa berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar melalui program sosialnya. Tidak ada batas tembok antara ponpes dengan masyarakat sekitar.  

3.   MENCIPTAKAN RUANG YANG NYAMAN DAN TEPAT BAGI PROSES PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN KARAKTER DASAR SANTRI/WATI KH. Terkadang kesederhanaan dan apa adanya, menjadi kekuatan tersendiri dalam proses pendidikan anak berkarakter sejak dini. Beda dengan ponpes yang serba lengkap, mewah dan megah, terkadang pengasuh kesulitan menanamkan karakter dasar pada para santri/wati. 

Bukan pengasuh yang tak punya ilmu yang mumpuni, bahkan tak jarang pengasuhnya pun hebat-hebat dengan kemampuan disiplin ilmu dan berbagai gelar yang dimiliki, tapi seringkali lingkungan tak mampu memberi daya dukung bagi pendidikan dan pembinaan karakter dasar anak. 
Dalam hal ini KH, selalu mendukung agar anak-anak mampu terbina karakternya dengan baik, maka jika ada anak yang karena kurang nyaman atau kesulitan adaptasi, KH memberikan waktu dan kesempatan yang luas. Jika anak mengharuskan pulang dulu agar lebih siap mondok, misalkan 1 bulan atau 2 bulan, kemudian balik mondok ke KH lagi, Insya Allah KH akan menerima dengan senang hati, selama anak mau berubah ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. 
Sebab orintasi KH yakni membantu para orang tua mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh/ah. Jangan sampai aturan dan formalitas yang diterapkan di ponpes justru menghilangkan inti dari proses pendidikan dan pembinaan selama ini yakni mendidik dan membina anak sholeh/ah   
  
4.  PENGASUH BISA LEBIH FOKUS MENDIDIK DAN MEMBINA KARAKTER DASAR ANAK SEJAK DINI.
Para anak didiknya, Insya Allah bisa lebih terpantau dengan baik. Jangan sampai “kecolongan” anak masih punya kebiasaan buruk selama dan setelah lulus dari ponpes. Hanya karena para pengasuh sibuk ngurusi bangunan melulu. 

Bahkan tak jarang karena bangunan sudah megah dan fasilitas komplit, pengasuh yang mumpuni mengasuh santri/wati dan tahu arah proses pendidikan karakter santri/wati justru berpindah posisi mengurus bangunan dan pengembangan ponpes ke depan. Sedangkan pendidikan dan pembinaan karakter dasar santri/wati diserahkan pada pengasuh-pengasuh muda atau yang baru menjalani penugasan. Bahkan ada yang jadi pengurus ponpes, tapi datang ke ponpes kalau ada kepentingan rapat saja.  
       
5.   TIDAK BERLEBIH-LEBIHAN DALAM MASALAH AMANAH WAKAF DAN ASET yang diamanahkan pada ponpes, padahal banyaknya wakaf dan aset terkadang tak mampu ditunaikan dengan baik. Akhirnya, ponpes nya mewah dan megah, tapi kualitasnya pendidikan dan pembinaan karakter dasar anak buruk. 


Jika, ponpes sudah mewah dan megah, maka otomatis biaya operasional perawatan juga akan meningkat, dan ujung-ujung nya untuk sekedar nyantri menghafal Qur'an, para orang tua dituntut dengan biaya masuk dan bulanan yang besar. 

Kalau ngak kuat biaya mondok dan bulanan nya, ya jangan mondok di sini ? Padahal saat awal merintis pondok saja, mereka rela ngajukan proposal ke sana kemarin, minta dukungan dana ke sana kemarin, ketika sudah jadi dan megah, jadi berubah orientasinya membangun ponpes 

 Tidak setiap kemudahan dan kemewahan yang datang ke kita atau ke ponpes memberikan keberkahan bagi perjalanan hidup kita dan ponpes ke depan, maka berhati-hati dan mencukupkan diri dengan apa yang ada, terkadang jauh lebih berkah dari pada setiap kemudahan yang diberikan pada kita, kita ambil tanpa mempertimbangkan kita mampu menunaikan atau tidak. Untuk itu dalam hal ini ponpes juga seharusnya bisa belajar pula untuk Qona'ah.         

Itulah alasan2 kenapa ponpes KH “TANPA PAPAN NAMA” hadir di tengah-tengah masyarakat. Yang terpenting adalah pola pendidikan dan pembinaan yang dijalani di KH mampu mengkader para penghafal Qur'an sejati. Dengan Ponpes yang KECIL, SEDERHANA DAN APA ADANYA, diharapkan akan menguatkan dari pola pembinaan karakter santri/wati KH selama ini. Para santri/wati dituntut untuk hidup sederhana apa adanya, tidak mudah mengeluh dengan tempat yang kecil, tidak malas hanya karena keterbatasan sapra. 

Mereka harus mampu qona'ah, mampu peduli dan berbagi, mampu menjalani hidup apa ada nya di KH, yang barangkali saat di rumah mereka serba kecukupan. Beda dengan ponpes yang serba ada dan fasilitas komplit, terkadang sulit membina karakter santri/wati dengan baik, terlebih lagi jika jumlah santri/wati nya sangat banyak yang tidak sebanding dengan jumlah pengasuhnya. 

Tidak ada beda, anak orang mampu dan miskin. Tidak ada beda yang punya hafalan banyak atau yang sedikit, semua harus mampu belajar tentang kehidupan di KH. 

________________________

Kita senantiasa berdoa dan berharap pada Allah Ta'alla. Ya, JANGAN DATANGKAN KEMEWAHAN DAN KEMEGAHAN di Ponpes KH, tapi datangkanlah santri/wati yang YANG PUNYA NIAT YANG LURUS & SUNGGUH-SUNGGUH MENGHAFAL  QUR'AN MU. 

Dan keluarkan mereka yang tidak punya niat yang lurus dan sungguh-sungguh dengan cara MU. Dan cukupkah lah kebutuhan ponpes KH, tidak lebih  dan tidak kurang.

___________________

Dari sekian banyak tantangan menjalankan ponpes model KH saat ini, yang terberat yakni ketika kemewahan dan kemegahan datang. Sebab belum tentu kita mampu dan kuat menghadapinya. Kemewahan dan kemegahan mampu melibas siapa pun termasuk ponpes, yang pada akhirnya merubah orientasi kita selama ini dan merusak apa yang telah kita bangun, kecuali yang mampu bersyukur pada Allah Ta'ala. 

Wallahu 'alam bishowab

______________________

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2