Dalam catatan ini saya awali dengan cerita disalah satu media sosial yang
mengkritisi alumni pesantren yang tidak siap jika harus bertani, bercocok
tanam, berdagang. Tapi justru mengadalkan dari amplob sebagai penceramah
diberbagai kajian-kajian. Kemudian menyoroti bahwa alumni pesantren ngak siap terjun
ditengah-tengah masyarakat. Ngak bisa kerja, ngak bisa ini dan itu, padahal
Alumni pesantren yang terkenal dan hebat.
Sekilas mencerna pemaparan diatas, nampaknya kita perlu memahami betul
apa tujuan proses pengasuhan/pendidikan di pesantren dan bagaimana proses itu
berjalan selama ini. Selain itu kita juga harus paham perjalanan anak asuh (inputan)
pesantren dulu maupun saat ini. Bahwa proses pengasuhan/pendidikan yang tak
berjalan sesuai harapan kita, bukan melulu karena pengasuhan/pendidikan
pesantren yang buruk, tapi lebih karena input (calon pelajar/santri) yang rendah
secara karakter.
Inputan pesantren sangat menentukan proses dan hasil dari
pengasuhan/pendidikan pesantren. Jika kita mendapai input yang baik secara
karakter, tentu proses pengasuhan/pendidikan akan lebih mudah berjalan dan
hasilnya pun akan menjadi lebih baik, begitu pula sebaliknya. Pada kenyataan
pesantren banyak menerima santri/wati untuk memenuhi jatah kuota yang aman agar
pesantren bisa berjalan stabil, terlebih lagi terkait dengan berapa SPP bulanan
yang harus diterima pesantren.
Proses seleksinya pun tak jarang luput dari pantauan yang telah ditetapkan,
sehingga mereka yang secara karakter tidak layak pun (walaupun pintar) lolos
dari proses seleksi. Pada akhirnya, semua akan diuji saat mengikuti dinamikan
kehidupan pesantren yang sesungguhnya. Siapa-siapa yang bisa tetap bertahan dan
siapa-siapa yang harus tersingkir dari pesantren. Walapun yang tersingkir bukan
lah yang terburuk, sebab banyak tak bisa bertahap di pesantren karena tidak
adanya biaya bukan karena karakternya yang buruk dan yang mampu bertahan
bukanlah yang terbaik, sebab banyak yang bertahan karena pintar menyembunyikan
karakter buruknya dengan baik sampai bisa jadi alumni.
Terlepas dari itu semua, pesantren hanya sekedar miniatur kehidupan dan
bukan kehidupan yang sesungguhnya. Gagalnya anak mondok di pesantren, bukan gagal
menjalani hidup. Sayangnya orang tua seringkali lebih sering menvonis anak yang
tak sesuai harapan orang tua, termasuk ketika telah lulus dan menjadi alumni
pesantren kemudian belajar menjalani hidup ternyata tak sebagaimana yang kita harapkan
selama ini. Kemudian kita katakan “Alumni pesantren kok ngisi ceramah tidak
bisa ?” Alumni pesantren terkenal kerja ini dan itu tak mampu, Alumni pesantren
kok bisanya hanya ceramah dan ngajar ngaji saja”, Alumni pesantren kak gini
saja ngak berani dan bisa dll
Ungkapan sebagaimana
diatas seharusnya tidak perlu kita lontarkan pada para alumni pesantren atau anak
kita yang telah menjadi alumni pesantren. Sebab sejatinya alumni pesantren
BUKAN PRODAK JADI. Tiba-tiba jadi Sholeh, tiba-tiba pandai cermah dan ngisi
kajian, tiba-tiba bisa sambil kerja sebagai petani, pedangang, peternak dll.
Ingat, semua perlu proses dan waktu, lama dan cepatnya tentu setiap anak beda-beda
tergantung bagaimana dirinya belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya.
Untuk itu, saat anak
telah lulus dari pesantren, sejatinya dirinya sedang mulai belajar yang
sesungguhnya yakni BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN. Belajar tentang kehidupan hanya
akan dijalani anak ketika anak sudah tidak terikat apapun dan menjalani hidup
sebagaimana masyarakat lainnya. Jika, pesantren mengajarkan kehidupan pada anak
kita, ingat itu hanyalah miniatur dari kehidupan nyata.
Jadi, sekali lagi bahwa
alumni pesantren bukan PRODAK JADI, tapi mereka harus terus dibimbing dan
diarahkan dengan baik agar mampu menjalani kehidupan yang sebenarnya dengan
baik. Termasuk saat mereka nanti kembali pulang ke rumah tidak perlu punya ekspektasi
berlebih-lebihan, tapi tetap bimbing mereka, arahkan dengan baik agar tujuan
hidupnya manfaat dan berkah
Wallahu 'alam bishowab
________
MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
PENDAFTARAN SETIAP SAAT
SELAMA KUOTA MASIH ADA
DAPATKAN BUKU : SERIAL
01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474
5151



Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu