________________________________
Sebagai orang tua kita pasti sepakat bahwa anak kita nanti akan hidup tidak sebagaimana jaman kita hidup saat ini. Seiring dengan perkembangan jaman dan bergantinya waktu, setiap orang tua akan dihadapkan dengan tantangan yang sangat luar biasa dalam mendidik anak-anak mereka. Tidak mudah memang, tapi tantangan itu tentunya harus mampu dihadapi dengan lapang dada oleh setiap orang tua saat ini. Suka atau tidak suka, terpaksa atau tidak, perjalanan hidup dan kemajuan jaman harus diterima dengan ikhlas dan ridho sebagai bagian dari Takdir Allah Ta’alla
Orang tua yang sadar akan tantangan masa depan yang akan dihadapi anaknya nanti tentu tidak asal-asalan dalam mendidik sang buah hatinya, agar anak nya nanti mampu menghadapi tatangan jaman yang harus dijalaninya. Sebab anak kita nanti akan menghadapi promblematika hidup tidak sebagaimana yang kita alami saat ini.
Tapi sayangnya banyak para orang tua yang tak menyadari tantangan ini, sehingga dirinya tak menyiapkan pondasi dasar pendidikan anaknya dengan baik. Banyak para orang tua yang terkesan asal-asal saja dalam mendidik anak, yang penting anak sekolah/mondok di pesantren sebagaimana anak pada umumnya.
Banyak orang tua (mungkin kita adalah salah satunya) yang tak memiliki prinsip yang kuat dalam mendidik anak-anak kita sendiri. Binggung dengan model pendidikan yang akan diberikan pada anak-anaknya, tak punya arah yang jelas dan tak memiliki visi ke depan untuk anak-anaknya.Padahal di jaman fitnah seperti saat ini, setiap orang tua dituntut punya prinsip yang kuat dalam mendidik anak-anak kita agar mampu menggapai hidup berkah bersama anak.
Ya, hanya sekedar menentukan arah pendidikan untuk anak kita sendiri, ternyata banyak orang tua saat ini yang masih kebinggungan. Akhirnya pola didik dan pola asuh anak hanya sekedar mengikuti arus dan tren pendidikan masa kini semata. Ketika tren nya adalah anak sekolah full day school, ikut full day school, trennya anak harus hafal qur’an ikut sekolah tahfizh, Trennya kuttab ikutan kuttab dll. Hal ini seringkali terjadi karena proses pendidikan dasar terbawa arus dan ikut-ikutan tren pasar yang banyak diminati oleh para orang tua saat ini. ......( baca : MENGELOLA PONDOK PESANTREN DENGAN PARADIGMA BISNIS). Pada akhirnya anak-anaklah yang menjadi korban atas proses pendidikan yang hanya sekedar mengikuti tren semata
Pondasi pendidikan dasar harus memiliki pijakan yang KUAT DAN TAK BERUBAH walaupun dihempas tuntutan jaman. Tidak punya kompentitor dalam mendidik anak-anak. Semua dilandasi atas idealisme dan prinsip yang kuat untuk mendidik anak dengan cara beda. Maknanya bahwa jika pondasi pendidikan dasar anak berubah-rubah, hal ini mengindikasikan ada yang kurang pas dari proses pendidikan dasar anak-anak kita selama ini. Lebih ironis lagi, proses pendidikan dasar yang salah seringkali tak tampak kasat mata oleh kita, terlebih lagi jika dipoles dengan tampilan yang mempesona.
Untuk itu jika kita kembali pada catatan saya sebelumnya yakni JANGAN DIDIK ANAK KITA SECARA INSTAN ......memberi pemahanan pada kita bahwa sejatinya pendidikan dasar Islam (MODAL AWAL yang dimiliki anak, BAHAN AJAR yang telah Allah Ta’ala siapkan dll) telah sempurna, tinggal bagaimana proses pendidikan yang diberikan pada seorang anak perlu kita maksimalkan dengan baik.
Ya, ANTARA “MENEMPA” DAN “MEMOLES” ANAK DIJAMAN FITNAH ......itulah catatan saya kali ini.Catatan yang barangkali banyak orang tua yang tak memahaminya.Catatan yang barangkali para orang tua paham, tapi tak mampu berbuat apa-apa atas proses pendidikan yang dialami anak-anak kita selama ini yakni proses pendidikan yang tak mampu menempa anak dengan baik untuk bekal mereka nanti menghadapi jaman yang penuh fitnah.
Pertanyaannya yakni, lalu kira-kira model pendidikan apa yang tepat untuk mendidik anak-anak kita di jaman fitnah saat ini ? Tidak ada lain, yakni proses pendidikan yang mampu menempa anak dengan baik.
Jika kita mengupas sedikit kata “MENEMPA” maka bayangan yang ada dalam pemahaman orang awam seperti kita antara lain : Bahan yang akan ditempa itu sangatlah kuat (besi), bahwa menempa itu proses awal yang harus dilakukan, sebelum proses menempa dilakukan si penempa sudah punya gambaran akan dibuat model apa dll. Begitu pula dengan kata “MEMOLES” akan punya perlakuan dan proses yang beda dengan “MENEMPA”.
Berbicara tentang tema catatatan saya kali ini yakni ANTARA “MENEMPA” DAN “MEMOLES” ANAK DIJAMAN FITNAH sangat dipengaruhi oleh faktor jaman di mana kita hidup. Hasil proses pendidikan dasar anak-anak tempo dulu, jika dibandingkan anak-anak saat ini tentu sangat berbeda. Mental, sikap dan prilaku dan prinsip hidup, kedewasaan seorang anak dll tentunya sangat berbeda. Menurut saya (walaupun tidak semuanya), boleh sepakat boleh tidak bahwa anak jaman dulu dalam hal ini jauh lebih hebat dibandingkan anak-anak saat ini. Sebab kondisi jaman saat itu ikut andil dalam menempa pribadi seorang anak
Hari ini banyak kita temukan pemandangan yang sangat kontras antara sosok orang tua dengan anak-anak nya. Orang tuanya ditempa dengan baik dan hebat dikala kecil dulu, sedangkan anaknya tak pernah/jarang mendapat tempaan baik dari orang tua, lingkungan maupun mitra orang tua dalam hal ini sekolah/ponpes.
Maka, jangan heran banyak orang tua saat ini (walaupun tidak mayoritas) yang dulunya ditempa dengan sangat hebat, tapi saat berkeluarga dan memiliki anak tak mampu mendidik anaknya dengan tempaan yang hebat pula. Dari hasil tempaan ini lahirlah para orang tua yang kuat, tegar menjani hidup, tidak mudah mengeluh, mandiri, pantang menyerah dll tapi tak mampu diwariskan pada anak-anaknya dengan baik. Pertanyaan kenapa hal ini bisa terjadi ??
Ya, Perubahan jaman adalah faktor utama yang sangat mempengaruhi tempaan anak-anak kita hari ini, bahwa kualitas pendidikan anak-anak saat ini belum tentu lebih baik dari kualitas pendidikan orang tuanya dulu. Mungkin bangunan bisa megah, sarana prasarana bisa lengkap, teknologi cangih dll, tapi tidak dengan kualitasnya.
Sebagai orang tua yang hidup dan dibesarkan di era 80 – 90 an tentu kita sepakat bahwa saat itu menjalani hidup tidak semudah saat ini. Untuk bisa sarapan sebelum sekolah kita harus rela menyiapkan kayu bakar untuk nanak nasi, mau mandi harus nimpa air dulu. Sekolah harus rela berjalan kaki atau naik sepeda ontel. Untuk bisa mendapatkan kiriman uang harus sabar dan rela menunggu berhari2 dll. Pada intinya, untuk bisa mendapatkan atau mengingnkan sesuatu setiap orang harus berjuang dan sabar menjalani, kerja keras, tidak mudah mengeluh dll
Tak sadar jaman saat itu telah menjadi bagian dari proses pendidikan anak tempo dulu yang ditempa dengan jaman yang serba susah, belum lagi banyak anak-anak yang masih mendapatkan tempaan tambahan sebagai anak yatim/kurang mampu, mereka harus mampu menerima takdir Allah Ta’ala dengan ikhlas dan ridho ditengah keterbatasan dan jaman yang susah.
Kemudian seiring dengan perjalanan waktu dan jaman berubah semakin maju, tentu anak-anak tempo dulu yang ditempa dengan jaman yang sulit akan sangat mudah menjadi bagian dari kemajuan jaman saat ini. Sebab mereka tidak harus merubah prinsip dasarnya karena sudah menjadi bagian dari kehidupannya, yakni BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN secara langsung. Kalau pun mereka tak mampu mengikuti biasanya hanya sekedar kurang informasi saja, itupun lama kelamaan juga akan bisa dilakukan. Intinya tidak ada masalah yang berarti bagi anak didik tempo dulu menyesuaikan dengan kemajuan jaman yang penuh fitnah saat ini.
Lalu pertanyaan selanjutnya yakni bagaimana dengan masa depan anak-anak kita nanti ? Sedangkan mereka hidup dijaman yang penuh fitnah dan kemudahan ? Semua keinginan dan kebutuhan bisa di dapatkan tanpa harus beranjak dari tempatnya, tinggal tombol ini tombol itu dll. Ya, kita harus sadari dan akui bahwa jaman saat ini berbeda dengan jaman kita dulu. Jaman saat ini tak mampu menjadi sarana untuk menempa anak-anak kita saat ini agar punya prinsip hidup yang kuat, tak mudah menyerah, tidak mudah mengeluh, dewasa, tidak cengeng dll
Sedih rasanya jika menyaksikan anak-anak, secara usia sudah dewasa, tapi mental, sikap dan prilakunya masih kekanak-kanakkan, cengeng, bawaannya ingin main melulu, malas, masak nasi ngak bisa, nyuci pakaian apa lagi, tidak tahu tanggungjawab. Belum lagi tak punya empati dan malas membantu ortang tua, mudah mengeluh, protesan dll. Tapi disatu sisi anak-anaknya pintar dan hebat, skill nya luar biasa, hafalan qur’anya banyak, bahkan ada yang telah jadi sarjana dll. Kenapa bisa terjadi ?
Sebab JAMAN SAAT INI DIMANA KITA HIDUP TIDAK MENJADI BAGIAN DARI PROSES MENEMPA anak-anak kita, bahkan jaman kita saat ini seringkali justru membuat anak-anak semakin malas, tidak punya empati, tak memiliki prinsip-prinsip hidup yang benar, semua minta dilayani, cengeng, mudah menyerah, malas dll. Kalau sudah demikian, siapa yang salah ? Tentu kita tidak bisa menyalahkan jaman yang saat ini kita ada didalamnya. Kesalahan itu kembali pada diri kita yang tak mampu menyikapi dengan benar perubahan jaman yang terus terjadi. Dan tak mampu memberikan pendidikan dasar terbaik untuk anak-anak kita selama ini.
Jika pada akhirnya jaman tak bisa menjadi sahabat kita untuk menempa anak-anak kita agar menjadi generasi hebat, maka pilihan kita hari ini tinggal satu saja yakni PROSES PENDIDIKAN untuk anak-anak kita. Proses pendidikan yang menempa secara langsung hanya kita dapatkan pada proses BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN.
Tapi, sayangnya hari ini banyak orang tua muslim kurang familiar dengan proses BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN, padahal BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN sejatinya adalah Belajarnya Rosulullah Shollahu ‘alahi wa salam saat kecil dulu menjalani hidup menjadi sosok orang hebat dan pilihan. Banyak para orang tua saat ini yang merasa lebih nyaman anaknya belajar dengan full fasilitas dan semua serba dilayani tak peduli dengan karakter anak2 nya
Ya, memang BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN untuk anak2 kita Butuh keberanian orang tua untuk menjalaninya.
Wallahu 'alam bishowab
________
MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (Diambilkan dari Catatan harian Pola Pendidikan di PONPES TAHFIZHUL QUR'AN "KH khoirotun Hisan"
PENDAFTARAN SETIAP SAAT SELAMA KUOTA MASIH ADA
DAPATKAN BUKU : SERIAL 01 MENDIDIK ANAK BERKARAKTER SEJAK USIA DINI (BERBASIS PESANTREN)/ 0823 2474 5151

"Menempa & Memoles" untuk mendapatkan kwalitas yang baik. Keras padat berisi, kuat tajam dan pastinya ulet tangguh hasil akhirnya
BalasHapusSip
HapusPosting Komentar
Yuk, tinggalkan komentar mu