CATATAN 20 : MEMBANGUN SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN TANPA HUKUMAN, MUNGKINKAH ?? ___ Oleh : Nahrulllah jumadi

 


 

Tulisannya kali ini sy awali dari cerita sy saat tinggal di lingkungan pesantren, menampung santri/wati yang tergolong masih anak2. Saat sedang berjalan2, tak sengaja menyaksikan kegiatan proses KBM di pesantren tersebut. Tapi perhatianku tertuju pada beberapa anak2 yang ada di sebelah sudut pesantren, mereka sedang berbaris rapi dengan diawasi oleh seorang ustadz muda

Sy bertanya2, ada apa ya,  ....kok ngak biasanya dan tidak sebagaimana santri lainnya ? Pikirku dalam hati. Selidik punya selidik, ternyata santri2 yang notabene masih2 anak td,  ternyata sedang mendapatkan hukuman.

Menyaksikan pandangan sebagaimana cerita diatas, aku bertanya2 dalam hati. Kenapa harus dihukum ? Apa tidak bisa jika mendisiplan anak2 tanpa hukuman ? Ya, mungkin hukuman seakan2 sudah menjadi pemandangan yang biasa di pesantren tersebut, sebab hukuman adalah bagian dari upaya  mendisiplinkan anak utk taat dan patuh

Yang jd pertanyaan, apakah pas jika berbagai hukuman diberikan pada para santri/wati yang masih butuh nasehat, tauladhan, petuah dll ? Jangan sampai hukuman menjadi cara singkat kita utk mendisiplinkan santri/wati. Jangan sampai hukuman sebagai alasan kita utk tidak mau direpotkan oleh ulah santri/wati

Hukuman bukan tidak penting, tetapi menempatkan hukuman pada orang/waktu yang tepat jauh lebih penting. NASEHAT DAN TAULADHAN adalah kekuatannya.  

Maka, KH mencoba melakukan pendekatan yang berbeda pada para santri/wati, yakni mengedepankan NASEHAT dan PROSES KESADARAN yang terus menerus sampai mereka timbul kesadarannya sendiri


Santri/wati KH sedang berproses utk mandiri dan menjadi dewasa, kita ingin santri/wati bisa dewasa dan mandiri karena NASEHAT dan PETUAH, bukan karena banyaknya hukuman dan aturan. Apakah selama ini ada yang melanggar ? Kalau melanggar, tidak disiplin dll banyak sekali, nama nya juga sedang belajar

Biasanya sy ada agenda khusus ketemu santri/wati (Setiap jum'at malam), sengaja Jum'at malam adalah waktu khusus yang tidak boleh digantikan oleh lainnya. Berbagi masalah dan keluhan disampaikan di forum ini

Termasuk piket harian pun sy pantau, saya biasa bertanya : "Ada yang tidak piket dalam pekan ini ? Mereka menantiasa menjawab : Ada. Kemudian sy nasehatkan bagi yang rajin piket, sesungguhnya rajin mu adalah utk dirimu sendiri dan bagi yang tidak piket sy senantiasa sampaikan : "Sampai kapan kamu akan seperti ini ? Rajin mu senantiasa ku nantikan

Yuk, jalani rutinitas kita dengan baik, Lambat namun, pasti santri/wati mulai berubah. Perubahan tanpa hukuman, berubah tanpa banyak aturan. Berubah atas dasar kesadaran hasilnya tentu akan jauh lebih hebat dan akan mampu menjadi karakter dasar anak. Memang tidak mudah membangun sistem pembinaan pesantren tanpa hukuman, tp bukan berati tidak bisa dilakukan

 

Wallahu 'alam bishowab

______________________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"   0823 2474 5151

GROUP WA : https://chat.whatsapp.com/HTRRBOKd9F5KypFKquVgpH

https://ponpeskhoirotunhisan.blogspot.com/?m=1

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2