CATATAN 119 : “GAGAL” MONDOK BUKAN BERARTI “GAGAL” MENJALANI HIDUP (Oleh : Nashrullah Jumadi )

 


 

Sebelum membahas tema catatan saya kali ini, ada baiknya kita memahami dengan baik beberapa point penting terkait dengan pondok pesantren, antara lain :

1. Bahwa pondok pesantren hanyalah wasilah orang tua untuk menempa dan mendidik anak dengan konsep yang berbeda. 

 

2.  Pondok pesantren adalah wahana belajar dan bukan kehidupan yang sebenarnya. Pesantren adalah minimatur kehidupan nyata untuk menempa anak menjadi pribadi yang kuat dan tangguh agar mampu menghadapi tuntutan zaman dimana dirinya nanti hidup 

 

3. Bahwa tidak ada satu pun yang pesantren yang bisa menjamin anak saat mondok atau setelah mondok menjadi pribadi yang sholeh/ah. Semua terpulang pada niat awal mondok, siap didik/tidak dan tentunya adalah hidayah Allah Ta’ala. Ponpes hanya membantu menempa dan mendidik anak agar menjadi generasi hebat

 

4. Memandang pesantren secara bijak, bahwa pesantren bukan tempat anak-anak yang terbuang, nakal, tidak bisa diatur dll dan bukan pula tempat anak yang baik, sholeh/ah, siap dididik saja. Pesantren tempat berkumpulnya anak dengan berbagai latar belakang, karakter, sifat dan prilaku yang beda-beda, ada yang baik dan ada pula yang buruk.

 

Dari beberapa point penting diatas, kita harus paham bahwa orang tua yang mondokkan anak di pesantren tentu juga punya niat yang tidak sama. Begitu pula modal dan kesiapan anak masuk pesantren pun juga tidak sama antara anak satu dengan anak lainnya. Sedangkan pesantren seringkali telah memiliki sistem pengasuhan/pendidikan yang sudah baku untuk dijalankan, dari proses pendaftaran, masuk pondok, menjalani rutinitas harian pesantren bahkan sampai anak selesai mondok pun sudah tersistem dengan baik.

 


Dari sini kita harus memahami bahwa tidak setiap anak mampu dan siap menjalani proses tempaan ala pesantren. Maka, niat orang tua mondokkan anak, modal anak (kebiasaan, sikap dan prilaku, adab dan akhlaq) anak serta kesiapan mental yang kuat menjadi modal penting anak mondok di pesantren. Bahkan tidak cukup hanya itu saja, kemampuan finansial orang tua dalam mendukung anak pun punya peran yang tak kalah pentingnya.     

 

Saat anak menjalani proses pendindikan ala pesantren yang menuntut tinggal 24 jam dalam waktu yang lama. Tidak semua anak mampu menjalani dan mampu bertahan dengan berbagai tempaan di pondok pesantren. Niat awal, Modal awal, kesiapan dan mental anak sebelum mondok punya peran yang penting dalam mendukung anak sukses mondok di pesantren. Karena tidak mudah menjalani kehidupan ala pesantren itulah,  mengapa orang tua harus punya niat yang benar dan memilihkan pesantren yang sesuai dengan kebutuhan anak, bukan karena gensi, ikut-ikutan, atau hanya sekedar ingin mondok di tempat yang megah dan lengkap semata.

 

Misalkan saja, jika ada anak yang punya latar belakang kurang dalam pengasuhan, kemudian masuk di ponpes yang pengasuhan dianggap telah selesai, tentu anak berpotensi gagal mondok jika anak masih mencari perhatian, buat ulah, buat gaduh dan tidak siap didik pengasuh, kekanak-kanakan dll. Jika anak punya latar belakang ekonomi yang pas pasan, kemudian mondok di pesantren yang membutuhkan biaya tinggi, baik untuk spp, pendidikan, kegiatan dll, tentu anak berpotensi gagal mondok karena tak punya biaya. Jika anak lemah dari sisi kecerdasan, tentu akan berat mengikuti jika anak masuk ke pesantren berbasis kader ulama yang menuntut menguasai berbagai displin ilmu dengan baik.

 

Begitu pula anak yang sejatinya baik dalam banyak hal, baik ibadahnya, karakternya, keilmuannya terkadang harus gagal mondok karena buat kesalahan yang tidak disengaja. Bahkan, ada anak yang terpaksa gagal mondok karena kedengkian, hasutan, fitnah dari teman/kakak angkatannya yang berusaha menyingkirkan dirinya agar gagal mondok dll. Ya, namanya juga hidup bersama, segala kemungkinan yang membuat anak gagal mondok tentu bisa saja terjadi.

 


Yang terpenting sejatinya, dukungan dan support orang tua/keluarga terdekat anak agar mampu menjalani dengan baik, baik itu do’a, dukungan finasial, motivasi, menerima berbagai keluhan anak, tak lupa adalah orang tua harus selalu meningkatkan ruhiyahnya untuk dekat pada Allah Ta’ala. Untuk itu jangan sia-siakan untuk ketemu anak jika ada jadwal penjengukan khususnya anak yang masih usia smp/Mts /kmi Kelas 1 – 3 walaupun hanya sedekar gobrol dengan anak, sebab terkadang ada permasalah yang dialami anak dan tak mampu diselesaikan oleh pengasuh.   

 

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kegagalan anak mondok di pesantren itu banyak hal yang melatar belakangi, sehingga kita tidak boleh terlalu dini menilai bahwa anak yang gagal mondok itu sudah pasti anak yang buruk sikap dan prilakunya. Sedangkan anak yang mampu bertahan di pondok adalah anak yang baik ? Belum tentu, sebab terkadang anak bisa bertahan di pondok karena dirinya pintar menyembunyikan dan memanipulasi atas sikap dan prilakunya yang buruk, sehingga dirinya mampu bertahan hingga lulus.

 

Untuk itu, dalam menyikapi anak yang gagal mondok di pesantren manapun, seharusnya setiap orang tua harus bijak dan tidak terlalu menyalahkan anak, sebab GAGAL MONDOK, BUKAN BERATI GAGAL MENJALANI HIDUP. Setiap orang tua tentu berharap anaknya sukses mondok hingga lulus, tapi jika gagal mondok bukan berarti dirinya gagal menjalani hidup, gagal menjadi pribadi yang baik dan sukses. Jadi gagal/tidaknya anak mondok bukan ukuran baik atau suksesnya anak nanti, tapi semua tentu ada proses yang harus dijalani anak di kehidupan nyata yang sebenarnya.Sebab banyak pula anak-anak yang gagal mondok kemudian berpindah atau meniti jalur beda dalam menggapai cita-cita sukses dan mampu menjadi pribadi yang baik dan sukses.   

 

 

Wallahu 'alam bishowab

________

  • MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"  
  • PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA 
  • DAPATKAN BUKU : SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

 

 

0/Post a Comment/Comments

Yuk, tinggalkan komentar mu

Ads1
Ads2