Pada catatan kali ini saya ingin melanjutkan pembahasan pada catatan sebelumnya yakni MENDIDIK ANAK MELALUI KONSEP PENDIDIKAN ILLAHIYAH. Sebelum kita bicara lebih jauh, ada beberapa hal yang harus kita pahami dengan baik oleh setiap orang tua, yakni apa itu pendidikan berkonsep illahiyah dan bagaimana kita untuk mampu meraihnya.
Konsep pendidikan Illahiyah ini adalah konsep yang telah Allah ciptakan menjadi bagian dari proses penciptaan manusia itu sendiri. Saat mengemban amanah sebagai kholifah fi Ardhi (kholifah di muka bumi), Allah mendesain manusia tidak hanya mampu makan, minum atau lainnya, tapi Allah juga mendesain sebagai makhluk pembelajar.
Dengan akal pikiran yang Allah berikan pada manusia, manusia mampu menjadi kholifah dengan baik, tidak sebagaimana hewan dan tumbuhan-tumbuhan lainnya. Agar manusia selama hidup di dunia tidak kehilangan arah dan tujuannya, maka Allah pun menyiapkan konsep pendidikan bagi manusia agar manusia senantiasa terdidik dengan baik
Maka lahirlah konsep pendidikan yang sangat
fundamental bagi setiap manusia dalam mengarungi dunia yang fana ini, konsep
pendidikan itu saya istilahkan dengan konsep pendidikan illhiyyah. Konsep
pendidikan yang selaras dengan fitroh manusia, sederhana, mudah untuk dijalani
setiap orang tua, tidak perlu dengan fasilitas yang megah dll. Dan muara
akhirnya adalah hidup berkah bersama anak.
Untuk itu jika orang tua muslim memahami
dengan baik konsep pendidikan illahiyyah ini dan mampu mejalankan dengan baik,
maka pasti akan meraih kesuksesan mendidik anak-anaknya yakni HIDUP BERKAH
BERSAMA ANAK. Begitu pula sebaiknya, jika orang tua tak paham dan tak mampu
meraihnya, maka sudah bisa dipastikan keberkahan hidup bersama anak tak akan
didapatnya.
Lalu apa yang harus dipahami dari konsep pendidikan illhiyah ini ? Sebagaimana pada catatan saya sebelumnya, bahwa konsep pendidikan illahiyah untuk anak harus mendasarkan pada kerangka dasar, antara lain :
1. MODAL DASAR (OBJEK PENDIDIKAN /PESERTA DIDIK (Anak-anak
kita)
Untuk itu setiap orang tua harus paham tentang sosok anak itu sendiri, bukan hanya sebatas amanah dari Allah Ta’ala. Tahu betul sosok anak itu, bahwa seorang anak yang terlahir di dunia atas Takdir Allah Ta’ala melalui seorang ayah dan ibu.
Kelahiran anak ini tidak ada campur tangan manusia sama sekali,murni semua atas kehendak dari Allah Ta’ala. Orang tua tidak bisa protes atas anak yang diberikan Allah Ta’ala dan seorang anak pun tidak bisa memilih orang tua. Intinya bahwa setiap orang tua muslim harus bisa dan mampu menerima amanah Allah Ta’ala dengan ridho dan Ikhlas.
Kemudian Allah Ta’ala menciptakan seorang anak (OBJEK PENDIDIKAN) memiliki bahan yang sama, kalaupun beda hanya pada fisik dan kemampuan akal saja. Untuk itu ada orang tua yang diberikan anak secara sempurna fisik yang lengkap dan anak yang sempurna. Tapi ada juga orang tua yang diberi anak fisiknya lengkap tapi akalnya kurang sempurna, begitu pula sebaliknya. Bahkan ada orang tua yang diberikan anak yang fisiknya tak lengkap dan akalnya tak sempurna.
Lengkap atau tidak,
sempurna atau tidak secara akal, setiap anak pada hakekatnya memiliki bahan
yang sama, maka tidak ada istilah prodak gagal atas ciptaan Allah Ta’ala. Untuk
itu setiap anak pasti dalam dirinya memiliki :
A. FITROH
YANG LURUS (Mengtauhidkan pada Allah Ta’ala)
B. SIKAP
DAN PRILAKU ANAK (Akan selaras dengan tingkat usia anak, bahwa usia tidak bisa
membohongi prilaku anak)
C. DIA PUNYA HAK-KHAK ANAK yang harus diberikan pada anak
Ke 3 hal ini adalah modal dasar yang dimiliki seorang anak, maknanya bahwa dimana pun dan kapan pun anak itu terlahir di dunia pasti memiliki 3 hal yang melekat pada diri seorang anak. Tapi sayangnya banyak orang tua yang tak memahami persoalan ini
2. BAHAN
AJAR (Materi Pendidikan yang Harus Diberikan Pada Anak Sejak Dini)
Ternyata Allah Ta’ala
tidak sekedar memberikan kita MODAL AWAL yang telah ada pada diri anak-anak
kita, tapi juga BAHAN AJAR materi apa yang harus diberikan pada anak-anak kita
agar bisa sukses mendidik anak menjadi anak sholeh/ah. Apa bahan ajar itu ?
Bahan ajar itu antara lain :
- Anak memilik MEMILIKI PRINSIP2 DASAR ISLAM YANG LURUS, maka menanamkan Tauhid pada Allah Ta’alla adalah keharusan dan wajib bagi setiap orang tua
- Memiliki
kebiasaan sebagaimana orang2 sholeh/ah terdahulu, yakni AMAL YAUMI SEORANG
MUSLIM/AH yang dijalankan dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan keistiqomahan
- Memiliki
ADAB YANG BAIK, Adab pada Allah Ta’alla dan RasulNya, ada pada sesama manusia
dll
- Memiliki
AKHLAQ YANG TERPUJI, santun, jujur, sabar, pemaaf, tidak sombong, peduli pada
orang lain dll
- Menjalankan
IBADAH yang lurus dan benar
- MEMILIKI
KECINTAAN DAN BEKAL2 AL QUR’AN, yang tertanam dengan baik pada anak2 kita.
Minimal anak cinta membaca Al Qur’an, jika mampu hafal 30 Juz
Alhamdulillah
Ke 6 ini adalah BAHAN AJAR yang sangat mudah dan sederhana, untuk mengajarkan pada anak-anak kita, setiap orang tua tidak harus menjadi orang pintar dahulu, menjadi tokoh masyarakat, punya gelar akademik yang hebat atau punya kekayaan. Maknanya bahwa setiap orang tua harus bisa dan mampu menunaikan dengan baik, sebab ini adalah bagian dari tugas pokok orang tua muslim, yakni mendidik anak menjadi sholeh/ah
Bahan ajar ini setiap orang tua harus paham, mengerti dan mampu mengajarkan pada anak-anak kita, sebab bahan ajar ini adalah untuk menjadikan anak kita menjadi anak sholeh/ah.
Setelah kita paham MODAL
AWAL (Objek Pendidikan) dan BAHAN AJAR yang telah Allah Ta’ala tetapkan, lalu
pertanyaannya yakni bagimana kita memberikan bahan ajar tersebut kepada Anak
kita ? Yakni melalui PROSES PENDIDIKAN.
3. PROSES PENDIDIKAN
Pada dasarnya setiap anak yang telah memiliki MODAL AWAL sebagai seorang anak (memiliki Fitroh yang lurus, Sikap dan prilaku, serta hak-hak anak) siap dan rela dibentuk apapun oleh orang tuanya atau pengasuh/pengajar sebagai mitra orang tua melalui proses pendidikan yang diberikan pada anak.
Melalui proses pendidikan anak bisa dibentuk menjadi anak yang sholeh/ah, melalui proses pendidikan pula seorang anak bisa dibentuk menjadi anak yang tidak punya moral dan akhlaq, bahkan melalui proses pendidikan pula anak manusia pun bisa dididik dengan cara dan prilaku bagaikan hewan, sebagaimana kisah nyata Dina Sanichar bocah yang dibesarkan oleh srigala di hutan dan hanya bisa menggeram dan melolong (Silahkan dicari dan dibaca beritanya .....)
Begitu pentingnya proses pendidikan saat ini serta dampak buruknya jika proses pendidikan yang diberikan salah bagi anak, maka Allah Ta’ala memberikan dasar-dasar proses pendidikan yang harus dilakukan oleh setiap orang tua muslim. Dan dasar-dasar mendidik anak sholeh/ah dibuat agar orang tua tidak terlalu repot dan berat mendidik anak yang notabene anak adalah amanah dari Allah Ta’ala pula.
