Pada dasarnya setiap orang tua punya
kemampuan mendidik anaknya dengan baik sesuai fitrohnya, fitroh disini bermakna
punya prinsip2 dasar Islam yang benar, punya adab dan akhlaq yang baik. Karena
Allah Ta’alla memberikan bekal2 pada setiap orang tua agar mudah dan mampu
mendidik anaknya menuju kebaikan. Begitu pula setiap anak punya kecenderungan
yang sama untuk menjadi baik. Antara orang tua dan anak sejatinya punya
kencerungan yang sama.
Pertanyaannya, kenapa ada orang tua
yang merasa gagal mendidik anak2 nya ? Maka jika hari ini kita merasa gagal
mendidik anak, hanya karena anak kita kurang patuh, anak kita dianggap nakal,
anak kita sulit diatur dll
Kemudian kita putus asa dalam mendidik
anak2 kita, maka anggapan tersebut adalah anggapan yang salah besar. Sebab
sejatinya TIDAK ADA ORANG TUA YANG GAGAL MENDIDIK ANAK, YANG ADA ADALAH ORANG
TUA YANG TAK MAU BELAJAR DAN BERUBAH DEMI KEBAIKAN ANAKNYA.
Kenakalan, ketidak patuhan anak, rewel,
sulit diatur dll sejatinya adalah dunia anak2 dari dulu ya hingga saat ini, maka
jangan terlalu dini menyimpulkan anak2 kita adalah anak2 nakal dan sulit
diatur.
Ketidak mampuan kita mendidik anak,
mengendalikan anak, mengatur anak dll lebih disebabkan karena 2 hal yakni :
1. KEBANYAKKAN PARA ORANG TUA ENGGAN BELAJAR
mengenal jati diri anaknya, sebab mengenal jati diri anak itu penting. Karena
mengenal jati diri anak adalah pondasi awal kita mendidik dan mengarahkan anak
dengan baik
Pertanyaannya
adalah apakah ada orang tua yang tak mengenal jati diri anaknya dengan baik ? Jawabannya
yakni ada dan banyak, mungkin kita adalah salah satunya.
Orang tua
mungkin dekat dengan anak2 nya secara fisik, tetapi tidak setiap orang tua
mampu mengenal jati diri anaknya dengan baik. Dan MENGENAL JATI DIRI ANAK ITU
TIDAK SAMA DENGAN DEKAT DENGAN ANAK
Maka
jangan merasa kita telah mengenal anak dengan baik hanya karena kita dekatnya,
sebab mengenal jati diri anak itu kita butuh belajar, tidak setiap yang terjadi
pada perkembangan anak, disikapi dengan
pendekatan dan metode yang sama pula.
Untuk anak
yang masih kecil, masih labil secara emosional, belum punya penalaran yang baik
dan masih membutuhkan bimbingan orang tua, tentu punya pendekatan yang berbeda
dengan anak2 usia remaja. Anak usia remaja tentu punya pendekatan yang beda
pula, ketika si anak telah beranjak dewasa dan seterusnya.
Maka, bisa jadi anak2 kita dianggap anak
yang bermasalah karena model pendekatan orang tua yang salah. Dan pendekatan
orang tua yang salah, diawali karena orang tua enggan belajar menjadi orang
tua yang baik
Menurut
yang saya pahami, bahwa setiap perkembangan yang terjadi pada anak itu butuh
model pendekatan yang berbeda. Anak yang masih kecil pendekatan yang paling pas
menurut saja yakni HITAM PUTIH, SALAH BENAR, BOLEH DAN JANGAN, LAKUKAN DAN
JANGAN LAKUKAN, KAMU HARUS KE SANA DAN JANGAN KE SINI dll. Tidak perlu diajak
beragrumentasi
Nanti mengajak
anak untuk berargumentasi dan menyampaikan pendapatnya ada massa sendiri. Begitu
pula, ketika anak kita minta untuk memutuskan pilihan sendiri pun ada masanya sendiri
Menyikapi
anak yg salah dan tidak sesuai dengan perkembangan anak, mengindikasikan bahwa
sejatinya orang tua tak mengenal betul anak nya sendiri dan menjadi peringatan
pula kita sebagai orang tua untuk terus belajar menjadi orang tua yang hebat dan baik bagi
anak2 kita.
Maka, ketika anak beranjak besar sedikit, beri dia alasan sederhana saja, tapi tetap
harus patuh pada orang tua. KARENA PATUH ADALAH KEHARUSAN.
![]() |
| PROGRAM KH PEDULI Membangun Empati dan kepedulian |
2. ORANG TUA
YANG ENGGAN MAU MERUBAH DIRI demi kebaikan anaknya
Terkadang
banyak anak yang sejatinya sudah dalam proses menjadi anak yang baik dan orang
tua pun juga memahami betul bagaimana sikap dan prilaku yang harus di lakukan
orang tua agar anaknya bisa menjadi baik
Tetapi
seringkali hal itu tak bisa berjalan dengan baik, sebab ORANG TUA ENGGAN
MERUBAH sikap dan prilakunya demi kebaikan anaknya. Anak dipaksa dan
dikondisikan menyesuaikan orang tuanya. Anak harus bisa memaklumi kesibukkan
orang tuanya. Anak harus memahami kondisi orang tuanya dan masih banyak lagi
pernyataan yang serupa, yang intinya orang tua enggan untuk berubah
Wallahu
'alam bishowab
______________________
v MENDIDIK
ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola
Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
v PENDAFTARAN
SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA : 0823 2474 5151 (WA)
YUK BANTU
SHARE, Semoga jadi amal sholeh kita bersama, Aamiin
.jpg)


Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu