CATATAN 117 : PROSES PENGASUHAN/PENDIDIKAN ANAK YANG BAIK ADALAH “PRODAK TURUNAN” ORANG TUA (Oleh : Nashrullah Jumadi)

 


 

PROSES PENGASUHAN/PENDIDIKAN ANAK YANG BAIK ADALAH “PRODAK TURUNAN” ORANG TUA ...Inilah catatan saya kali ini bahwa sejatinya pengasuhan/pendidikan anak yang baik adalah “prodak turunan” dari orang tua. Maknanya adalah kualitas didikan orang tua kita saat masih kecil dulu sangat menentukan hasil kualitas didikan anak-anaknya saat ini .....baca kembali CATATAN 62 : JIKA KITA TAK “MEMILIKI” AMAL YAUMI DENGAN BAIK, MAKA JANGAN HARAP KITA MAMPU “MEMBERI” PADA ANAK-ANAK KITA     

  

Mereka yang terdidik disaat kecil, saat menjadi orang tua tentu lebih siap mendidik anak-anak mereka di kemudian hari dari pada yang tidak. Tetapi, bukan berarti mereka yang tidak terdidik saat kecil dulu oleh orang tua kita (kakek/nenek anak kita) tidak mampu/bisa mengasuh/mendidik anak dengan baik, tapi dengan syarat yakni MAU BELAJAR dan BERUBAH DEMI KEBAIKKAN ANAK2 KITA.

 

Banyak orang tua yang menyadari bahwa dulunya mereka anak-anak yang tak terdidik dengan baik, sehingga mereka pun mulai belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak mereka (walaupun belajarnya terhitung terlambat, lebih baik terlambat dari pada tidak ...). Bahkan saat ini banyak bermunculan berbagai kajian atau sekolah parenting dengan berbagai nama, bahkan ada yang pakai nama SEKOLAH IBU atau mungkin SEKOLAH BAPAK jika perlu.

 

Fenomena munculnya sekolah parenting, sekolah ibu atau bapak, bukan indikasi kemajuan generasi hari ini dalam membangun keluarga atau mendidik anak dari pada generasi dulu. Fenomena ini menurut saya justru adalah kemunduran yang jauh dan indikasi bahwa generasi saat ini sangat kurang bekal untuk menjadi seorang tua. Padahal sejatinya bekal menjadi seorang ayah/ibu dalam mengasuh/mendidik anak adalah PRODAK TURUNAN yang diwariskan oleh orang tua kepada anak secara turun temurun (bukan dari lembaga pendidikan formal)  

 

Menjadi orang tua saat ini tidak cukup hanya belajar saja, akan tetapi juga harus diiringi dengan SIAP DAN MAU BERUBAH DEMI KEBAIKKAN ANAK. Pada kenyataannya, seringnya banyak orang tua hanya fokus pada mencari ilmu parenting ke mana-mana, mulai dari browsing, membaca buku, ikut berbagai kajian keluarga, menghadiri berbagai seminar dll, tapi tidak diiringi dengan perubahan Sikap, bicara, Prilaku, kebiasaan dll

 

Maka jangan heran banyak kita temukan orang tua saat ini yang pintar2 dan banyak literasinya tentang mendidik anak, tapi minim aplikasi di lapangan. Bahkan tak sedikit dari mereka pun bergelar S1, S2 dan S3. Sehingga hasil didikannya pun tidak mampu menjadi bagian dari karakter anak-anak nya. Pertanyaannya kenapa ? Ada beberapa faktor antara lain :

1.  Bahwa tingginya keilmuan yang dimiliki orang tua tidak berbanding lurus dengan kemampuan dirinya mengasuh/mendidik anak dengan baik

 

2.  Bahwa proses pengasuhan/pendidikan anak yang baik itu bukan prodak pendidikan formal, tapi dia adalah “PRODAK TURUNAN” yang diwariskan dari orang tua kepada anak secara turun temurun. Prodak turunan ini yang pada akhirnya melahirkan PONDASI DASAR KARAKTER saat anak dekat/bersama orang tua di rumah

 

Sedangkan lembaga formal, hanya sebatas menambah/menguatkan apa yang telah dibangun orang tua saat anak bersama orang tua di rumah.

 

Lalu bagaimana aplikasinya bahwa pengasuhan/pendidikan anak yang baik itu adalah “PRODAK TURUNAN” ?

 

SEKOLAH SORE TAHFIZH QUR'AN (SSTQ) 
PONPES KH (Program belajar ngaji untuk anak 
Usia TK/SD/SMP) Tanpa Mondok 


Perlu kita pahami bahwa Allah Ta’ala memberikan fitroh pada setiap orang tua punya kemampuan mengasuh/mendidik anak dengan baik, begitu pula setiap anak diberi fitroh siap diasuh/dididik dengan baik. Jadi antara orang tua dan anak sudah berada pada jalur yang benar yakni punya fitroh yang sama. Kemudian Allah Ta’ala memberikan BAHAN AJAR yang berupa syari’ah (Al Qur’an dan As Sunnah) agar setiap orang bisa membimbing anak-anak mereka dijalur yang tidak saja sesuai fitroh, tapi juga sesuai dengan syari’ah.

 

Maka, mengasuh/mendidik anak menjadi lebih mudah dan gampang untuk dilakukan oleh setiap tua kapan pun dan di mana pun. Maknanya bahwa, untuk menjadi orang tua yang bisa mengasuh/mendidik anak dengan baik sesuai fitroh dan syariah itu tidak mengharuskan kita menjadi kaya terlebih dahulu atau orang yang punya gelar akademik yang hebat. Tetapi, jika kita punya kekayaan, punya keilmuaan hebat, punya gelar akademik tinggi dan mampu mengasuh/mendidikan anak tentu hasilnya akan luar biasa dari pada yang tidak punya

 

Hasil prodak turunan itu akan menjadi baik, berkualitas dan sesuai dengan fitroh dan syariah, jika orang tuanya adalah orang tua yang sholeh/ah dalam mizan (timbangan) Allah Ta’ala, bukan dari sudut pandang orang. Sebab apa yang dipandang sholeh seseorang belum tentu sholeh dalam pandangan Allah Ta’ala. Kemudian orang tua menjalani kehidupan yang nyata bersama sang anak sebagai muslim yang taat.

 

Jika kita ingin anak bisa bangun padi Sholat subuh berjama’ah bagi laki2 dan tidak tidur pagi/sore hari, ya kita sebagai orang tua harus memulai dulu dan memberi contoh yang baik. Untuk bisa bangun diwaktu subuh tidak butuh biaya, tidak perlu harus sekolah tinggi, tidak perlu harus kaya dll. Jika, kita ingin anak kita rajin dan peduli pada orang tua, maka kita sebagai orang tua harus peduli dan rajin melakukan hal2 yang kecil di rumah. Jika, anak kita ingin punya kebiasaan yang baik, maka orang tua seharusnya bisa menjadi contoh bagi anak-anak mereka.

 

Begitu pula dalam hal mendidik anak menjadi seorang “ayah/ibu masa depan” ucapan, sikap dan prilaku kita pada pasangan kita akan menjadi ucapan/sikap dan prilakunya saat mereka menjadi seorang tua.Dari beberapa contoh diatas, membuktikan bahwa kesholeh/an orang tua menjadi kunci dari proses pengasuhan//pendidikan anak. Dan kesholeh/an orang tua itu adalah PRODAK TURUNAN yang harus diwariskan orang tua pada anak-anak mereka tanpa menunggu nanti.

 

Sayangnya hari ini, orang tua enggan belajar dan berubah demi akan-anak mereka, tapi menuntut kesholeha/an anak pada pengasuh pesantren. Karena anak nya sudah di pondok pesantrenkan, maka anak wajib menjadi sholeh/ah. Orang tua enggan merubah kebiasaan buruknya demi kebaikkan anak-anak mereka, bahkan tak jarang orang tua justru mendorong mengikuti kebiasaan buruk orang tuanya.

 

Seharusnya orang tua yang anaknya mondok di pesantren lebih bersemangat untuk ibadah, amal sholeh, rajin ke masjid, membaca Qur’an, Sholat Sunnah, Puasa sunnah dll dari pada orang tua yang anaknya tidak mondok di pesantren. Sehingga kesholihan orang tua bisa di wariskan pada anak-anak mereka. Tapi pada kenyataannya banyak orang tua yang anaknya mondok di pesantren, tak membawa perubahan apapun pada diri orang tua, tidak semakin sholih tapi justru semakin malas  ..... Lalu apa yang kau cari dengan anak mu mondok di pesantren ?

 

Wallahu 'alam bishowab


ASA TALENTA 

(Pengembangan potensi/bakat Sejak Dini) 




________

MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"  

PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 

DAPATKAN BUKU : SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

 

 

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2