CATATAN 79 : MENDIDIK ANAK DENGAN CARA LANGIT (Oleh : Nashrullah Jumadi )

 


 

 

Mendidik anak sejatinya pekerjaan yang mudah dilakukan oleh setiap orang tua manapun, sebab mendidik anak selain menjadi bagian tugas pokok orang tua hidup didunia juga menjadi bagian fitroh orang tua yang telah Allah Ta’ala berikan. Untuk mendukung pernyataan ini, sebagaimana catatan saya sebelumnya bahwa seorang anak yang terlahir di dunia, pada hakekatnya akan mengikuti fitrohnya yakni mentauhidkan pada Allah Ta’ala dan siap dididik menjadi pribadi yang baik, sholeh/ah (apapun latar belakang anak). Tinggal pertanyaannya, bagaimana proses pendidikan itu diberikan pada anak.

 

Seiring dengan perjalanan waktu, banyak orang tua seperti kita saat ini yang tak mampu mendidik anaknya dengan baik. Ambilah contoh yakni proses mendidik anak agar memiliki mampu menjaga waktu subuhnya dengan baik, kenyataannya banyak orang tua yang tak mampu menjalankan dengan baik. Padahal, mendidik anak agar memiliki waktu subuh tidak mengharuskan menjadi orang tua yang sukses, punya gelar akademik yang hebat, menjadi tokoh masyarakat dll, setiap orang tua mampu menunaikan dengan baik, asal ada komitmen dan perjuangan.

 

Akhirnya, atas dasar tuntutan jaman para orang tua semakin tak mampu dan memahami perannya dengan baik dalam mendidik keluarga dan anak-anak mereka. Para lelaki kehilangan sifat dan karakter sebagai suami yang kuat dan ayah yang hebat untuk anak-anak mereka, sedangkan para istri/ibu tak mampu menjadi istri yang patuh dan taat pada suami, serta mampu mendidik anak dengan baik.

 

Kalau sudah seperti ini siapa yang salah ? Tentu kita tidak bijak jika perkembangan jaman saat ini yang kita persalahkan. Atau mungkin suami/istri kita yang salah ? Atau orang tua kita dulu yang tak bisa mendidik kita dengan baik, sehingga kita tak punya kemampuan menjadi orang tua yang hebat bagi anak-anak kita ? Yang jelas, saat ini kita sedang berada dalam pusaran jaman yang serba fitnah. Sehingga tanpa kita sadari proses pendidik anak-anak kita pun jauh dari konsep mendidik yang di tetapkan Allah Ta’ala. Maka, untuk sekedar mendidik anak menjadi anak sholeh/ah (Belum sampai mendidik anak pintar/berpakat lho) banyak orang tua yang gagal menjalani (gagal mengemban misi Allah Ta’ala)  

 

Lalu, bagaimana kita harus mendidik anak dipusaran jaman seperti ini ? Ada beberapa cara salah satunya yakni MENDIDIK ANAK DENGAN CARA LANGIT. Mendidik Anak dengan cara langit ini seharusnya dipahami, dimengerti dan dimiliki oleh setiap orang tua muslim saat ini. Pertanyaan kenapa ?

1.      Setiap orang tua tidak mampu menjadi orang tua yang sempurna untuk anak-anak mereka. Maka, ada ungkapan bahwa kehebatan orang tua dalam mendidik anak hanya untuk anak-anaknya sendiri (bukan anak orang lain). Maknanya bahwa : Jika kita pandang ada sosok orang tua yang hebat mendidik anak-anaknya, belum tentu orang tua tersebut bisa hebat pula saat diserahi mendidik anak orang lain.

 

Begitu pula pengasuh pondok pesantren yang diamanahi orang tua untuk mendidik anak-anak mereka, sejatinya mereka hanya terpilih saja mendidik anak-anak kita, bukan karena mereka sosok orang tua hebat.

   

2.      Anak-anak kita pada akhirnya tidak terus bersama orang tua selama 24 jam non stop, ada ruang untuk berpisah sementara atau “ruang tak berdaya”. Selama berpisah dengan orang tua, entah karena sekolah/mondok di pesantren, selama itu pula anak tentu lepas dari pantauan orang tua. Otomatis segala sikap, prilaku, mentalitas, amal hariannya, ucapan2 nya diluar sepengetahuan orang tua. Orang tua tidak punya kemampuan menjangkau dan mendidik anak, tidak sebagaimana saat anak dekat/bersama orang tua

 

Di “ruang tak berdaya” menurut istilah saya, apapun bisa terjadi dengan anak-anak kita. Berpisahnya lama atau sebentar tidak menjamin anak-anak kita dalam kondisi baik-baik saja. Bisa saja anak pagi sekolah sampai siang hari, kemudian perjalanan pulang mendapatkan pendidikan yang buruk dari orang lain yang ditemuinya dll. Terlebih lagi, jika anak mondok dipesantren, maka orang tua harus bisa paham, mengerti dan memiliki kunci-kunci nya disaat kita berada pada “ruang tak berdaya”    

 

Untuk anak-anak kita yang mondok dipesantren, lalu bagaimana kita sikap kita dan bagaimana kita menjadi bagian dari proses pendidikan anak-anak kita ? Apalagi, tanggungjawab mendidik anak tetap melekat pada orang tua, sedangkan pengasuh pesantren hanya sebatas mitra kita dalam mendidik anak-anak kita ?

 

Ke 2 faktor di atas menjadi alasan bagi setiap orang tua muslim, kenapa kita perlu memiliki kunci mendidik anak kita yakni MENDIDIK ANAK DENGAN CARA LANGIT. Lalu bagaimana mendidik anak dengan cara langit itu ? Paling tidak ada 2 hal yakni :

1)      MEMILIKI AMALIYYAH YANG LUAR BIASA DI HADAPAN ALLAH TA’ALA

Berjuang agar kita bisa memiliki amaliyyah yang punya nilai istimewa di mata Allah Ta’ala. Sebagaimana perkataan Imam Malik, bahwa amal itu sebagaimana rizqi. Ada yang dimudahkan dalam hal menjalankan puasa, ada yang dimudahkan sedekah, ada yang dimudahkan dalam urusan amal lainnya. Mungkin, masing-masing kita tidak sama, maka kenali potensi amal itu pada diri kita, kemudian lakukan secara rutin dan istiqomah.

 

Sebagaimana contoh :

Ada orang yang mampu menunaikan puasa Sunnah Senin dan Kamis secara istiqomah dan tidak pernah ditinggalkan. Puasa ini telah dilakukan sampai puluhan tahun usia remaja hingga tua. Mungkin, amalan puasa senin kamis ini di mata kita sangatlah mudah dan sederhana, tapi amalan ini akan menjadi istimewa jika dilakukan berpuluh-puluh tahun secara rutin dan tidak pernah ditinggalkannya. Adalagi yang mampu bangun malam Qiyamulail, ada yang mampu sedekah dll

 

Untuk itu, seharusnya setiap orang tua muslim memiliki amalan istiwema yang telah dijalaninya selama ini, sebagai wasilah kita untuk mendidik anak-anak kita. Pertanyaannya, sudahkan amalan itu kita lakukan dan kita perjuangan ??   

 

2)      MENJADI BAGIAN DARI PROSES PENDIDIKAN ANAK ORANG LAIN (MENDIDIK ANAK SHOLEH/AH)

Cara selanjutnya yakni berjuanglah bisa menjadi bagian dari proses mendidik anak orang lain menjadi anak sholeh/ah (bukan anak pintar/berbakat), khususnya di pondok pesantren. Entah sebagai pengasuh, pengajar, donatur dari proses pendidikan tersebut. Selama kita menjadi bagian dari program itu, niatkan pula perjuangan kita mendidik anak-anak orang lain selama ini semata-mata karena Allah Ta’ala dan sekaligus sebagai wasilah untuk mendidik anak-anak juga, yang barangkali anak-anak sedang dididik oleh orang lain pula.

 

Insya Allah, melalui perjuangan kita mendidik anak orang lain seberapa pun beratnya, Allah Ta’ala akan mudahkan kita mendidik anak-anak kita selama ini.

 

Ke 2 kunci ini seharusnya dimiliki oleh orang tua muslim dalam mendidik anak-anak mereka agar tumbuh menjadi anak sholeh/ah. Jika, tak mampu ke 2 nya minimal 1 kunci saja sudah cukup, Alhamdulillah, jika ke 2 kunci itu bisa kita miliki. Sayangnya, hari ini banyak orang tua dalam mendidik anak hanya sekedar menggadalkan lembaga yang berkualitas semata, Kurikulum yang hebat, bangunan dan fasilitas yang megah dan komplit, Pengasuh yang mumpuni dan handal semata dll.

 

Kemudian sudah merasa cukup dengan membayar spp bulanan (tidak mau menjadi bagian dari proses pendidikan anak sholeh/ah orang lain, padahal punya kemampuaan dan kesempatan). Mendidik anak hanya sekedar transaksi bisnis untung dan rugi semata.

 

Banyak cerita dalam mendidik anak sholeh/ah selama ini. Ada anak yang jika dilihat dari konsep teori pendidikan anak, anak bisa dikatagorikan sebagai anak yang berpontensi “punya karakter yang buruk” dan susah dididik. Saat menemukan kondisi seperti ini, saya bingung dan terus belajar untuk menganalisa lebih dalam pada anak-anak ini, kenapa ya ?

 

Akhirnya terjawab : Bahwa pengaruh amaliyah orang tua selama ini dan peran orang tua pada proses pendidikan anak orang lain ternyata punya andil yang besar dalam proses pendidikan anak-anak kita nantinya. Maka, saya istilahkan MENDIDIK ANAK DENGAN CARA LANGIT yakni dengan cara melibatkan Allah Ta’ala dalam proses mendidik anak-anak kita selama ini.

 

Wallahu 'alam bishowab

________

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2