Konsep pendidikan
illhiyah yang merupakan dasar-dasar proses pendidikan yang telah Allah Ta’ala
buat untuk bekal setiap orang tua muslim dalam mendidik anak tentunya sangat
luar biasa, tidak saja mudah dan sederhana, tapi setiap orang tua muslim
dipastikan mampu mengajarkannya pada anak-anaknya dengan baik. Untuk itulah,
kenapa pada akhirnya nanti Allah Ta’ala akan minta pertanggungjawaban atas
anak-anak yang diamanahkan pada kita, sudah sesuai dengan apa yang Allah Ta’ala
harapkan atau tidak, yakni mendidik anak menjadi anak sholeh/ah.
Sangat wajar dan rasional sekali jika pada
akhirnya Allah Ta’ala meminta pertanggungjawaban atas anak-anak yang
diamanah/dititipkan oleh para orang tua di dunia. Sebab Allah Ta’ala juga
menyiapkan :
- MODAL AWAL yang dimiliki oleh setiap anak dimana dan kapan pun anak itu berada, sejak dulu, saat ini maupun nanti
- Menyiapkan BAHAN AJAR yang harus diberikan pada anak dll yang setiap orang tua muslim harus mampu dan bisa menjalankan, sebab bahan ajar ini tidak membutuhkan dana, fasilitas, gedung yang megah
- Serta waktu yang sama bagi setiap orang tua yakni 24 jam setiap harinya, orang tua yang miskin/kaya, berpendidikan/tidak, pejabat atau kaum jelata dll punya waktu yang sama dalam mendidik anak yakni 24 jam sehari
Persoalannya, tinggal bagaimana orang tua melakukan PROSES PENDIDIKAN pada anak-anak mereka melalui NASEHAT, TEGULAN, TAULADHAN & PUJIAN/SANJUNGAN. Proses pendidikan ini menjadi penentu keberhasilan dari proses pendidikan yang telah Allah Ta’ala tetapkan yakni berhasil menunaikan PROSES PENDIDIKAN dengan baik, benar dan tepat atau tidak.
Maka, yang harus menjadi perhatian setiap kita bersama, sebelum para orang tua meningkatkan Level pendidikan anaknya menjadi anak pintar/berbakat, PONDASI DASAR ANAK SHOLEH/AH harus mampu ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita. Agar kelak mereka saat dewasa atau saat menjadi orang tua mampu mendidik generasi dengan baik, sebab mereka telah memiliki bekal-bekal itu dengan sangat baik sejak kecil .....(baca catatan saya sebelumnya : Orang tua harus Bijak dalam Mendidik anak menjadi anak pintar/berbakat)
Sayangnya banyak orang tua hari ini yang tidak memahami persoalan ini bahkan ada pula orang tua yang tidak menganggap penting membangun pondasi dasar pendidikan anak-anak kita. Pertanyaan kenapa ? Sebab banyak orang tua yang salah menentukan orientasi dalam mendidik anak, sadar atau tak sadar orang tua saat ini lebih pada kepentingan dunia semata. Mari, kita renungkan bersama, mendidik anak-anak kita saat ini apakah kita masih punya kepentingan dunia atau hidup berkah bersama anak ??
Orientasi dunia ini bukan hanya terjadi di lingkungan pendidikan umum formal semata, tak kecuali di pondok pesantren pun pada kenyataan banyak orang tua yang mondokkan anak tidak atas dasar ikhlas dan ridho pada Allah Ta’ala, untuk menggapai hidup berkah bersama anak.
Karena kepentingan-kepentingan dunia yang sesaat ini, tak jarang kita temukan orang tua dengan dalih peduli dengan masa depan anak melakukan berbagai cara agar anaknya bisa dan mampu dalam banyak hal, agar bisa lebih hebat dari teman-teman lainnya. Tidak peduli proses pendidikan itu melanggar fitroh seorang anak atau tidak, tak paham tentang prilaku anak yang harus disikapi dengan bijak, bahkan banyak hak-hak anak yang justru didholimi oleh orang tua nya sendiri dalam upayanya untuk meningkatkan kualitas anak.
Sayangnya hari ini justru pendidikan kita
saat ini menjauhkan anak-anak dari belajar tentang kehidupan itu, tak kecuali
pondok pesantren kita saat ini.
.................. Lanjut bagaimana kita menjalankan konsep pendidikan illahiyyah untuk mendidik anak-anak kita dengan baik ? Insya allah, bersambung pada catatan selanjutnya....bagian 03
Wallahu 'alam bishowab
________
MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA
DAPATKAN BUKU :
SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK
USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151




Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu