CATATAN 115 : PENTINGNYA MEMAHAMKAN ANAK TENTANG “JATI DIRINYA” YANG SEBENARNYA

  


Dalam proses pengasuhan/pendidikan itu banyak hal yang harus ditanamkan pada anak sejak usia dini. Tidak hanya persoalan adab, akhlaq atau keilmuan semata tapi juga tentang JATI DIRI ANAK YANG SEBENARNYA. Memahamkan anak tentang jadi dirinya adalah pondasi awal anak untuk menjalani hidup. Gagal memahami persoalan ini dengan baik, maka ada potensi gagal dalam menjalani kehidupannya kelak.

 

Memahami JATI DIRI ANAK adalah persoalan mendasar yang harus dilakukan oleh setiap orang tua atau pengasuh pesantren, terlebih lagi anak yang punya masa lalu tidak sebagaimana anak pada umumnya. Anak yang tidak memiliki orang tua yang lengkap atau kedua orang tuanya bermasalah tentu lebih rumit dalam memahamkan jati dirinya tidak sebagaimana anak yang kedua orang taunya ada dan terbimbing dengan baik. Karena memahamkan anak terhadap jati dirinya yang sebenarnya adalah bagian dari Aqidah yang harus tertanam dengan baik pada setiap pribadi anak.

 

Jika kita mau runtut promblematika kenakalan anak saat ini, muara nya pasti tidak pahamnya anak tentang jati dirinya. Banyak anak sok berlagak kaya, tapi sejatinya orang tuanya tak punya apa-apa, banyak anak yang merasa mampu melakukan ini dan itu, tapi kemampuan dan potensinya tak mendukung. Banyak anak yang menuntut ingin kuliah atau sekolah yang lebih tinggi, tapi orang tua tak punya finasial yang cukup, banyak anak yang ingin tampil beda dari teman-temannya tapi orang tua tak mampu. Bahkan banyak anak yang punya orang tua mapan, punya kemampuan finasial dan full dukungan pada anak pun, tak mampu dimaksimalkan dengan baik oleh anak untuk mendukung cita-cita dan masa depannya dll

 

Krisis jati diri anak ini tentu akan menjadi bom waktu pada proses pengasuhan/pendidikan anak-anak kita jika tidak kita tangani dengan serius. Maka jangan lupa pahamkan sejak dini pada anak-anak kita tentang jati dirinya yang sebenarnya. Lalu apa yang harus ditanamkan pada anak kita ? Ada beberapa point penting yang harus ditanamkan, antara lain :

  • 1  Kenalkan dan pahamkan dirinya tentang Allah Ta’ala dengan baik, baik tentang Haknya Allah Ta’ala dan kewajiban kita sebagai Hamba Nya dengan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan akal usia anak
  • 2.    Pahamkan dirinya tentang orang tuanya dengan baik, siapa orang tuanya kebaikkan dan kekurangannya, kondisinya ekonominya, latar belakangnya, pahamkan tentang saudara-saudara kandungkan, pahamkan kenapa dirinya lahir dari orang tua seperti itu dll
  • 3.    Pahamkan dirinya tentang dirinya sendiri, tentang kelebihan dan kekurangannya, potensi apa yang dimilikinya, prinsip-prinsip menjalani hidup sesuai dengan latar belakangnya, bagaimana dirinya harus membangun cita-citanya, harus mampu menjadi dirinya sendiri dll  

 

Ke 3 point diatas menjadi landasan dasar anak untuk memahami dirinya dengan baik yakni mengenal Allah Ta’ala dengan baik, paham bagiamana kondisi orang tua dan paham siapa dirinya.

 


Memahami jati diri ini bukan hanya untuk anak yang latar belakang tak mampu atau orang tuanya tidak lengkap saja. Tapi juga harus dimiliki anak-anak yang punya latar belakang orang tua yang komplit, mapan dan cukup finasial, agar mereka bisa punya rasa syukur atas apa yang telah Allah Ta’ala berikan, kemudian memaksimalkan apa yang ada untuk menggapai cita-cita setinggi langit sebagai bagian dari rasa syukur pada Allah Ta’ala.

 

Sayangnya, memahamkan jati diri anak ini seringkali kurang mendapatkan porsi maksimal dalam proses pengasuhan/pendidikan anak selama di rumah atau di pondok pesantren. Orang tua lebih banyak menuntut hasil dari pada proses yang dijalani anak selama mondok. 


Berapa banyak orang yang tak pernah merasa puas dengan pencapaian anak selama ada di pesantren, padahal anak telah berjuang mati-matian untuk bisa bertahan dipondok. Bisa bertahan saja sudah proses yang tidak mudah dijalani anak dengan berbagai aturan dan hukuman, tapi kadang perjuangan anak agar menjadi anak sholeh/ah tak selamanya membuat orang tua puas dan bangga pada anak-anaknya.

 





PEMBINAAN TERAPI SANTRIWATI 
PONPES KH 

 

Wallahu 'alam bishowab

________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan" 

 

PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA

 

DAPATKAN BUKU : SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2