CATATAN 92 : MENDIDIK ANAK MELALUI KONSEP PENDIDIKAN ILLAHIYAH ( Oleh : Nashrullah Jumadi ) Bagian 01


 _­­­­___________


______________________________

Dunia pendidikan anak memang selalu menarik untuk kita diskusikan bersama. Terlebih lagi jaman teknologi dan informasi yang berkembang sangat pesat saat ini. Tentu kemajuan jaman berimbas pula pada tantangan mendidik anak yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang tua. Jujur harus kita akui bersama, bahwa kemajuan jaman ikut mempengaruhi pola pengasuhan dan pola pendidikan anak-anak kita saat ini. Sayangnya pengaruh itu lebih mengarah pada kemunduran dan “terkikisnya” kehebatan orang tua dalam mendidik anak saat ini.

 

Tingkat pendidikan orang tua yang tinggi, kesejahteraan keluarga yang mapan, kesuksesan yang mampu diraih orang tuanya dll, tidak serta merta berbanding lurus dengan proses mendidik anak dengan baik. Yang terjadi justru kebalikkannya, orang tua semakin tidak berdaya mendidik anak, orang tua tidak punya visi yang jelas dalam mendidik anak, orang tua semakin lemah dalam mengendalikan anak-anaknya dan lain sebagainya

 

Kondisi yang saya gambarkan di atas tentu menjadi keprihatinan kita bersama, bahwa mendidik anak-anak saat ini tidak mudah dilakukan setiap orang tua. Menghadapi kondisi seperti ini pada akhirnya manusia sebagai makhluk pembelajaran terus berproses untuk mencari solusi agar apa yang dihadapi orang tua saat ini mampu diatasinya dengan baik.

 

Kemudian lahirlah berbagai teori ilmu pendidikan anak yang dirumuskan oleh para pakar ilmu pendidikan anak saat ini. Ilmu yang mengupas problematika anak dari A – Z. Ada yang namanya ilmu manajemen pendidikan, kurikulum, psikologi pendidikan anak, Perkembangan peserta didik dan lain sebagainya.

 

Tidak cukup itu saja, untuk mendapatkan hasil yang luar biasa,  lembaga pendidikan setingkat universitas pun didirikan melalui program studi khusus Ilmu pendidikannya  sebagai upaya untuk bisa mencetak tenaga-tenaga ahli dalam bidang pendidikan yang diakui, handal dan pakar dibidangnya.

 

Berbagai trobosan di dunia pendidikan saat ini adalah bagian dari salah satu bentuk pengakuan setiap orang bahwa begitu pentingnya pendidikan bagi generasi saat ini maupun yang akan datang, sehingga manusia rela mengorbankan banyak hal agar menghasilkan generasi unggul atau generasi emas masa depan.

 

Sebagaimana ungkapan seorang penyair Mesir, “Seharusnya Fir’aun tidak membunuh bayi-bayi saat itu, tapi membuat taman-taman pendidikan. Dengan banyaknya taman pendidikan yang ada, maka kita bisa menanamkan apapun pada anak-anak kita melalui proses pendidikan sejak usia dini”       

 

Dari dunia kampus inilah lahirlah berbagai literasi tentang anak, buku-buku yang mengupas tentang ilmu mendidikan anak, seminar-seminar tentang mendidikan anak, kajian parenting tentang anak dll. Hadirnya prodak-prodak pendidikan ini tentu sedikit banyak memberikan harapan pada setiap orang tua yang galau dengan pendidikan anak saat ini. Paling tidak hal ini bisa menjadi salah satu solusi bagi orang tua untuk mendidik anak dengan baik.

 

Tapi sayangnya banyak orang tua atau tenaga pendidikan yang kurang bisa menerapkan di mana posisi ilmu-ilmu mendidik anak ini ditempatkan, sehingga bisa menjadi acuan setiap orang tua dalam mendidik anak dengan baik. Ketidaktepatan ini bisa berakibat menjadikan teori ilmu pendidikan anak menjadi acuan dasar dalam mendidik anak semata. Yang pada akhirnya orang tua hanya bermodalkan teori ilmu mendidik anak yang baik saja, yang notabene adalah prodak dari akal manusia yang terbatas dan lemah, sementara melupakan pondasi penting dalam mendidik anak-anak.     

 

Lalu apakah ilmu-ilmu pendidikan yang ada saat ini tidak penting untuk bahan mendidik anak-anak kita saat ini ? Tentu sangat penting, walaupun bukan merupakan keharusan, yang harus dipahami yakni kita bisa menempatkan posisi di mana berbagai ilmu mendidik anak itu dengan tepat. Sehingga kita tidak terlalu menggadalkannya, sementara meninggalkan/membuang konsep illahiyah dalam mendidik anak-anak kita.

 

Akan menjadi sangat hebat tentunya,  jika setiap orang tua muslim dalam mendidik anak-anaknya mereka paham dengan konsep pendidikan illahiyyah, ditambah dengan memahami teori dan berbagai literasi dalam mendidik anak dengan baik. Tapi sayangnya, banyak orang tua muslim yang hanya paham teori/literasi mendidik anak dengan baik semata, tapi tak paham dengan mendidik anak melalui konsep illhiyyah.

 

Yang lebih parah lagi yakni sudah tidak paham dengan konsep illahiyyah, ditambah tak paham pula teori/literasi dalam mendidik anak dengan baik. Akhirnya, muncullah sosok orang tua yang tak siap punya anak yang banyak, sebab memiliki anak yg banyak justru merepotkan, menikah tapi tak siap punya anak sebab ingin bebas merdeka bisa pergi kemana suka dan tidak direpotkan anak, bahkan ada yang enggan menikah karena takut punya anak. Fenomena sebagaimana saya gambarkan di atas muncul pasti ada akarnya dan akarnya tak lain karena menuhankan materi serta menilai setiap aspek kehidupan dengan materi semata, tanpa konsep illahiyah.

 

Lalu bagaimana mendidik anak melalui konsep illahiyyah ?

 

Sebelum mengupas lebih detail konsep pendidikan illahiyyah ini, ada point penting yang harus diraih setiap orang tua dalam mendidik anak. Point penting itu adalah HIDUP BERKAH BERSAMA ANAK. Bagaimana pun kondisi anak-anak kita saat ini, mungkin tidak sempurna sebagaimana harapan kita selama ini, mungkin akalnya tidak secerdas keinginan kita, lemah fisiknya, rendah potensi/bakatnya atau mungkin pula kita dikarunia anak-anak yang hebat, kuat, cerdas, punya bakat yang hebat dll, sepanjang tidak mampu menerapkan konsep pendidikan illahiyyah, maka akan jauh dari KEBERKAHAN HIDUP BERSAMA ANAK.

 

Dari sini bisa kita pahami, semakin kita mampu mendidik anak melalui konsep pendidikan illahiyyah, maka semakin berkah hidup kita bersama anak. Begitu pula sebaliknya, semakin jauh kita dalam menerapkan konsep pendidikan illahiyyah untuk anak-anak kita, maka akan semakin jauh pula keberkahan kita bersama anak-anak kita selama ini.

 

.....................Insya allah,  bersambung pada catatan selanjutnya  

 

Wallahu 'alam bishowab

________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" 

PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA

DAPATKAN BUKU :

SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2