CATATAN 24 : MEMBANGUN MENTALITAS SANTRI/WATI KH DENGAN BERJUALAN SECARA LANGSUNG _____ Oleh : Nahrulllah jumadi

  


Saya awali tulisan ini dari cerita awal saat KH dirintis dulu. Salah satu materi yang diberikan pada para santri/wati adalah belajar utk bisa mandiri,  dari materi2 ini ternyata anak2 memberikan respon secara spontan ingin belajar secara riel yakni dengan cara berjualan di lingkungan ponpes. Sebagai pengasuh kita merasa senang, sebab mereka punya inisiatif sendiri, tanpa di suruh dan tanpa di perintah

 

Mulai lah mereka merancang jualan bersama2, dari menyiapkan kompor, wajan, bahan dll semua dilakukan secara mandiri sebagai sebuah team. Hari H nya pun tiba, mulai lah mereka menjajakan jajannya pada anak2 sekitar, melihat aksi anak2 jualan ini terus terang saja kagum dan salut pada mereka

 

Tidak hanya kompaknya mereka, tapi berani dan punya mentalitas adalah hal penting utk kita tanamkan. Bukan hasil yang kita nilai, tapi lebih pada proses mereka menjalani nya

 

Salah, keliru, rugi, bahan dagangan tidak sesuai atau lainnya, ngak masalah yang penting mereka mau bergerak dan berbuat. Kalau dilihat hasil, ternyata saat jualan,  anak2 saat itu hanya dengan modal 6.000 (yang diambilkan dari kas internal mereka sendiri), sedangkan laba kotor dari penjualan saat itu ternyata bisa dapat 30.000

 

Ya, walaupun berjualan 1 pekan sekali ngak masalah, sebab berjualan adalah bagian dari proses membangun karakter dasar santri/wati KH sejak dini. Tapi, ironisnya program jualan ini tidak bisa berlangsung lama. Kenapa ? ya Karena dikritik dan digembosi sama salah satu orang tua santriwati saat itu

 

Pada saat para santriwati jualan, di datangi salah satu orang tua santriwati yg kebetulan rumahnya tidak jauh dari ponpes. Dengan nada yang agak kesal dia mengatakan : "Lho kok malah pada jualan ? Apa ngak belajar ? Siapa yang menyuruh mu jualan, Ustadz/ah mu ya ? Dari komentar salah satu orang tua santriwati ini, akhirnya anak2 memutuskan tidak jualan lagi.

 

Terus terang, sy sebagai salah satu pengasuh sangat menyayangkan sikap orang tua diatas, kenapa ?

🔳.  Dia tidak mengerti tentang pendidikan dan pembinaan yang selama ini di amanah pengasuh, tapi intervensi langsung pada anak2

🔳.  Tidak memiliki adab yang baik, seharusnya bisa disampaikan pada pengasuh baik2

🔳.  Dia tidak memahami bahwa Jualan langsung adalah bagian dari salah satu proses pembinaan santri/wati, bukan satu2 nya pembinaan yg diterapkan, apalagi diwajibkan

 


Jadi MEMBANGUN METALITAS ANAK DENGAN JUALAN itu harus dipahami sebagai bagian dari proses pembinaan santri/wati. Kita semua tidak tahu, besok anak2 kita jadi apa, mungkin jd pengusaha, pengajar, mungkin pedagang atau lainnya dll

 

Tp prinsip kemandirian, punya mentalitas, kerja keras, menjalani proses, Tawakal dengan perolehan hasilnya adalah bagian terpenting dari PEMBINAAN SANTRI/WATI KH DENGAN JUALAN. Jangan dilihat hasilnya, tapi lihatlah prosesnya

 

SEKOLAJH MANDIRI ENTREPREUNERSHIP (SME)
Buat PISANG COKLAT 

Model pembinaan seperti ini barangkali, agak berat utk para orang tua yang secara finasial berkecukupan, utk apa repot2 jualan segala minta pada orang tua saja kan sdh beres. Pemahaman seperti ini juga tidak salah dimiliki orang tua, masing2 orang tua punya latar belakang dan perjalanan hidup yang beda2

 

Dalam tulisan ini, saya hanya sekedar memberikan pemahaman, bahwa PROSES JUALAN SANTRI/WATI KH adalah bagian dari proses belajar tentang kehidupan.

 

Wallahu 'alam bishowab

______________________

  MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" 

  PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)

 

YUK BANTU SHARE, Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamiin

 


0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2