CATATAN 106 : PENTINGNYA MENYIAPKAN ANAK SEBELUM MONDOK DI PESANTREN DENGAN BAIK

 


 

Di jaman yang serba modern saat ini nampaknya kita sebagai orang terus harus terus belajar dan berbenah bagaimana mendidik anak dengan benar dan baik. Sebab, seorang ayah yang pintar mendidik keluarga (istri dan anak)nya dan seorang ibu yang pandai mendidik anaknya, tentunya akan terlahir keluarga dan generasi masa depan yang berkualitas. Tidak sekedar pandai/berbakat, tapi punya karakter yang lebih baik dari karakter yang dimiliki orang tuanya saat ini.

 

Dalam perjuangannya mendidik anak, orang tua terus melakukan berbagai cara agar anaknya bisa terdidik dengan baik, salah satunya yakni memasukkan anak ke pondok pesantren. Pondok pesantren, nyatanya hari ini juga menjadi primadona bagi sebagian orang tua untuk mendidik anak-anak mereka, walaupun orang tua paham bagaimana model pendidikan ala pesantren yang mengharuskan dirinya berpisah dengan sang buah hati tercinta selama 24 jam dalam waktu yang lama.

 

Saat anak dimasukkan di pondok pesantren tentunya orang tua berharap banyak pada pengasuhan/pendidikan ala pesantren. Harapannya, anaknya akan tumbuh menjadi pribadi sholeh/ah tentunya, punya keilmuan yang tinggi dalam persoalan ilmu agama, punya bakat hebat, ibadahnya bagus, punya berbagai disiplin ilmu yang banyak dll

 

Sayangnya, tidak setiap anak yang melalui proses pendidikan ala pesantren, anak mampu menjadi lebih baik sebagaimana yang diharapkan oleh orang tuanya selama ini. Persoalan ini akan menjadi lebih rumit, jika memasukkan anak ke pesantren, karena anak dianggap beban/sumber masalah bagi orang tuanya atau bahasa kasarnya anak “dibuang dipesantren” oleh orang tua dan kehadirannya tidak dikehendaki orang tua dan keluarga terdekat anak.Tentu energi yang dikeluarkan akan sangat luar biasa untuk mendidik anak-anak seperti ini 


Asa Talenta  

 

Yang jadi pertanyaan yakni, kenapa hal ini bisa terjadi ? Padahal pesantren adalah tempat untuk membina anak-anak menjadi anak sholeh/ah, pesantren tempat para pengasuh yang a’lim, pesantren tempat pembinaan anak-anak agar bisa menjadi generasi yang berkualitas ? Tempat yang terbaik, model pengasuhan/pendidikan yang terbaik, tidak serta merta terbaik untuk setiap anak, sebab anak yang mondok di pesantren punya latar belakang yang berbeda-beda satu sama lainnya. Bahkan dalam 1 keluarga saja, bisa jadi pendidikan pesantren baik untuk anak pertama, tapi tidak untuk anak terakhir begitu pula sebaliknya.

 

Salah satu faktor penting bagi anak yang disiapkan untuk menimba ilmu di pesantren yakni orang tua harus bisa MENYIAPKAN ANAK SEBAIK MUNGKIN agar anak siap dan mampu menjalani kehidupan di pesantren selama 24 jam dalam waktu yang lama. Kesiapan awal ini menjadi indikator niat orang tua mondokkan anak di pesantren. Orang tua yang benar-benar “mengharapkan” anaknya menimba ilmu di pesantren dengan orang tua yang “membuang” anaknya di pesantren letaknya ada pada bagaimana orang tua menyiapkan anaknya dengan baik. Sehingga anak tidak jadi korban atas ego, gengsi, ikut-ikutan, kemalasan orang tua mendidik anak, tidak mau berjuang untuk anak dll, akhirnya anak di pondok pesantrenkan. 

 

Untuk itu, orang tua yang punya rencana memondokkan anak di pesantren, seharusnya lebih bisa menyiapkan anak dengan baik dari pada orang tua yang tidak. Sebab kebersamaan anak bersama orang tua tidak selama saat anak kita sekolah dan bisa kembali pulang. Waktu yang sangat singkat ini, seharusnya mampu digunakan sebaik-baiknya oleh orang tua dalam menyiapkan anak-anak mereka agar siap menjalani proses pendidikan di pesantren nanti.

 

Anak yang telah disiapkan jauh-jauh hari oleh orang tua mereka, tentu hasilnya akan jauh berbeda dengan anak yang tidak disiapkan oleh orang tuanya untuk mondok di pesantren. Apalagi anak yang saat mondok di pesantren “terbuang” oleh orang tuanya. Khusus anak yang “punya masalah” memang harus ada konseling secara ketat pada anak sebelum membangun karakter dasar anak agar masa transisi anak bisa dilalui dengan baik.

 

Taman Baca Keliling 


Yang jadi persoalan, justru ketika anak bersama/dekat dengan orang tua (saat anak usia SD) orang tua tak bisa/mampu menyiapkan anak dengan baik agar siap mondok, persoalan itu antara lain :

1. Orang tua khususnya ibu, terlalu sibuk dan tidak fokus dengan proses pengasuhan/pendidikan anaknya sendiri saat anak dekat/bersama orang tua. Hal ini disebabkan orang tua sibuk dengan urusannya sendiri atau urusan bersama teman-temannya, sibuk mengganti masa kecil yang hilang, sibuk mendidik anak orang lain, tapi justru lupa mendidik anaknya sendiri dll 

 

2.    Orang tua tidak paham apa saja yang harus disiapkan agar anak siap untuk mondok di pesantren nanti. Menyiapkan anak di pesantren itu tidak sebagaimana menyiapkan anak sekolah, sebab anak masih bisa pulang ke rumah kembali dan setiap hari bisa bertemu orang tua.

 

Yang perlu disiapkan yakni MEMBANGUN KARAKTER DASAR ANAK sedini mungkin, semaksimal mungkin, sesempurna mungkin sesuai dengan kemampuan orang tua. Jangan ngejar pintarnya atau hafal Qur’annya ? Sebab karakter dasar anak itu ada usia emasnya dan waktunya sangat singkat bagi orang tua. Jadi orang tua harus fokus, memberi perhatian maksimal pada anak dengan baik.

 

Lalu apa saja yang harus ditanamkan pada anak agar siap mondok di pesantren ? Yang harus ditanamkan yakni berkarakter dasar anak, antara lain :      

1.      Anak yang berkarakter HARUS MEMILIKI PRINSIP2 DASAR ISLAM YANG LURUS, maka menanamkan Tauhid pada Allah Ta’alla adalah keharusan dan wajib bagi setiap orang tua. Menanamkannya dengan cara yang dipahami anak, tidak perlu anak harus menguasai kitab tauhid ini dan itu (jika anak secara kecerdasan biasa-biasa saja seperti umumnya anak). Orang tua pun bisa menanamkan dengan hal yang mudah2 (Rukun Iman Rukun Islam)   

 

2.      Memiliki kebiasaan sebagaimana orang2 sholeh/ah terdahulu, yakni AMAL YAUMI SEORANG MUSLIM/AH yang dijalankan dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan keistiqomahan. Fokuskan pada sholat 5 waktu, khususnya sholat subuh berjama’ah di masjid (bagi laki-laki). Jika anak kita masih kecil, jangan menuntut kesempurnaan pada anak kita dalam menjalankannya, minimal anak bisa menunaikan dengan baik. Sebab anak masih berproses untuk menjadi baik (mananya juga anak-anak). 

Dalam persoalan ini seringkali orang tua menuntut kesempurnaan pada anaknya untuk sholat, khususnya sholat subuh. Tak jarang anak dipukul, diseret2, di siram air dll, seakan-akan tidak ada belas kasihan orang tua pada anak. Tuntunan syari’ah yang nantinya akan menjadi dasar karakter anak justru ditanamkan dengan cara yang kurang bijak oleh orang tuanya. Tak jarang akhirnya anak seringkali trauma dan malas menunaikan disaat syariah benar2 harus diamalkannya   

   

3.   Memiliki ADAB YANG BAIK, Adab pada Allah Ta’alla dan RasulNya, ada pada sesama manusia dll

4.      Memiliki AKHLAQ YANG TERPUJI, santun, jujur, sabar, pemaaf, tidak sombong, peduli pada orang lain dll

5.      AMAL IBADAH YANG LURUS sesuai dengan Sunnah  

6.     MEMILIKI KECINTAAN DAN BEKAL2 AL QUR’AN, yang tertanam dengan baik pada anak2 kita. Minimal anak cinta membaca Al Qur’an sesuai dengan kaidah membaca yang baik dan benar (jika mampu punya hafal Al Qur’an) Alhamdulillah

Khusus anak yang disiapkan mondok di pesantren tahfizh Qur’an, fokus utamanya bukan pada banyak-banyaknya hafalan, tapi membaca Al Qur’an yang baik dan benar sesuai dengan kaidah dulu. Sebab dari pengalaman kita selama ini, banyak yang sudah punya hafalan banyak, tapi saat kembali disetorkan bacaan Qur’annya jauh dari kaidah membaca Al Qur’an (padahal sudah terlanjur hafal)

   

7.     KEMANDIRIAN ANAK secara diri, mandiri mengurus diri sendiri dan membantu pekerjaan rumah orang tua

 

Dari catatan ini perlu kita pahami dengan baik, bahwa anak yang direncanakan mondok di pesantren, seharusnya disiapkan dengan baik oleh orang tuanya. Mempersiapkan anak untuk mondok, orang tua tidak dituntut untuk sempurna, sebab tidak ada orang tua yang mampu menyiapkan anak dengan sempurna. 


Tapi, paling tidak orang tua telah berjuang menyiapkan anaknya dengan baik, sedangkan apa yang kurang biarlah orang lainnya (pengasuh pesantren) yang akan mengisinya dan biarlah Allah Ta’ala yang mengatur semuanya    

Wallahu 'alam bishowab

________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"  

PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

DAPATKAN BUKU :

SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

 


0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2