Kata Imam Syathibi ra
Sesungguhnya Kitabullah adalah pemberi syafa’at yang paling kuat
Kekayaan yang paling mencukupi memberikan keutamaan
Teman yang paling baik yang omongannya tidak membosankan
Mengulang – ulang menambah semakin Indah
Seorang pemuda terkejut dalam kegelapan
Dari kuburnya dia memberikan jalan yang bercahaya
Disanalah memberikan ucapan selamat kepadanya dan memberi teman
Dan karenanya dalam puncak kemuliaan yang mulia dalam keridloaanNya untuk dikasihnya
Permintaannya pada Nya pasti kan tercapai
Wahai Qori’, berpegang teguhlah padanya
Memuliakannya dan mengangungkannya setiap saat
Selamat sejahteralah kedua orang tuamu
Pakailah cahaya dari mahkota dan berlian
Apa sangkaanmu tentang anak ketika mendapatkan pembalasan pahala-Nya
Mereka ahli Allah dan yang terbaik
Orang yang memiliki kebaikan, kebajikan, kesabaran dan takwa
Allah menghiasi mereka dengannya Al – Qur’an datang merincikan
Wajib atasmu selama hidup berlomba tentangnya
Jual duniamu dengan memburu kemuliaan
Semoga Allah membalasi dengan kebaikan dari kita para imam
Mereka mengambil Al – Qur’an untuk kita air segar nan tawar
( Dari Muqodimmah Matan Syatibiyah yang bernama : Hirzul Amaniy wa Wajhut Taharniy Fil Qira’at as Sab’I oleh Imam Al – Qosim Al Syatibiy, wafat tahun 590 H )
Kata Imam Ibnu Jazriy ra
Dan selanjutnya, manusia tidak akan mulia kecuali dengan apa yang dia hafalkan dan ketahui
Oleh karena itu pembawa Al – Qur’an adalah umat yang paling mulia yang paling utama kebaikannya.
Ditengah manusia, mereka adalah ahli Allah dan Dia membanggakan mereka
Dia berkata tentang mereka dalam Al – Qur’an dan cukuplah.
Dia mewariskannya kepada orang yang dipilih – Nya
Dia pada waktu lain, peminta syafa’at yang diberi dan perkataannya didengarkan.
Diberikan kepadanya kerajaan abadi
Jika dia diberi mahkota kemuliaan, begitulah
Diterima dan dinaiki tangga surga sedangkan kedua orang tuannya diberi pakaian
Orang yang beruntung hendaknya berusaha mendapatkannya
Dan tidak bosan sama sekali membacanya
Hendaknya bersungguh – sungguh menyaksikan Bacaannya kepada orang yang diambil kebenarannya ( Dr. AniDari Muqoddimah Thayyibatun Nasyri fi Qiraatil Asyri oleh Imam Ibnul Jauziy, Wafat tahun 833 H )

Posting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu